Decision Making Manda

Pengambilan Keputusan Menggunakan Pohon Keputusan

Hallo shareaddict, masih pada serial book chapter Decision Making. Kali ini, yuk belajar lebih tahu mengenai tool populer Pohon Keputusan. Sebelum masuk ke pembahasan utama, yuk lihat gambaran umum model Pohon Keputusan beserta keterangannya berikut ini.

Keterangan: C = Situasi yang dapat dikontrol oleh pengambil keputusan; E = Situasi yang tidak dapat dikontrol oleh pengambil keputusan

Definisi Pohon Keputusan

Secara konsep, Pohon Keputusan merupakan salah satu teknik dari Analisis Keputusan (Decision Analysis). Terdapat banyak definisi teknis yang bisa ditemukan dalam berbagai sumber mengenai pohon keputusan karena beragamnya aplikasi pohon keputusan ini pada berbagai jenis proses dan industri yang berbeda-beda. Definisi yang paling sederhana mengenai apa itu Pohon Keputusan, adalah diagram analisis yang dapat membantu pengambil keputusan ketika menghadapi beberapa opsi dengan cara memproyeksikan hasil yang mungkin terjadi.  Pohon tersebut juga memperlihatkan faktor-faktor kemungkinan/ probablitas yang akan mempengaruhi alternatif-alternatif keputusan tersebut, disertai dengan estimasi hasil akhir yang akan didapat bila kita mengambil alternatif keputusan tersebut

Definisi teknis yang diambil dari beberapa buku Manajemen Operasional, bahwa Pohon Keputusan merupakan  “Model alternatif pilihan yang tersedia bagi pengambil keputusan, beserta kemungkinan konsekuensinya.” Pohon keputusan dapat digunakan saat membuat berbagai pilihan, mulai dari keputusan yang paling sederhana sampai yang sangat yang rumit. Konsep dari pohon keputusan adalah mengubah data menjadi pohon keputusan dan aturan-aturan keputusan. Pohon keputusan memadukan antara eksplorasi data dan pemodelan, sehingga sangat bagus sebagai langkah awal dalam proses pemodelan bahkan ketika dijadikan sebagai model akhir dari beberapa teknik lain.

Manfaat  dan Kelebihan Pohon Keputusan

Manfaat utama dari penggunaan pohon keputusan adalah kemampuannya untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih sederhana sehingga pengambil keputusan akan lebih mudah menginterpretasikan solusi dari permasalahan

Terdapat beberapa keuntungan menggunakan pohon keputusan, di antaranya adalah:

  • Menghilangkan perhitungan-perhitungan yang tidak dibutuhkan. Sample yang diuji hanya berdasarkan kriteria atau kelas tertentu.
  • Daerah pengambilan keputusan yang sebelumnya kompleks dan sangat global, dapat diubah menjadi lebih simpel dan spesifik.
  • Dalam analisis multivariat, dengan kriteria dan kelas yang jumlahnya sangat banyak, seorang penguji biasanya perlu untuk mengestimasikan baik itu distribusi dimensi tinggi ataupun parameter tertentu dari distribusi kelas tersebut. Metode pohon keputusan menghindari munculnya permasalahan dengan menggunakan kriteria yang jumlahnya lebih sedikit pada setiap node internal tanpa banyak mengurangi kualitas keputusan yang dihasilkan.
  • Bersifat fleksibel, memilih fitur dari internal node yang berbeda, fitur yang terpilih akan membedakan suatu kriteria dibandingkan kriteria yang lain dalam node yang sama. Kefleksibelan metode pohon keputusan ini meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan jika dibandingkan ketika menggunakan metode penghitungan satu tahap yang lebih konvensional

Keterbatasan dan Kekurangan Pohon Keputusan

Seperti halnya alat bantu umumnya, pohon keputusan juga mempunyai kekurangan, antara lain:

  • Terjadi overlap dalam menggunakan kelas-kelas dan kriteria yang digunakan dalam jumlah besar. Hal tersebut juga dapat menyebabkan meningkatnya waktu pengambilan keputusan dan jumlah memori yang diperlukan.
  • Pengakumulasian jumlah eror dari setiap tingkat dalam sebuah pohon keputusan yang besar.
  • Kesulitan dalam mendesain pohon keputusan yang optimal.
  • Hasil kualitas keputusan yang didapatkan dari metode pohon keputusan sangat tergantung pada bagaimana pohon tersebut didesain.

 

Nah teknis pengerjaannya kan menyusul pada postingan berikutnya yah, happy sharing. Jangan lupa untuk mebaca materi Pengambilan Keputusan lainnya, seperti:

Mengapa Pengambilan Keputusan dalam Bisnis itu Penting?

 

111 thoughts on “Pengambilan Keputusan Menggunakan Pohon Keputusan

  1. Salam, perkenalkan saya Dede Indra Lukmana
    Salam sejahtera berkaitan dengan topik Pohon Keputusan, saya ingin menyampaikan kasus nyata teman saya yang bernama Reza Febianto, dia orangnya baik dan enak kalau diajak ngobrol. Kami mengenal saat masuk kuliah di Fisip. Dia itu orangnya mau berbaur dengan siap – siapa, bahkan orangnya terbuka, suatu saat dia bercerita kepada saya mengenai dia saat mengambil keputusan saat membeli HP. Ada 2 pilihan yang akan reza tentukan
    Pertama dia akan membeli hp china lava dengan peluang 70%, karena banyak kelebihan seperti Terjangkau murah, sesuai dengan uang reza pada waktu itu, layar hp nya 5.0 inchi yang membuat saya nyaman saat memakainya, dilengkapi dengan Gyroscope Sensor khusus untuk yang suka maen game kebetulan saya juga suka maen game dan juga Penyimpanan internal memori yang dirasa cukup untuk kelas pemula yakni dengan Kapasitas 8 GB. Namun ada beberapa kelemahan dari hp ini hp nya belum 4g jadi masih 3g dan juga Tidak dilengkapi dengan Fitur keamanan baik dari layar dengan Gorilla Glass ataupun dari keamanan data dengan Fingerprint scanner.
    Kedua yaitu membeli hp merek samsung dengan peluang sebesar 30%, karena ada kelebihan nya yaitu, hp nya sudah 4g, layarnya pun 5.0 inch, hp samsung pun di dukung dengan ram 1,5 gb dan juga Dilengkapi dengan kamera utama 8 MP lengkap dengan fitur autofocus LED flash untuk kualitas foto lebih jempolan. Namun teteap ada kelemahan dari hp ini harganya memang sangat terjangkau tetapi tidak sesuai dengan uang yang saya miliki, Belum disuport dengan fitur keamanan Fingerprin sensor dan juga resolusi layar masih terlalu kecil
    Setelah mempertimbangkan, akhirnya reza membeli hp china iris karena harganya sesuai dengan uang yg dimiliki oleh saya meskipun hp samsung lebih bagus dari hp ini tetapi saya tetap memilih hp ini karena hp ini akan membuat saya nyaman.

  2. Salam sejahtera, perkenalkan saya reza febianto santosa
    berkaitan dengan topik Pohon Keputusan, saya ingin menyampaikan kasus nyata teman saya yang bernama dede indra, dia orangnya baik dan enak saat diajak ngobrol Kami mengenal saat masuk kuliah di Fisip, suatu saat dia bercerita kepada saya mengenai dia saat mengambil keputusan saat membeli motor. Ada 2 pilihan yang akan dede tentukan
    Pertama dia akan membeli motor fino sporty dengan peluang 80%, karena banyak kelebihan seperti  kapasitas mesin yg sudah 125 cc yg membuat nyaman saat mengendarainya, sesuai dengan uang dede pada waktu itu, Kapasitas Mesin Yamaha Fino ini sendiri sebesar 125 cc sehingga sudah sangat mampu menampilkan performa mesin secara maksimal untuk digunakan untuk melumat semua Medan Jalan. Hanya saja Kapasitas Tangki Bahan Bakar Motor (BBM) Yamaha Fino hanya sebesar 4.2 Liter, tetapi hal tersebut bukanlah masalah yang besar karena sekali lagi Yamaha Fino 125 cc ini telah dibekali oleh Teknologi Mesin terbaru milik Yamaha yang bernama Blue Core yang membuat dede nyaman saat mengendarainya terutama saat di pakai untuk berangkat kuliah ,tetapi motor ini memiliki kekurangan diantaranya Kekurangan Motor Fino 125 Blue Core ini antara lain mempunyai ukuran Ban baik itu Ban Depan dan Ban Belakang Yamaha Fino 125 cc yang kurang besar dan malahan bisa dikatakan masih satu step lebih rendah dari Kompetitornya (Honda Scoopy eSP), dalam hal ini benar benar sangat disayangkan karena sebelumnya ukuran Ban Depan dan Belakang yg masih kecil menjadi komplain yg banyak dilancarkan oleh para Pengguna Motor Matik Indonesia.

    Kedua yaitu membeli motor  kawasaki ninja 250r dengan peluang sebesar 20%, dan kelebihannya pun sangat mewah diantaranya Dengan penyaluran tenaga yang halus dari mesin, jok pengendara yang relative rendah, serta tampilannya yang gagah menjadikan Kawasaki Ninja 250 R memiliki semua elemen penting yang dibutuhkan sebuah motor sport. Ditenagai dengan mesin berpendingin cairan dan mesin twin-cylinder memberikan pengalaman tersendiri dalam berkendara,dan kelemahannya diantaranya harga motor tersebut tidak sesuai dengan uang dede,Selang rem cepat panas sehingga rem gampang blong.Radiator tidak ada tutup pelindungnya.Reservoir rem belakang terlalu terekspose sehingga resiko pecah lebih besar.
    Setelah mempertimbangkan, akhirnya dede membeli motor fino sporty harganya sesuai dengan uang yg dimiliki oleh dede meskipun motor kawasaki ninja 250r lebih bagus dari motor fino sporty ini tetapi dede tetap memilih motor fino karena motor fino sangat simple untuk di bawa kemana mana dan nyaman.

  3. Assalamu alaikum Wr. Wb.
    Salam sejahtera. Perkenalkan nama saya Beni Astari.
    Berkenaan dengan topik mengenai pohon keputusan, saya ingin menyampaikan sedikit kisah tentang teman saya yaitu Ahmad Saeful Ahdan. Dia orangnya baik, enak di ajak ngobrol, dan tidak lupa dia itu orangnya optimis. Saya mengenalnya sudah tiga tahun lebih ketika masuk kuliah di Fisip Uniga. Suatu saat dia pernah bercerita tentang masa lalunya saat mau mengambil keputusan mengenai perguruan tinggi yang mau di ambil ketika dia mau kuliah. Ada dua pilihan yang dia pilih yaitu antara masuk peguruan tinggi UNIGA dengan UPI.
    Pertama dia akan memilih perguruan tinggi UNIGA dengan peluang 70%, karena di samping dekat dengan tempat tinggal, biaya kuliahnya juga terjangkau, namun sayangnya UNIGA masih swasta.
    Sedangkan Pilihan kedua yaitu perguruan tinggi UPI dengan peluang 30%, disamping salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, UPI adalah perguruann tinggi negeri dan mempunyai sarana dan prasarana yang hampir lengkap. Namun biaya kuliahnya yang mahal dan jauh dari tempat tinggal akan memakan biaya yang banyak.
    Akhirnya dari kedua pilihan tersebut, dia lebih memilih UNIGA karena lokasi yang dekat dengan rumah serta biaya kuliahnya yang terjangkau. Orang tua pun lebih mendukung kuliah di UNIGA agar bisa terpantau untuk hidup sehari-harinya. Dan dia pun nyaman kuliah di UNIGA.

  4. Assalamualaikum
    Perkenalkan nama saya Nisa Fitriani
    Assalamualaikum.. berkaitan dengan topik Pohon Keputusan, saya ingin menyampaikan kasus nyata teman saya, sebut saja namanya lismanah, ia merupakan teman baik saya yang sehari – hari selalu menemani saya saat kuliah dan juga tempat curhat saya. Dia orangnya selalu baik. Suatu saat ketika kami sedang jajan baso, dia cerita kepada saya mengenai kebimbangannya dulu masuk ke perguruan tinggi. Ada 2 pilihan yang ia bingungkan masuk kemana – mananya.
    Pertama jika ia kuliah di Ar – rayah Sukabumi peluangnya sekitar 30%, ia sangat tertarik terhadap Biaya gratis , makan dan juga tempat tinggal ditanggung pihak kampus, namun ada satu hal yang ia bingungkan yaitu Lokasi yang jauh bertempat di Sukabumi, karena dengan kuliah disana ia harus merelakan jauh dengan kaluargnya dan juga Jurusan tidak sesuai karena lebih kepada prodi keagamaan

    Kedua jika ia kuliah di Administrasi Negara Universitas Garut peluangnya sekitar 70%, karena Tempat yang strategis termasuk dekat karena masih daerah Garut dan masih bisa berkumpul dengan keluarganya. Selain itu juga, Sesuai jurusan yang diambil dibangku SMK dan tentunya sesuai dengan minat lismanah.
    Akhirnya dengan berbagai pertimbangan lismanah mengambil keputusan untuk memilih tempat kuliah di Administrasi Negara di Universitas Garut sebagai tempat kuliah, karena lebih sesuai dengan minatnya , jurusan yang sesuai dengan jurusan yang dia ambil dibangku SMK . Memiliki peluang kerja yang luas. Keputusan yang diambil ternyata baik, karena ternyata meskipun masuk FISIP memerlukan biaya alhamdulillah rezeki dapat dicari
    SEMOGA SUKSES YA LIS 

  5. Hallo..berkaitan dengan topik Pohon Keputusan, saya ingin menyampaikan kasus nyata teman saya, Namanya Fikri Arief Rachman. Fikri adalah seorang laki-laki yang setia, cukup baik dan pekerja keras dalam mencapai mimpinya. Saya mengenal Fikri sudah lebih dari 3 tahun, tepatnya sejak dia menjadi teman satu angkatan di kampus FISIP UNIGA tercinta :D. Beberapa pekan belakangan ini, saya sering melihat Fikri melamun dan kurang konsetrasi saat mengikuti perkuliahan, setelah beberapa kali saya coba ajak diskusi, akhirnya Fikri mau menceritakan permasalahannya. Rupanya, Fikri sedang galau karena memikirkan keinginan pacarnya untuk segera melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Fikri bercerita dia hanya punya dua pilihan, antar putus atau menikah. Untuk putus dari pacaranya, fikri bisa lebih mudah dalam menjalankan dan membiayai perkuliahannya, namun dia akan kehilangan wanita yang dia cintai. Sementara itu untuk menikah, dengan penghasilan yang paspasan Fikri harus bekerja lebih keras lagi agar dapat membiayai kuliah yang sedang dia jalani dan kebutuhan rumah tangga yang tidak mungkin bisa dihindari, namun fikri tidak akan kehilangan wanita yang dicintainya. Apapun yang akan Fikri putuskan nanti, Fikri bertanya-tanya apakah dia bisa bahagia atau tidak.

    Saya bilang, saya akan coba bantu cari jalan keluar, asalkan Fikri bersedia meluangkan waktu untuk memikirkan peluang kebahagian dari setiap keputusan yang akan diambil.

    Akhirnya didapatkan informasi dari Fikri, bahwa jika dia putus dengan pacaranya kebahagiaannya adalah 45 persen, Fikri bisa lebih santai dan tidak perlu bekerja lebih keras untuk menjalankan dan membiayai perkuliahannya, karena tidak perlu memikirkan kebutuhan rumah tangga, tetapi tidak seutuhnya bisa membuat bahagia, karena mungkin saja Fikri tidak bisa menemukan lagi wanita penyejuk hati yang lebih baik dari pasangannya, atau bahkan tidak laku lagi, itulah yang membuat fikri tidak bahagai jika memutuskan untuk putus.
    Untuk menikah, peluang kebahagiaanya 55 persen, Fikri yakin kehidupannya bisa lebih bahagia karena Fikri yakin akan selalu ada yang menemani Fikri saat Fikri lelah bekerja, yang akan selalu mendoakan Fikri disitap jenaknya kehidupan Fikri, dan membantu Fikri saat Fikri dalam kesulian, terlebih dalam kesulitan mengerjakan tugas perkuliahan :D, namun dengan penghasilan yang paspasan Fikri harus bekerja lebih keras agar dapat membiayai serta memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan perkuliahannya, itu lah yang membuat Fikri ragu untuk memutuskan menikah.

    Dari hasil temuannya sendiri, akhirnya Fikri sadar bahwa mungkin Fikri akan memutuskan untuk menikah karena mungkin menikah-lah yang paling berpeluang memberikan kebahagiaan di masa depan yang akan dijalaninya.

    Horee, akhirnya FIKRI akan segera menikah..
    Jangan lupa datang ya.. 8 Desember 2017 di Gedung Graha Belanegara .

  6. Hallo saya Lismanah . Berkaitan dengan topic pohon keputusan , saya ingin menyampaikan kasus nyata teman saya Nisa Fitriani. Saya mengenal Nisa Fitriani sudah hampir 2 setengah tahun , karena saya mengenal baik nisa setelah satu tahun berjalan saya sekelas dengannya . Nisa merupakan orang yang terbuka kepada teman dekatnya salah satunya saya. Suatu ketika Saya penasaran dengan proses bagaimana dulu dia bisa memilih FISIP UNIGA sebagai tempat perguruan tinggi yang ia pilih karena yang saya tau ia memiliki dua pilihan waktu itu yaitu STIkes Karsa Husada dan FISIP, dan saya akan mencoba melihat peluang, apakah keputusan nisa sudah tepat memilih FISIP uniga atau belum , akhirnya nisa pun bersedia berbagi pengalamannya .
    Nisa mempunyai beberapa alasan dari kedua pilihan tersebut, yaitu ketika nisa memilih STIkes karsa husada mungkin itu sesuai dengan minatnya , dan dia juga berfikir peluang kerja juga lebih menjamin namun itu memerlukan banyak biaya . Kemudian jika nisa memilih masuk FISIP nisa juga memperhitungkan biaya dan juga kenyamanan lokasi dan jarak kampus karna selain biaya kuliah nisa juga perlu memperhitungkan biaya hidup karna untuk kuliah dia harus ngakost . hasil pertimbangan nisa beserta keluarga baik dan buruknya dari kedua pilihan tersebut ,nisa juga memiliki kriteria tempat kuliah tersendiri yaitu Universitas yang sudah terakreditasi dengan baik, biaya kuliah yang terjangkau, fasilitas penunjang proses pembelajaran baik, tingkat penerimaan lulusan yang tinggi dan juga prospek kerja yang baik. Jika nisa memilih STIKes Karsa Husada peluang dari pertimbangannya hanya 45 %, nisa ingin berkuliah yang sesuai minatnya namun dia memperhitungkan biaya kuliah dan juga biaya hidup yang akan dikeluarkan menurut nisa akan mengeluarkan banyak biaya dibanding dengan nisa memilih FISIP . Sementara jika nisa memilih FISIP peluang dari pertimbangannya 75 % , karena menurut nisa kuliah di FISIP universitas Garut dengan mengambil jurusan Administrasi Negara ,mungkin akan menjadi pengalaman baru buatnya ,namun dibalik itu semua FISIP merupakan universitas yang nyaman, dengan biaya yang terjangkau .
    Dari hasil analisisnya nisa akhirnya memilih melanjutkan kuliah di Universitas Garut , Pertimbangan yang nisa ambil memberikan peluang baik untuknya .Nisa mempunyai pengalaman baru dibidangnya kini ia sudah disemester 7 telah hampir menyelesaikan kuliahnya . Sukses Selalu supono 

  7. Assalamualaikum, saya Fikri Arief Rachman

    Hai, berkaitan dengan topik Pohon Keputusan, saya ingin menyampaikan kasus nyata teman saya, sebut saja namanya muhamad topan farid, dia orangnya baik dan supel. Dia seorang yang pandai berusaha sambil berkuliah. Suatu saat topan seperti gelisah dan saya pun sebagai teman dekatnya sangat sedih melihat keadaan topan seperti itu, akhirnya saya pun membujuk untuk bercerita masalahnya. Topan pun menceritakan masalahnya bahwa dia memutuskan untuk pindah kuliah. Ada 2 pilihan yang akan topan putuskan.

    Pertama topan akan pindah kuliah ke PTS ( UNIGA ) dengan jurusan AN, Peluang untuk pindah sebesar 65% karena dengan pindah ada kelebihan nya yaitu lokasi kuliah dekat, akreditasinya sudah baik pula, biaya hidup bisa dibilang tidak ada karena satu atap dengan orang tua. Selain itu juga program studi sesuai apa yang diinginkan, jadwal kuliah tidak padat bisa sambil bekerja selain itu juga topan mendapat restu dari ibunya jika kuliah di uniga. Namun ada kelemahannya juga jika pindah ke UNIGA yaitu perkuliahan dimulai lagi dari awal, budaya yang berbeda dari tempat perkuliahan topan tinggal dulu

    Kedua jika topan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta peluangnya 35%, karena kelebihan disana akreditasinya sudah baik dari pada uniga, jurusan nya sudah sesuai cita – cita topan yaitu hukum keluarga, lingkungan nya juga yang sudah nyaman, biaya kuliah yang ringan. Meskipun topan nyaman disana namun ia tidak direstui oleh ibunya.

    Setelah dirembukkan alhasil topan memutuskan untuk melanjutkan kuliah di PTS UNIGA, dan keputusan yang diambil Topan tidak terlalu buruk dan sesuai apa yang ia pertimbangkan

  8. Assalamualaikum Wr.Wb
    Izin perkenalan nama saya LUKMAN BAHRUL ALAM. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan tentang pengalaman teman saya yang nyata. Beliau bernama Alvin Septian, saya mengenal dia ketika pada saat tes tulis gelombang ke 2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Garut, belau adalah orang yang hebat di mata saya.
    Beliau pernah bercerita kepada saya tentang pengalaman pada saat awal masuk kuliah yang mana beliau ingin memiliki tempat yang dekat jaraknya dengan kampus FISIP UNIGA tetapi tidak membebani orang tua. Adapun ada dua pilihan yang harus di pilih yang jika dikorelasikan dengan topik pengambilan keputusan menggunakan pohon keputusan kira-kira seperti ini.
    Pertama dia memilih bergabung dengan organisasi non pemerintahan yaitu Garut Governance Watch (GGW) yang sekretariatnya lumayan dekat dengan kampus FISIP UNIGA, ini memiliki peluang sebanyak 70% dikarenakan ketika masuk organisasi tersebut beliau bisa bebas untuk tinggal di sekretariat serta memiliki kesempatan untuk bergaul dengan orang-orang hebat sesuai dengan keilmuan yang akan dipelajarinya, namun disisi lain suatu waktu harus mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh GGW sehingga akan menganggu perkuliahan.
    Kedua menyewa kosan dan ikut berjualan dengan teman dengan peluang 30%, disisi lain menyewa kosan memiliki jarak yang lebih dekat dari pada di sekretariat GGW, selain dari pada itu bisa juga mempunyai pengalaman untuk berwirausaha, namun banyak sekali hal-hal yang dikhawatirkan dan yang menjadi kekurangannya yaitu diantaranya : beliau harus membayar kosan dengan uang yang didapatkan sendiri, harus mencari uang untuk membayar kosan, harus ikut berjualan bersama teman dengan resiko waktu dan tenaga terkuras karena kuliah sambil berjualan magang itu bukan hal yang mudah, dan pada akhirnya beliau memutuskan untuk bergabung dengan organisasi non pemerintahan yaitu Garut Governance Watch dan sampai saat ini beliau msih menjadi anggota di organisasi tersebut tanpa menganggu aktivitas kampus karena setiap kegiatan yang ada di GGW tidak bentrok dengan jadwal yang ada di kampus sehingga meskipun jaraknya tidak terlalu dekat dengan kampus setidaknya bisa mempunyai tempat tinggal tanpa membebani orang tua.

  9. Aslm. Nama saya Alvin Septian. Berbicara mengenai pohon keputusan, saya akan menceritakan pengalaman teman saya yg bernama Lukman Bahrul Alam. Dimana dia menceritakan pengalaman mengabil keputusan diangkat sebagai Kordes (Koordinator Desa). Pilihan yg pertama pada yaitu menerima menjadi Kordes dengan peluang 70 % dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya.
    Kelebihannya:menjadi orang yang penting dalam kelompok, masyarakat akan lebih banyak mengenali saya jika dibanding anggota, dapat memutuskan hal” dalam permasalahan kelompok, mempunyai otoritas dalam penentuan berbagai hal yang menyangkut kelompok, lebih leluasa dalam berkordinasi dan tidak harus mengerjakan teknis. Sedang kekurangannya : membutuhkan pikiran dan tenaga yang lebih, karena harus selalu menjadi penanggung jawab dalam setiap kegiatan kelompok dan harus selalu stand by.
    Kemudian peluang untuk memilih menolak sebagai Kordes adalah 30 % itu juga dengan mempertimbangkan antara kelebihan & kekurangannya. Yang menjadi kelebihannya adalah: tidak harus berpikir dan hanya menuruti perintah, tidak harus menangung jawab dalam seluruh kegiatan kelompok, tidak cape cape untuk berkordinasi. Kekurangannya : tingkat eksistensi lebih rendah, tidak bisa membuat kebijakan, harus menuruti apa yang diperintah. Pada akhirnya Lukman lebih memilih menerima sebagai Kordes,melihat peluang serta kebaikan yg akan d dapatnya. Selain itu keputusannya pun sangat tepat dan mampu memimpin dengan bijak serta di terima oleh masyarakat desa tempat dia KKN. Terimakasih

  10. Assalamualaikum perkenalkan nama saya Muhamad Sauki, dalam kesempatan ini yang berkaitan dengan pohon keputusan saya akan menceritakan pengalaman teman saya yang bernama Fajar Nurjaman. Beliau adalah salah satu mahasiswa Fisip Uniga yang sangat aktif dalam organisasi maka dari itu beliau sangat menyukai organisasi yang ada di kampus. Ketika beliau mau masuk organisasi intra kampus beliau di lema dengan keadaan organisasi nya krena di fisip sendri terdapat 4 organisasi dan diantaranya beliau ingin masuk BEM dan HIMA. Ketika dia masuk BEM peluangnya 70% dengan pertimbangan SDM nya berkualitas di tunjang dengan prasarana yang memadai dan kedudukan BEM yang sangat strategis di kampus. Di samping itu beliau juga ingin masuk HIMA krena dengan pertimbangan HIMA itu di bawah jurusan dan kebetulan beliau sebagai salah satu penerima beasiswa di fisip tentunya harus bisa memajukan HIMA. Namun peluang masuk ke hima kemungkinan beliau hanya 30% karena hima sempat pakum dan prasarana yang kurang memadai sehingga harus banyak di perbaiki dan resikonya besar. Sehingga dengan begitu dia akhirnya memilih BEM dikarenakan peluang dan minat nya lebih besar di BEM dengan alasan dia tetap bisa memabantu fisip uniga walaupun lewat BEM karena BEM juga merupakan bagian dari fisip uniga dan setelah menjalaninya beliau sukses membawa kemajuan khususnya bagi BEM dan umumnya bagi lembaga dan akhirnya BEM fisip uniga mempunyai prestasi yang membanggakan dan sangat besar sekali pengaruhnya kemajuan terhadap lembaga dan di jadikan suri teladan bagi organisasi yang ada di kampus tersebut.

  11. Value Net dalam menganalisa BANK BNI adalah :
    Company : BANK BNI
    Pesaing BANK BNI antara lain :Bank Mandiri, BRI, BCA,dan Bank CIMB Niaga
    Komplemen BANK BNI antara lain : BNI Management, BNI Multifinance,BNI Lifr,BNI Remittance
    Pemasok BANK BNI antara lain : Bank Indonesia,Bank Dunia,IMF
    Pelanggan BANK BNI antara lain : Masyarakat,Pelajar,Buruh,PNS

Leave a Reply