Decision Making Drama Theory Manda

Konflik dan Dilema dalam Pengambilan Keputusan

Oleh Dini Turipanam Alamanda, STp, MSM

Setiap keputusan yang diambil pada tingkat manapun haruslah memperhatikan kebutuhan sekeliling yang terpengaruh oleh keputusan konflik, dan oleh karena itu resolusi konflik merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan. Seberapa baik konflik diselesaikan tergantung pada keahlian dan karakter kepemimpinan pengambil keputusan.

Keputusan apa pun yang diambil ditujukan untuk menyeimbangkan kepentingan lawan dan pada dasarnya merupakan alokasi sumber daya bersama di antara kelompok yang berbeda.

Intinya di sini adalah bahwa di setiap organisasi ada sumber daya langka yang perlu dialokasikan di antara kelompok-kelompok yang bersaing dan oleh karena itu pengambil keputusan harus memastikan bahwa semua kebutuhan dan empati dari berbagai kelompok dipertimbangkan saat membuat keputusan.

Karena sebagian besar keputusan melibatkan beberapa komponen emosional, pembuat keputusan harus sangat peka terhadap kebutuhan orang-orang yang dipengaruhi oleh keputusan tersebut.

Kebanyakan orang berpikir, mereka berdiskusi, berdebat atau memikirkan tindakan terbaik yang harus diambil lalu bertindak. Jika kita memperhatikan apa yang terjadi di dalam diri kita saat mencoba membuat keputusan, menentukan jalur terbaik atau mengetahui apa yang benar untuk kita, merupakan proses yang sangat berbeda.

Manajemen konflik, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan adalah topik yang umumnya dianggap berbeda, namun sebenarnya saling terkait sedemikian rupa sehingga digunakan bersamaan untuk menghasilkan solusi yang paling baik. Untuk mencapai hasil terbaik dari sebuah masalah yang berisi informasi memadai, terdapat beberapa langkah pemecahan masalah biasanya digunakan. Langkah-langkah tersebut anatara lain:

  1. Meneliti masalah;
  2. Menguraikan masalah;
  3. Mendeteksi alasan utama yang memungkinkan terjadinya masalah;
  4. Mengidentifikasi serangkaian teknik untuk menerapkan, dan hasilnya;
  5. Menghasilkan pilihan alternatif melalui proses seperti brainstorming, diskusi antar kelompok dan proses lainnya;
  6. Memilih metode paling sederhana yang bisa menyelesaikan akar permasalahan;
  7. Menerapkan metode yang dipilih;
  8. Monitoring dan review hasil eksekusi.

Adanya ketidaksempurnaan dalam proses diatas mengasumsikan bahwa terdapat hasil yang ideal, informasi tersedia untuk mencapai hasil ideal tersebut, namun orang-orang yang mengambil bagian dalam proses bertindak rasional tidak biasa melakukannya. Kelemahan lain adalah emosi orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Fokus utama pengelolaan konflik adalah mengurangi efek emosi semua pihak dan membuat mereka berpikir rasional. Pilihan solusi yang khas adalah:

  1. Memaksa/ Mengarahkan – Metode dimana atasan dengan kekuatan otonom memiliki hak untuk memaksakan keputusan
  2. Melembutkan/ Mengakomodasi – Menegosiasikan masalah dan mencoba menyelesaikan perselisihan
  3. Kompromi/ Rekonsiliasi – Memberi dan mengambil pendekatan di mana masing-masing pihak menyerahkan sesuatu untuk mendapatkan solusi. Tingkat perselisihan membatasi jumlah pilihan yang muncul
  4. Pemecahan Masalah/ Berkolaborasi – Mengacu pada pengambilan keputusan kolektif untuk menghasilkan solusi yang konvensional
  5. Menghindari/ Menarik/ Menerima – Metode yang mungkin tidak menyelesaikan perselisihan namun memungkinkan waktu untuk menenangkan emosi

Salah satu pendekatan ini dapat digunakan untuk pengelolaan konflik tergantung pada sifat konflik, walaupun ada fokus utama untuk mengendalikan tingkat perselisihan. Tapi, pada waktunya, masalah mendasar dari konflik harus dipecahkan secara keseluruhan. Untuk membuat keputusan yang tepat, tersedianya data yang cukup dan tepat jelas diperlukan. Banyak keputusan yang sifatnya tidak sesederhana tetapi data yang tersedia tidak cukup memadai atau sulit didapatkan.

Masalah yang bisa kita hadapi pun bisa merupakan masalah sederhana hingga yang sangat masalah yang mengerikan.

  • Masalah yang mengerikan adalah jenis masalah yang terus berubah dan menuntut kompleksitas dan emosi. Pendekatan iteratif adalah paling baik untuk masalah seperti ini, karena setiap langkah keputusan bisa menyederhanakan masalahnya.
  • Dalam dilema, kita harus memilih solusi yang paling buruk karena tidak ada jawaban yang tepat untuk masalah ini, namun memilih solusi selalu lebih baik daripada tidak membuat keputusan.
  • Teka-teki adalah pertanyaan rumit yang memiliki jawaban spekulatif atau hipotetis.
  • Teka-teki dan misteri membutuhkan penilaian superlatif dalam keadaan tertentu. Kurangnya waktu untuk mengambil keputusan merupakan kendala yang sering muncul
  • Masalah yang membutuhkan kerja keras untuk dipecahkan. Implementasi proses pemecahan masalah haruslah secara hati-hati dan benar dapat menunjukkan hasil terbaik.

DILEMA

Menurut kamus Cambridge:

Dilema adalah sebuah situasi dimana pilihan yang sulit harus dilakukan diantara dua pilihan.

Brooke Johnson membedakan istilah konflik dan dilema sebagai berikut:

Konflik adalah perjuangan biasanya antara dua atau lebih orang dan cara menyelesaikannya adalah dengan membuat sebuah resolusi

Dilema adalah perjuangan sebagian besar dengan diri kita dimana kita membuat keputusan antara dua hal yang sama baiknya atau buruk

TEORI DRAMA SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN RESOLUSI KONFLIK

Teori drama merupakan alat bantu pengambilan keputusan yang bermanfaat dan fleksibel yang memungkinkan kita membuat keputusan yang terstuktur berdasarkan pilihan, prioritas organisasi atau pilihan pertimbangan keputusan lainnya yang melibatkan dilema. Teori drama merupakan  turunan Teori Permainan (game theory) mulai diperkenalkan pada tahun 1993 dan dikembangkan oleh Peter Bennett dan Nigel Howard. Teori ini menyediakan alat untuk menganalisis masalah keputusan yang melibatkan lebih dari satu pengambil keputusan.

Berbeda dengan pendekatan teori permainan tradisional, teori drama mampu menunjukan bagaimana emosi berkontribusi dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian konflik, dikembangkan untuk menghadapi “anomali” seperti perilaku irasional. Sebuah drama terjadi melalui episode dimana orang (karakter) berinteraksi. Episode ini merupakan tahap komunikasi preplay antara karakter yang setelah berkomunikasi kemudian berperan sebagai pemain dalam game yang dibangun melalui dialog di antara keduanya. Sebagian besar konsep Teori Drama berasal dari model teatrikal yang diterapkan pada interaksi kehidupan nyata. Dengan demikian, sebuah episode melewati fase pengaturan adegan (scene setting), pembentukan (build up), klimaks dan keputusan. Hal ini diikuti dengan aksi setelahnya, yaitu aksi yang membentuk episode berikutnya. Istilah ‘Teori Drama’ dan penggunaan konsep teater mencerminkan kenyataan dan berlaku untuk plot interaksi fiksi serta hubungan politik, perang, bisnis, pribadi dan masyarakat, psikologi, sejarah dan lainnya.

Secara formal, teori drama menggambarkan model lima fase resolusi dramatis. Yaitu scene setting, build up, climax, resolution dan denouement.

Scene Setting

Tahapan adalah tahap penentuan pemain, isu yang terlibat dan lingkungan di mana resolusi apapun akan bisa terjadi.

Build Up

Pada fase ini, pemain melihat sebuah “frame”  preferensi dan peluang. Apa itu preferensi pemain, pilihan tindakan apa yang terbuka untuk mereka dan apa yang bisa mereka lakukan. Disini juga, pemain memperhatikan preferensi pemain lain yang berujung pada pengambilan “posisi” dan “fallback”. Sebuah posisi adalah sebuah saran yang harus ditempuh masa depan. Sedangkan fallback adalah langkah yang dinyatakan pemain tentang apa yang akan mereka lakukan jika mereka tidak dapat memperoleh posisi mereka. Jika semua pemain mengambil posisi yang sama dan tidak ada yang meragukan pemain lain, maka mereka bisa melanjutkan ke fase resolusi, tetapi jika tidak  mereka akan melewati fase klimaks.

Climax

Para pemain tampil saling melawan satu sama lain.  Inilah dilema yang harus dihadapi pengambil keputusan yang ada saling tergantung. Dilema ini menyebabkan pemain merasakan berbagai emosi. Emosi menyebabkan pemain berperilaku irasional: mereka mengubah preferensi dan sistem nilai yang mendasarinya dan mencari opsi baru. Perubahan akibat emosi memaksa para pemain untuk kembali ke langkah sebelumnya (build up) dan mengatur frame baru. Tahap ini terus berlanjut sampai semua pemain mengambil posisi yang sama dan mereka sepakat untuk bergerak ke fase resolusi

Resolution

Para pemain sepakat pada satu posisi yang kuat dan stabil.

Denouement

Tahap ini merupakan fase implementasi.

ENAM JENIS DILEMA DALAM TEORI DRAMA

Pada fase build-up, dimana karakter telah saling mengetahui posisi dan fallback masing-masing dalam konfrontasi dan tidak ada kesepakatan bersama, maka inilah enam dilema yang bisa terjadi berdasarkan teori Howard dkk. Enam dilema ini antara lain:

  • Dilema kolaborasi (collaboration dilemma)
  • Dilema kepercayaan (trust dilemma)
  • Dilema persuasi (persuasion dilemma)
  • Dilema penolakan (rejection dilemma)
  • Dilema ancaman (threat dilemma)
  • Dilema posisi (positioning dilemma)

Untuk memudahkan para pembelajar, biasanya pengertian dan penjelasan mengenai dilema ini disajikan dengan menampilkan karakter, contoh yang akan digunakan dalam penjelasan disini adalah penggunaan karakter A dan B.

Dilema kolaborasi (collaboration dilemma)

A mempunyai dilema kerjasama terhadap B. Jika A bermaksud untuk melanggar komitmennya terhadap kesepakatan yang dibuat bersama B karena A merasa ragu juga terhadap komitmennya. Dalam dilema ini, jika ternyata memilih berkomitmen sedangkan B ternyata yang berkhianat, maka kerugian akan didapatkan oleh A, disisi lain, A sebenarnya ingin komitmen pada kesepakatan dan masih mencari alasan untuk melanggar janjinya.  A mendapat perbaikan posisi dibanding posisi sebelumnya.

Dilema kepercayaan (trust dilemma)

A mempunyai dilema kepercayaan terhadap B. Jika A tidak percaya bahwa B akan komitmen terhadap kesepakatan yang telah dibuat bersama. Posisi A bisa jadi diremehkan dan terancam B, karena B akan melanggar kesepakatan. Jika A ingin tetap berkomitmen,  A menghadapi masalah komitmen saat dia tahu bahwa posisinya membuat B tergoda untuk mendapatkan posisi yang lebih baik. Dilema ini bisa terjadi pada kedua belah pihak jika posisinya seimbang.

Dilema kepercayaan dan kerja sama dilema diibaratkan seperti dua sisi mata uang. Jika satu sisi menghadapi dilema kerjasama, sisi lain menghadapi dilema kepercayaan.

Dilema Ancaman (Threat dilemma)

A mempunyai dilema ancaman terhadap B. Jika ancaman A terhadap B tidak ditanggapi B sebagai ancaman karena B tahu bahwa posisinya bisa lebih baik untuk A.  A menghadapi ancaman masa depan. Jika B menyerah, A bisa mendapatkan potensi perbaikan dari masa depan yang mengancam. Untuk mengatasi dilema ini, A tidak boleh mengambil posisi B dengan cara menguatkan preferensi dan fallback serta melakukan sesuatu untuk memperkuat ancaman besar di masa depan. Hal tersebut bisa membuat B menyerah. Jika B tidak menyerah, maka bencana masa depanlah yang akan dihadapi A.

Dilema Posisi (Positioning dilemma)

A mempunyai dilema posisi terhadap B. Jika A lebih menyukai posisi B dibandingkan dengan posisinya sendiri. A bisa memilih aksi untuk bernegosiasi lalu A bisa semakin yakin bahwa posisi B lebih menguntungkan bagi A, lalu bisa berpindah ke posisi B. Atau A mungkin akan menyesali hasil negosiasi yang membuat dia menjadi pindah posisi, karena bisa membuat buruk reputasinya dimasa depan.

Dilema Penolakan (Rejection dilemma)

A mempunyai dilema penolakan terhadap B. Jika posisi B di masa depan mungkin sama baik atau lebih baik dariposisi A saat ini. Sebaiknya A memilih B daripada akan menjadi ancaman di masa depan.

Dilema Persuasi (Persuasion dilemma)

A mengalami dilema persuasi terhadap B. Jika B lebih menyukai ancaman dengan segala konsekuensinya yang dimunculkan A di masa depan daripada posisi A. A bisa lakukan cara memperkuat ancaman dan membuat situasi lebih buruk untuk B yang membuat B tidak bisa menghindar. Tetapi jika B tetap pada posisinya, maka kondisi bermusuhan akan terus terjadi di masa depan.

Nah untuk lebih memahami bagaimana drama theory dan resolusi konflik digunakan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, silahkan untuk intips kumpulan penelitian berikut ini:

Kumpulan Penelitian Mengenai Drama Theory dan Resolusi Konflik di Indonesia

120 thoughts on “Konflik dan Dilema dalam Pengambilan Keputusan

  1. Hallo saya gilang bhakti

    Judul film :Refrain
    Cerita ini berawal Setelah bertahun-tahun bersahabat, ada warna yang berbeda saat Niki dan Nata menginjak bangku SMA. Ada sosok Annalise (Chelsea Islan), siswi baru yang ternyata Ibunya seorang model terkenal. Ada Oliver (Maxime Bouttier), kapten basket tampan yang memikat Niki. Dan, ada Helena (Stevani Nepa), kapten cheerleaders yang tidak pernah mau kalah.

    Nata ternyata menyayangi Niki lebih dari sahabat. Sayangnya, Nata tidak berani mengungkapkan perasaannya dan juga karena Niki kini telah berpacaran dengan Oliver, sang kapten basket. Ternyata diam-diam Annalise pun menyimpan perasaan terhadap Nata hingga akhirnya ia mengetahui bahwa Nata memberikan perasaannya hanya kepada Niki ketika ia mendengar Nata berkata menyayangi Niki disaat sedang berada di rumah sakit.

    Keesokan harinya Annalise memilih untuk tidak masuk sekolah. Karena khawatir, Niki dan Nata segera berkunjung ke rumahnya seusai pelajaran berakhir. Annalise, yang sedang menangis seraya menatapi foto-foto Nata terkejut ketika menyadari kedatangan kedua temannya itu hingga akhirnya secara tidak sengaja menjatuhkan foto-foto itu ke kolam. Langsung saja Nata dan Niki melihat itu semua sementara Annalise sudah melarikan diri ke dalam rumah. Tak lama kemudian Nata mengejarnya disusul dengan Niki. Ketika sampai di dalam rumah Nata menemukan Annalise dengan keadaan yang semakin sedih. Nata kemudian bertanya apa maksud semua foto itu. Annalise, dengan air mata yang masih keluar berkata dengan jujur bahwa ia menyayangi Nata. Nata yang mendengarnya pun sontak terkejut dan akhirnya ia juga berkata jujur bahwa ia telah menyayangi Niki. Tepat disaat Nata berkata itu muncul Niki yang kemudian segera berlari meninggalkan kedua temannya.

    Setelah itu kehidupan di sekolah menjadi suram. Niki kini memilih untuk berteman dengan rombongan Helena sementara Nata dan Annalise tetap berteman namun menjadi agak terpisah. Nata tetap mencoba berbicara kepada Niki namun sayangnya Niki telah mencoba melupakannya.

    Tak lama kemudian tibalah Ujian Nasional. Ketiga sahabat yang terpecah ini lulus, namun Niki tetap mempertahankan sikapnya untuk melupakan Nata.

    Tak lama setelah Ujian Nasional tersebut tibalah malam prom yang amat ditunggu-tunggu oleh Niki. Sebelumnya ia dan Oliver telah berjanji untuk pergi bersama-sama namun disaat malam tiba Oliver memberitahu Niki bahwa ia tidak dapat pergi sehingga Niki pun pergi sendiri ke acara. Semua tampak lancar hingga ketika Niki melihat Oliver pergi ke acara bersama Helena. Niki segera menghampirinya, memarahinya, dan hendak menamparnya namun berhasil ditahan oleh Helena. Nata, yang sedari tadi sudah memperhatikan kejadian itu segera melepaskan tangan Helena dan memukul Oliver, setelah itu Nata menarik tangan Niki untuk pulang.

    Kini Niki menyadari bahwa Nata bersungguh-sungguh menyayanginya namun di saat itulah Nata berkata bahwa ia harus pergi ke Austria esok. Esoknya Niki yang bangun kesiangan segera menuju ke kamar Nata, namun sayangnya Nata telah pergi dan hanya meninggalkan surat di dalam sebuah amplop biru. Niki segera membacanya dan dari surat inilah ia menyadari bahwa Nata benar-benar menyayanginya dengan sungguh-sungguh.

    5 tahun kemudian Niki memilih untuk menyusul Nata ke Austria. Walaupun harus kehilangan koper dan tersesat ia akhirnya menemukan Nata sedang bermain piano. Setelah itu Niki menunggu di luar hingga Nata melihatnya.
    Jadi dilema pertamanya meuncul saat nata ingin mengungkapkan rasa cintanua pada nimi namun niki sudah mempunyai kekasih yaitu oliver

  2. Hallo saya nisa fitriani
    Judul operation wedding
    Player nya windi, rendi, tara, lira, ayah windi, dll

    Windi (Yuki Kato) putri bungsu favorit Laksamana Angkatan Laut Kardi (Bucek Depp). Windi paling kuat menahan nafas di dalam air, dan selalu lebih unggul dari 3 kakak perempuannya Vera (Dahlia Poland), Lira (Kimberly Ryder) dan Tara (Sylvia Fully), yang kesemuanya dididik gaya militer oleh Kardi sendirian, Kardi menutupi keberadaan istrinya dari Windi. Istrinya meninggal saat melahirkan Windi. Tara, si sulung selalu cemburu dan marah pada Windi, berulangkali mencoba untuk membuang Windi dengan mempengaruhi dua adiknya yang lain Lira dan Vera untuk ikut membantunya. Menyadari ini, Kardi memutuskan untuk berhenti dari karirnya agar waktunya penuh untuk membesarkan 4 putrinya.

    Sepuluh tahun telah berlalu, tetapi cara Kardi memperlakukan anaknya masih sama. Di kampus Windi bertemu kembali cinta monyetnya, Rendi (Adipati Dolken) yang mengajaknya kencan. Windi minta izin ayahnya. Saat Rendi datang menjemput, ternyata Tara, Lira dan Vera siap ikut bersama Kardi. Walau demikian, cinta tetap bersemi di hati Rendi dan Windi, sehingga Kardi merasa perlu menteror Rendi. Rendi nekad, kalau pacaran tidak boleh maka dia akan mengajak Windi nikah. Tapi Kardi membuat syarat, Windi boleh menikah apabila 3 kakaknya sudah menikah lebih dahulu. Windi dibantu Lira dan Vera mempelajari peluang pacar-pacar kakaknya Feri (Nino Fernandez), Beni (Christ Laurent) dan Herman (Junior Liem) agar segera melamar. Rendi dan Windi pun nyaris kawin lari. Bagaimana Windi harus menyelamatkan pernikahan kakak-kakaknya dengan kekasihnya, sekaligus menyelamatkan pernikahannya dengan Rendi

  3. Hai saya rio dwi purnomo
    A wa ka ibu na
    Judul : Ctitical Eleven
    Player : Alle & Anya
    Cerita diawali saat Pesawat menjadi tempat bertemu untuk pertama kalinya Anya Baskoro (Adinia Wirasti) dan Ale Risjad (Reza Rahadian) pada sebuah penerbangan dari Jakarta menuju Sidney. Bagi Anya, bandara adalah rumah keduanya karena pekerjaan, tetapi dia benci terbang. Sementara itu, Ale memiliki hidup di rig atau pengeboran minyak lepas pantai yang membuat dia jarang pulang. Takdir mempertemukan mereka untuk sama-sama meninggalkan kesan baik dan jatuh cinta.

    Insiden dan komitmen
    Awal mula kehidupan Anya dan Ale berjalan mulus. Semua dilakukan atas nama cinta dan perilaku romantis yang tak habis-habis dari keduanya. Keputusan besar pun mereka ambil saat Ale memutuskan pindah ke New York. Dengan rela Anya menyanggupi permintaan Ale. Anya menikah dengan Ale, meninggalkan karier cemerlang dan sahabat-sahabatnya yang selalu ada, yakni Agnes (Astrid Tiar), Tara (Hannah Al Rashid), dan Donny (Hamish Daud).

    Perubahan kemudian terjadi saat Anya hamil. Ale menjadi sangat overprotective, lumrah untuk suami yang sedang menantikan anak pertama. Akan tetapi, keributan kecil antara Ale dan Anya mulai terjadi. Puncaknya saat Ale meminta Anya -yang sudah nyaman tinggal di New York- untuk pulang ke Jakarta.

    Ale tak ingin meninggalkan Anya sendiri dalam kondisi hamil saat dia harus bekerja di rig berminggu-minggu. Di Jakarta, keluarga Ale, yakni Ibu (Widyawati), Bapak (Slamet Rahardjo), adik Ale, Raisa (Revalina S Temat), dan Harris (Refalhady), serta sahabat-sahabat Anya, akan selalu ada dan siaga bila Anya membutuhkan bantuan.

    Solusi yang menengahi Ale dan Anya akhirnya ketemu. Ale pindah bekerja dari Meksiko ke salah satu rig di Pulau Jawa, sehingga Anya bisa tinggal di Jakarta. Akhirnya mereka pulang ke Jakarta dan menantikan kelahiran buah hati mereka.

    Suatu hari insiden besar terjadi. Mereka tak pernah menduga dengan peristiwa menyakitkan yang menghampiri hidup mereka. Hubungan Ale dan Anya menjadi dingin. Mereka rapuh dan mempertanyakan cinta serta komitmen yang telah mereka buat. Ale dan Anya bergumul dengan ego dan harus menentukan pilihan, yakni menyerah dalam amarah atau menyembuhkan luka dan kembali mengikat cinta mereka.
    Jadi dilema nya saat ale dan anya dilanda kedilemaan saat mereka memilih apakah harus menyerah dalam amaraha atau mengikat cinta mereka kembali

  4. Hai saya fani mardiah
    Judul : 3hati 2 dunia 1 cinta
    Playernya :

    Rosid – Reza Rahardian
    Delia – Laura Basuki
    Nabila – Arumi Bachsin
    Ayah Rosid (Mansur) – Rasyid Karim
    Ibu Rosid (Muzna) – Henidar Amroe
    Ayah Delia (Frans) – Robby Tumewu
    Ibu Delia (Martha) – Ira Wibowo
    Ayah Nabila – Muhammad Assegaf
    Ibu Nabila – Gesi Selvia

    Rosid, pemuda muslim yang idealis dan terobsesi menjadi seniman besar seperti WS Rendra. Gaya seniman Rosid dengan rambut kribonya membuat Mansur, sang ayah, gusar karena tidak mungkin bagi Rosid untuk memakai peci. Padahal peci—bagi Mansur—adalah lambang kesalehan dan kesetiaan kepada tradisi keagamaan. Bagi Rosid, bukan sekadar kribonya yang membuatnya tidak mungkin memakai peci, melainkan karena Rosid tidak ingin keberagamaannya dicampur-baur oleh sekadar tradisi leluhur yang disakralkan.

    Delia, seorang gadis katolik berwajah manis, kepincut pada sosok Rosid. Tentu saja ini hubungan yang nekad . Rosid dan Delia adalah dua anak muda yang rasional dalam menyikapi perbedaan. Tapi orang tua mana yang rela dengan kisah cinta mereka. Maka mereka pun mencari cara untuk memisahkan Rosid dan Delia. Jurus Frans dan Martha, orang tua Delia, adalah dengan mencoba mengirim Delia sekolah ke Amerika. Berbeda lagi dengan Mansur. Ia berupaya menjinakkan Rosid dengan meminta nasihat Said, sepupunya yang ternyata tega menipunya.

    Muzna, ibunda yang sangat dihormati Rosid, pun turun tangan. Sang Ibu dengan bantuan Rodiah, adik suaminya, menjodohkan Rosid dengan Nabila, gadis cantik berjilbab yang ternyata mengidolakan Rosid, sang penyair. Memang, cinta Rosid dan Delia begitu kuat, tetapi sekuat itu juga tantangannya. Selain perbedaan agama ternyata ada beban psikologis yang harus dihadapi jika mereka meneruskan hubungan itu hingga ke ikatan pernikahan.

  5. Haii Nama Saya Deden Rohim S.

    Judul Film : Remember When
    Player :
    – Michelle Ziudith
    – Freya
    – Gia
    – Miqdad Addausy

    Remember When adalah sebuah film drama yang diperankan oleh Michelle Ziudith sebagai Freya merupakan gadis pendiam, bertolak belakang dengan Gia, Miqdad Addausy sebagai Moses merupakan seorang yang kutu buku, Stella Cornelia sebagai Gia merupakan gadis yang asyik dan seru, dan Maxime Bouttier sebagai Adrian merupakan cowok yang lebih aktif.
    Diceritakan sebuah 2 pasang remaja, yaitu Freya dengan Moses dan Gia dengan Adrian. Awalnya mereka nyaman dengan pasangannya masing-masing hingga akhirnya Freya menginginkan hidup yang baru, yang lebih seru, yang lebih warna warni. Freya bosan dengan runitas dengan Moses yang begitu-begitu saja, karena Moses hanya lebih focus pada pelajaran yang ada disekolahnya. Freya ingin seperti Gia dan Adrian karena mereka pasangan yang paling popular di sekolah.
    KONFLIK DALAM FILM INI :

    Konflik yang terjadi di dalam film ini adalaha saat Freya dan Adrian berlibur dan mereka menaruh perasaan yang sama, yaitu perasaan cinta antara satu sama lain, hingga terjadi konflik antara empat sahabat ini.

    DILEMA DALAM FILM INI :

    Rasa dilema dalam sebuah film ini adalah disaat Freya dan Adrian harus memilih antara sahabat atau kekasihnya.

  6. Haii Nama Saya Regi Ginanjar S.ip

    Judul : Pertarungan
    Player :
    – Adipati dolken
    – Jepri nichol
    – Aliando Syarif

    Film “Pertaruhan” kisahnya bercerita tentang kehidupan empat orang saudara laki-laki yakni Ibra (Adipati Dolken), Elzan (Jefry Nichol), Amar (Aliando Syarief) dan si bungsu Ical (Giulio Parengkuan).
    Mereka hidup sederhana bersama ayah mereka, Pak Musa (Tyo Pakusadewo) yang bekerja sebagai satpam di sebuah bank. Walaupun gajinya kecil, tetapi Pak Musa adalah orang yang loyal dan berdedikasi tinggi pada pekerjaannya. Ia pekerja keras yang bekerja untuk keluarganya. Keluarga sederhana ini sudah kehilangan ibu sejak si bungsu, Ical dilahirkan. Kehilangan istri yang biasa mengurus rumah tangga dan anak-anak membuat Pak Musa gamang dalam membesarkan anak-anaknya. Hubungan antara dirinya dengan ketiga anaknya yang telah beranjak remaja tidaklah harmonis, dan seringkali terjadi pertengakaran diantara mereka.
    Hingga suatu ketika Pak Musa diberhentikan dari pekerjaanya. Bersamaan dengan itu, penyakit paru-paru yang dideritanya semakin parah dan membuatnya jatuh sakit. Ibra, sebagai anak tertua lalu mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mencari jalan keluar penyembuhan ayah mereka. Tetapi mereka terkendala dengan biaya perawatan di rumah sakit. Pengobatan sang Ayah harus diopname, sikap rumah sakit pun sangat kejam dan tak peduli dengan keada ekonomi mereka. Keempat bersaudara itu pun lalu berusaha kesana kemari mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan sang ayah. Termasuk mendatangi bank tempat Ayah mereka pernah bekerja selama 20 tahun. Tapi disitu Ibra, malah bukan hanya mendapat penolakan namun juga hinaan. Selalu menemui jalan buntu, akhirnya kakak beradik ini mengambil keputusan yang sangat nekat demi kesembuhan sang ayah. Cara yang mereka pilih itu bukan saja berbahaya tetapi juga mengancam keselamatan jiwa mereka. Mereka pergi ke Bank dan merampok Bank tersebut, dan akhirnya Ibra tertembak dan meninggal, lalu Elzan dan Amar ditangkap polisi dan dihukum. Dan akhirnya sang ayah pun sehat dan kedua anaknya di penjara.

    KONFLIK DALAM FILM INI :
    Konflik yang terjadi dalam film ini saat sang ayah mengalami penyakit yang serius, dan Ibra datang ke Bank tempat ayahnya bekerja dan meminta bantuan secara baik-baik kemudian atasan Bank tersebut menghinanya dan membuat Ibra kesal.

    DILEMA DALAM FILM INI :
    Dilemma dalam film ini saat keempat anaknya harus mencari uang yang banyak dengan waktu yang singkat demi kesembuhan ayahnya, mereka harus memilih antara kesembuhan ayahnya atau nyawanya.

  7. haihai saya erlan syahputra
    Judul : Miracle in Cell
    Player :
    -Lee Yong Go
    -Ye Sung
    -komisaris polisi

    Miracle in Cell No. 7 bercerita tentang Lee Yong-go (Ryu Seung-ryong), seorang pria yang terbelakang secara mental dan berusaha keras dalam hidupnya untuk bisa menafkahi serta membahagiakan anak perempuan semata wayangnya, Ye-sung (diperankan Kal So-won ketika masih kanak-kanak dan Park Shin-hye saat sudah dewasa). Semua berjalan lancar sampai akhirnya ia dituduh lakukan pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis cilik. Pengadilan lalu menjatuhkan hukuman mati.

  8. Hai saya fikri arief r
    Judul : lost in love
    Playernya :
    – adit
    – tita

    sinopsis :
    Berawal dari kekecewaan Tita (Pevita Eileen Pearce) yang merasa masih dianggap anak kecil dan tidak dewasa. Selain itu Tita merasa dikhianati oleh Adit (Richard Kevin) yang terkesan dingin, ketus serta selalu memandang Tita anak kecil.
    Merasa cintanya kepada Adit diragukan, Tita akhirnya memutuskan pertunangannya dengan Adit. Walaupun semua ini dirasakan sakit, ia harus berani mengambil sikap. Dia merasa sudah saatnya hidup mandiri tanpa ada seorang pun yang menjaga atau melarangnya berbuat apapun. Tita ingin membuktikan kalau dirinya sanggup hidup sendiri tanpa orang lain. Masih dengan perasaan sedih yang dalam, Tita akhirnya memutuskan berlibur ke Paris tanpa seorang pun yang menjaga atau melarangnya.
    Dalam pelariannya di Paris, Tita bertemu dengan Alex (Arifin Putra) mahasiswa Thailand yang kuliah di Paris. Pada masa perkenalan tersebut, Tita tersesat di tengah-tengah Kota Paris yang tidak dikenalnya sama sekali. Alex-lah yang membantu Tita menemukan jalan pulang. Tidak itu saja, Alex juga membantu Tita untuk kembali menemukan cintanya yang telah lama hilang.

Leave a Reply