Management Control Systems Manda

Dampak Politik Sosial Budaya Ekonomi dan Teknologi dalam Sistem Pengendalian Manajemen

Lingkungan organisasi adalah semua elemen di dalam maupun di luar organisasi yang dapat mempengaruhi sebagian atau keseluruhan suatu. Terdapat dua jenis klasifikasi lingkungan yakni lingkungan internal dan lingkungan eksternal.

Lingkungan internal yang berpengaruh langsung dalam organisasi meliputi karyawan/pegawai organisasi dalam, serta pimpinan manajer. Lingkungan eksternal dibagi dua yaitu yang berpengaruh langsung dan tidak langsung. Contoh lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung adalah organisasi pesaing, pemasok komunitas lokal, konsumer, NGO dan lainnya.

Sedangkan untuk contoh lingkungan eksternal yang tidak berpengaruh langsung adalah kondisi politik, ekonomi dan sosial. Lingkungan secara umum yang harus dianalisis kekuatannya oleh manajer karena mempengaruhi pembuat keputusan dan perencanaan adalah kekuatan teknologi, ekonomi, demografi, sosial budaya serta politik dan hukum.

Kekuatan ekonomi mempengaruhi kebaikan dari suatu negara termasuk suku bunga, inflasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi. Kekuatan ekonomi memberikan banyak peluang serta hambatan untuk manajer dan memberikan perubahan bagi seluruh organisasi.

Kekuatan politik dan hukum adalah hasil dari perubahan dalam hukum dan regulasi seperti deregulasi industri, privatisasi organisasi dan penigkatantekanan dalam perlindungan lingkungan. Dari sini, manajer mengambil keuntungan dari kesempatan yang diciptakan dari perubahan politik,ekonomi dan hukum secara global sebagai tantangan utama.

Kekuatan sosial budaya adalah tekanan yang berasal dari struktur sosial dalam masyarakat di suatu negara. Struktur sosial adalah pengaturan hubungan antara individual dan grup dalam masyarakat. Masyarakat berbeda secarasubstansi dalam struktur sosial karena terdapat  derajat tinggi dan rendah.

Kekuatan teknologi adalah kombinasi dari kemampuan dan peralatan yang digunakan manajer dalam desain, produksi dan distribusi barang dan jasa. Perubahan teknologi informasi juga mempengaruhi kerja alami organisasi termasuk kerja manajer di dalamnya.

Nah, share dong contoh-contoh kasus yang pernah terjadi di dunia, dimana kekuatan-kekuatan tersebut mempengaruhi suatu bisnis. Di kolom komentar yah.

Oia jangan lupa untuk baca materi lainnya yah, seperti:

Contoh Aplikasi Drama Theory Dalam Film

 

 

37 thoughts on “Dampak Politik Sosial Budaya Ekonomi dan Teknologi dalam Sistem Pengendalian Manajemen

  1. Contoh Analisis PEST Pada Bank Mandiri
    Berikut adalah analisa PEST BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk :
    1. Politic (Politik)
    Saat ini, perpolitikan Indonesia pasca pergantian presiden periode 2014 – 2019 belum sepenuhnya stabil. Hal ini tentunya berdampak pada lingkungan bisnis dan perbankan Indonesia. Gejolak politik akan memengaruhi para investor dan pelaku bisnis untuk berinvestasi di dalam negeri saat ini. Ditambah pula dengan baru saja dilantiknya jajaran kabinet Indonesia periode 2014 – 2019. Para investor pun hanya bisa memprediksi tanpa mengetahui bagaimana keadaan Indonesia sebenarnya. Keadaan ini dibuktikan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan menurunnya pergerakan saham Indonesia dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah diindikasikan karena belum adanya kepastian perkembangan ekonomi Indonesia.

    Disamping itu, dengan masih labilnya politik, maka ini juga memengaruhi tingkat likuiditas perbankan, sehingga kondisi ini akan membuat ketidakpastian para investor yang bakal berinvestasi di Indonesia. Perbankan pun juga masih menunggu atas kebijakan yang akan dicanangkan pemerintah. Namun selama ini, kebijakan pemerintah terhadap perbankan belum ada perubahan yang signifikan.

    2. Economic (Ekonomi)
    · Kisruh Politik yang terjadi di Indonesia saat ini yang masih belum jelas akan berdampak secara ekonomi di Indonesia. Hal ini akan berdampak negatif , salah satu dampak negatif nya adalah akan menurunnya kepercayaan investor.
    · Kondisi persaingan perbankan yang semakin ketat diIndonesia untuk memperebutkan pelanggan akan membuat Bank mandiri selalu memikirkan berbagai strategi untuk menghadapi pesaing-pesaingnya, jika tidak maka kemingkinan terburuk akan terjadi. Beberapa competitor kuat Bank Mandiri seperti BCA dan BRI.
    · Adanya kenaikan harga minyak dunia akan menimbulkan dampak negatif , kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah pemerintah tidak akan sanggupn untuk memberikan subsidi BBM lagi, yang nantinya akan membuat harga BBM meningkat, dan secara otomatis hal ini akan menyebabkan semakin tingginya inflasi yang akan berdampak buruk bagi perekenomian dan perbankan di Indonesia, termasuk bagi Bank Mandiri Tbk.
    · Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan jasa Perbankan di Indonesia akan membuat adanya peluang besar ekonomi bagi Bank Mandiri.

    3. Social (Sosial)
    Bank Mandiri telah melakukan transformasi budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya yang diterapkan pada pedoman kerja pegawai. Hal tersebut tercermin dari prestasi Bank Mandiri menjadi service leader perbankan nasional dengan menempati urutan pertama pelayanan prima selama empat tahun berturut-turut (tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010) berdasarkan survey Marketing Research Indonesia ( MRI). Prestasi lain, Bank Mandiri juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penerapan Good Corporate Governance, dan dari dua pencapaian tersebut memiliki dengan korelasi dengan respon positif para investor tercermin dari peningkatan harga saham dari Bank Mandiri.

    4. Technology (Teknologi)
    Bank mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia. Didalam pemanfaatan teknologi bank mandiri telah mengunakan layanan khusus yaitu layanan internet banking (e-Banking) yaitu layanan informasi dan tranksasi mobile yang fleksibel selama 24 jam sehari dimana nasabah mampu melakukan tranksasi melalui fasilitas internet. Tapi kenyataannya masih menghadapi cukup kendala yaitu masih banyak nasabah yang memilih layanan lain. Bahkan ada nasabah yang lebih senang datang ke bank mandiri untuk bertranksasi daripada melakukan tranksasi di layanan internet banking. Hal,ini bisa di sebabkan karena banyak masyarakat yang kurang mengerti tentang teknologi. Selain itu dengan mengunakan perkembangan teknologi maka, bank mampu menyimpan kapasitas data jauh lebih besar
    Perkembangan teknologi juga berdampak pada persaingan antar bank. Selain itu berkembang pesatnya teknologi juga membuat kriminalitas cyber terjadi pada perbankan. Contoh cyber crime adalah key logger.
    Di internet banking Mandiri aman dari bahaya key logger karena Bank mandiri saat ini sudah mengunakan token pin mandiri. Dengan fasilitas ini, rekening Anda tidak mungkin disalahgunakan meskipun informasi yang Anda masukkan telah tertangkap oleh keylogger. Token PIN Mandiri ini berfungsi untuk menghasilkan PIN yang selalu berganti (PIN Dinamis) setiap kali nasabah melakukan transaksi finansial. Kesimpulannya pengaruh dari perkembangan teknologi pun juga mampu memberikan manfaat walaupun sisi negatif terus bertambah seiring perkembangan teknologi.

  2. Berikut analisis lingkungan eksternal pada perusahaan Samsung Group:
    1.) Industri
    a. Pelanggan
    Dalam samsung menurut pengamatan kami produk smartphone samsung membidik pangsa remaja lanjut hingga separuh baya , sedangkan dalam hal ekonomi samsung membidik pangsa pasar menengah keatas. Meskipun merupakan perusahaan yang berbasis di Korea Selatan, Samsung telah berhasil mengintegrasikan dirinya dengan baik di pasar negara berkembang di mana ia melakukan bisnis. Hal ini telah menghasilkan pola pikir, dan berperilaku lokal yang sangat efektif dalam menjembatani kesenjangan budaya dan sosial antara lanskap bisnis di Negara asalnya dan pasar di mana ia beroperasi.

    b. Pesaing Internasional
    · Samsung vs Sony
    Sejak 2003 penjualan Sony cukup stagnan atau cenderung turun. Selain itu profitabilitas merosot sejak tahun 1997. Penyebabnya adalah Sony tidak pernah lagi meluncurkan produk-produk inovasi baru. Perusahaan tersebut gagal berinvestasi secara dini dan agresif dalam mengembangkan produk-produknya yang menyebabkan kalahnya persaingan dengan perusahaan-perusahaan lain.
    Lain halnya dengan Samsung, Samsung merupakan sebuah perusahaan yang tidak sebesar Sony namun menawarkan produk-produk unggulan dan berkinerja hebat. TV dan produk electronics Samsung juga dikenal karena kualitasnya yang bagus. Samsung menduduki peringkat pertama untuk semikonduktor dan cukup tinggi peringkatnya untuk monitor LCD dan TV LCD. Samsung berhasil menemukan tren utama dalam industri elektronik dan berinvestasi secara agresif. Oleh karena itu kondisi keuangan Samsung dapat dikatakan lebih baik daripada Samsung.
    Sony memiliki sejarah meluas ke luar negeri yang lebih banyak daripada Samsung. Sony memiliki banyak pabrik produksi di luar negeri di seluruh dunia, Samsung memang kalah dari Sony dalam segala aspek globalisasi. Namun Samsung lebih sigap memanfaatkan peluang-peluang dan merancang strateginya, sebagai contoh strategi dalam menciptakan brand-marketing, dalam bidang sponsorship, R&D, dan desain produknya.

    · Samsung vs Apple
    Perseteruan Apple dan Samsung sempat menjadi headline news di berbagai berita. April 2011 Apple menggugatan kepada Samsung dianggap PC Galaxy Tab 10.1 menjiplak iPad, selang beberapa hari, Samsung menggugat balik apple yang dianggap meniru teknologi 3G dan wireless-nya . Mei 2011 Pengacara Samsung meminta kode dan data dari iPhone 5 dan iPad 3 karena Samsung mencurigai produk Apple yang terbaru meniru konsep Samsung. Pengadilan menolak permintaan dari Samsung. Agustus 2011 Samsung kalah di sidang pertama. Di Jerman melarang penjualan dari Galaxy Tab 10.1 di seluruh Eropa, kecuali Belanda.
    Oktober 2011 Di Australia pengadilan memutuskan melarang penjualan Galaxy Tab 10.1. Samsung dianggap meniru layar sentuh dan sistem pengendaliannya Apple. Januari 2012 Apple mengajukan gugatan ke Samsung dengan bukti berupa kode desain dan data sertifikat resmi dua produk mereka yang ditiru oleh 10 jenis produk Samsung. Maret 2012 Samsung menggugatan baru Apple. mengklaim 3 paten teknologinya digunakan Apple di iPhone 4S dan iPad 2. Gugatan dikeluarkan beberapa jam sebelum Apple meluncuran iPad 3.
    April 2012 Pengadilan Amerika Serikat memerintahkan keduanyabertemu untuk menemukan solusi tetapi negosiasi ini berakhir di tengah jalan. Agustus 2012 Juri memutuskan Samsung telah melanggar beberapa paten milik Apple. Memutuskan Samsung membayar ganti rugi sebesar $1,51 miliar kepada Apple, dan melarang penjualan smartphone Samsung di AS dihentikan.

    · Samsung vs Ericson
    Setelah kasusnya dengan Apple, Samsung dituntut oleh Ericson mengenai pelanggaran hak paten lagi. Pada kasus ini, tidaka ada kesepakatan harga royalti yang harus dibayarkan ke Ericson karena dinilai Ericson meminta harga terlalu tinggi terhadap Samsung. Samsung menilai kedua perusahaan mengacu pada prinsip fair, reasonable, dan nondiscriminatory (FRAND). Artinya, paten yang sama harus dikenakan harga yang sama kepada pihak yang berbeda.
    · Samsung vs Microsoft
    Kerjasama anatara Samsung dengan Microsoft juga tidak jalan semulus yang dibayangkan. Microsoft menuntut Samsung karena dinilai melanggar kontrak atas isu-isu yang timbul dari akuisisi Nokia. Samsung diminta untuk membayar ke Microsot untuk setiap paten yang berhubungan denga produknya. Namun Samsung menilai Microsoft melanggar ontrak, setelah akuisisi Nokia dan mengulurkan pada pembayaran royalti. Banyaknya kasus Samsung mengenai hak properti intelektual membuat Samsung lebih memperkuat dan menyadari pentingnya paten dan membuatnya untuk kerjasama denga Intellectual Venture untuk mengurus urusan paten yang dimiliki Samsung. Hak paten dapat sebagai alat untuk melindungi, defensi, dan membuktikan eksistensi sebuah perusahaan.

    2.) General
    a. Sosial-ekonomi
    Dalam samsung menurut pengamatan kami produk smartphone Samsung membidik pangsa remaja lanjut hingga separuh baya , sedangkan dalam hal ekonomi Samsung membidik pangsa pasar menengah keatas.
    Meskipun merupakan perusahaan yang berbasis di Korea Selatan, Samsung telah berhasil meng-integrasikan dirinya dengan baik di pasar negara berkembang di mana ia melakukan bisnis. Hal ini telah menghasilkan pola pikir, dan berperilaku lokal yang sangat efektif dalam menjembatani kesenjangan budaya dan sosial antara lanskap bisnis di Negara asalnya dan pasar di mana ia beroperasi.
    b. Teknologi
    Persaingan smartphone dan tablet di era sekarang menuntut banyaknya inovasi dan tekhnologi yang baru baik dari sisi Hardware maupun Softwarenya. Seperti banyaknya bermunculan OS baru yang mana OS merupakan software sebuah smartphone. Smartphone ataupun tablet juga memiliki sistem operasi yang powerfull untuk mendukung beragam aplikasi dan kebutuhan penggunanya. OS yang sekarang sedang marak di perbincangkan antara lain adalah :
    · Android. Sekarang ini segala penjuru dunia pengguna gadget sudah mengenal Android. Android di kembangkan berdasarkan sistem kernel linux sehingga di kategorikan dalam sistem operasi yang bersifat terbuka. Semua vendor ponsel ternama untuk sekarang sudah menggunakan Android sebagai OS nya tidak terkecuali Samsung.
    · Bada. Bada adalah sebuah mobile operating system yang telah dikembangkan oleh Samsung Elektronics. OS ini di desain untuk high-endsmartphones dan lower-end feature phones. Samsung menklaim bahwa Bada akan menggantikan tempat di dunia property feature phone platform, menggantikan feature phones menjadi smartphone.
    · BlackberryOS. BlackberryOS mempunyai keunggulan pada fiturnya yang bernama Blackberry Messenger yaitu pesan instant sesama pengguna perangkat Blackberry.
    · iOS. Tentunya kita sudah tak asing lagi dengan device yang bernama iPhone. iOS adalah sistem operasi yang hanya bisa di temui pada perangkat pabrikan Apple Inc. iOS merupakan sistem operasi yang di kembangkan dari Mac OS X. iOS juga merupakan sistem operasi yang open source di bawah naungan Apple Public Source License (APSL). Di iOS terdapat abstraction layers, Core OS layers, Core Service layers, Media layers, Cocoua Touch Layers. iOS juga terkenal akan SIRI yaitu sejenis voice command yang terkenal akan ke akuratannya. iOS juga memiliki interface yang sangat elegan. Pada versi terbaru, terdapat perubahan baru dan “penambalan” atas bug, terdapat juga iMessage yang merupakan instant messenger bagi sesama pengguna IOS.
    · MeeGO. MeeGo adalah sebuah sistem operasi mobile yang berbasis linux dan sebuah proyek open source alias gratis. MeeGo dikembangkan untuk berbagai perangkat keras seperti netbook, komputer tablet, nettops (dekstop komputer yang berbentuk lebih kecil), in-vehicle infotaiment devices (perangkat infotaiment dalam kendaraan), smartTV, smartphone dan lain sebagainya. MeeGo OS merupakan OS yang terhitung baru dan diperkenalkan pada Mobile World Congress tahun 2010 dan yang memperkenalkan adalah Intel dan Nokia.
    · Palm OS. Palm OS merupakan sistem operasi smartphone dan PDA yang dikembangkan oleh Palm Inc. pada tahun 1996. Palm OS diciptakan untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya ketika digunakan dengan user interface yang berbasis touchscreen. Saat ini, versi berlisensi dari merek dagang Palm OS berubah menjadi OS Garnet dengan versi terbarunya Palm OS Garnet 5.4.9. Palm OS awalnya dikembangkan di bawah komando Jeff Hawkins dari palmComputing, Inc. Lalu kemudian diakuisisi oleh US Robotic Corp dan akhirnya dibeli oleh 3Com. Pada bulan Januari 2002 silam, Palm mendirikan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki untuk dikembangkan dengan lisensi Palm OS yang dinamakan dengan PalmSource. Tahun 2007 tepatnya pada tanggal 25 Januari, ACCESS mengumumkan perubahan nama sistem Palm dari Palm OS menjadi OS Garnet hingga sekarang ini.
    · Symbian. Nokia adalah salah satu merk lawas yang hampir semua orang sudah mengetahuinya. Symbian juga bukanlah sistem operasi yang open source, tetapi karna diperlukan API sehingga banyak pihak developer yang salah mengartikan bahwa source code nya tidak di distribusikan secara bebas.
    · Windows Phone. Tidak hanya membuat sistem operasi untuk kebutuhan dekstop, Microsoft juga ikut bersaing dalam sistem operasi mobile. Versi terbaru OS buatan Microsoft ini adalah Windows Phone 8 yang akan berjalan di atas kernel Windows NT, yang biasa digunakan untuk segmen entreprise. Nokia dan HTC adalah dua dari sekian vendor gadget yang menggunakan OS ini. Jajaran ponsel Nokia yang menggunakan OS Windows Phone adalah seri Lumia. Sedangkan beberapa seri smartphone HTC yang memakai OS ini adalah HTC Zenith, HTC Accord dan HTC Rio.

    Siti Nuraini

    1. contoh analisi pest pada bank mandiri{ perso}

      Saat ini, perpolitikan Indonesia pasca pergantian presiden periode 2014 – 2019 belum sepenuhnya stabil. Hal ini tentunya berdampak pada lingkungan bisnis dan perbankan Indonesia. Gejolak politik akan memengaruhi para investor dan pelaku bisnis untuk berinvestasi di dalam negeri saat ini. Ditambah pula dengan baru saja dilantiknya jajaran kabinet Indonesia periode 2014 – 2019. Para investor pun hanya bisa memprediksi tanpa mengetahui bagaimana keadaan Indonesia sebenarnya. Keadaan ini dibuktikan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan menurunnya pergerakan saham Indonesia dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah diindikasikan karena belum adanya kepastian perkembangan ekonomi Indonesia.

      Disamping itu, dengan masih labilnya politik, maka ini juga memengaruhi tingkat likuiditas perbankan, sehingga kondisi ini akan membuat ketidakpastian para investor yang bakal berinvestasi di Indonesia. Perbankan pun juga masih menunggu atas kebijakan yang akan dicanangkan pemerintah. Namun selama ini, kebijakan pemerintah terhadap perbankan belum ada perubahan yang signifikan.
      2.      Economic (Ekonomi)
      ·         Kisruh Politik yang terjadi di Indonesia saat ini yang masih belum jelas akan berdampak secara ekonomi di Indonesia. Hal ini akan berdampak negatif , salah satu dampak negatif nya adalah akan menurunnya kepercayaan investor.
      ·         Kondisi persaingan perbankan yang semakin ketat diIndonesia untuk memperebutkan pelanggan akan membuat Bank mandiri selalu memikirkan berbagai strategi untuk menghadapi pesaing-pesaingnya, jika tidak maka kemingkinan terburuk akan terjadi. Beberapa competitor kuat Bank Mandiri seperti BCA dan BRI.
      ·         Adanya kenaikan harga minyak dunia  akan menimbulkan dampak negatif , kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah pemerintah tidak akan sanggupn untuk memberikan subsidi BBM lagi, yang nantinya akan membuat harga BBM meningkat, dan secara otomatis hal ini akan menyebabkan semakin tingginya inflasi yang akan berdampak buruk bagi perekenomian dan perbankan di Indonesia, termasuk bagi Bank Mandiri Tbk.
      ·         Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan jasa Perbankan di Indonesia akan membuat adanya  peluang besar ekonomi  bagi Bank Mandiri.
      3.      Social (Sosial)
      Bank Mandiri telah melakukan transformasi budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya yang diterapkan pada pedoman kerja pegawai. Hal tersebut tercermin dari prestasi Bank Mandiri menjadi service leader perbankan nasional dengan menempati urutan pertama pelayanan prima selama empat tahun berturut-turut (tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010) berdasarkan survey Marketing Research Indonesia ( MRI). Prestasi lain, Bank Mandiri juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penerapan Good Corporate Governance, dan dari dua pencapaian tersebut memiliki dengan korelasi dengan respon positif para investor tercermin dari peningkatan harga saham dari Bank Mandiri.
      4.      Technology (Teknologi)
      Bank mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia. Didalam pemanfaatan teknologi bank mandiri telah mengunakan layanan khusus yaitu layanan internet banking (e-Banking) yaitu layanan informasi dan tranksasi mobile yang fleksibel selama 24 jam sehari dimana nasabah mampu melakukan tranksasi melalui fasilitas internet. Tapi kenyataannya masih menghadapi cukup kendala yaitu masih banyak nasabah yang memilih layanan lain. Bahkan ada nasabah yang lebih senang datang ke bank mandiri untuk bertranksasi daripada melakukan tranksasi di layanan internet banking. Hal,ini bisa di sebabkan karena banyak masyarakat yang kurang mengerti tentang teknologi. Selain itu dengan mengunakan perkembangan teknologi maka, bank mampu menyimpan kapasitas data jauh lebih besar
      Perkembangan teknologi juga berdampak pada persaingan antar bank. Selain itu berkembang pesatnya teknologi juga membuat kriminalitas cyber terjadi pada perbankan. Contoh cyber crime adalah key logger.
      Di internet banking Mandiri aman dari bahaya key logger karena Bank mandiri saat ini sudah mengunakan token pin mandiri. Dengan fasilitas ini, rekening Anda tidak mungkin disalahgunakan meskipun informasi yang Anda masukkan telah tertangkap oleh keylogger. Token PIN Mandiri ini berfungsi untuk menghasilkan PIN yang selalu berganti (PIN Dinamis) setiap kali nasabah melakukan transaksi finansial. Kesimpulannya pengaruh dari perkembangan teknologi pun juga mampu memberikan manfaat walaupun sisi negatif terus bertambah seiring perkembangan teknologi.
      5.      Environment (Lingkungan)
      Secara geografis Indonesia diuntungkan dengan letaknya yang berada diantara 2 benua dan samudra. Hal ini akan mengu           ntungkan Indonesia dalam perdagangan dalam skala nasional dan internasional. Namun potensi bencana yang ada Indonesia cukup besar seperti Gempa bumi, gunung meletus, Tsunami dan lain sebagainya. Kondisi tersebut akan mempengaruhi kegiatan operasi dan keamanan Bank Mandiri. Hal ini dikarenakan cukup banyak kantor cabang Bank Mandiri berada di daerah yang rawan bencana.
      Law (Hukum)
      ·         Dengan adanya kerjasama yang baik antara BI dengan Pemerintah, serta sekarang adanya kerjasama dengan OJK (beberapa tugas BI sudah diambil alih oleh OJK) akan membuat BI dapat memantau terus perngaruh eksternal dan internal yang akan berdampak pada perekonomian  dan perbankan din Indonesia serta dapat menyusun strategi untuk selalu menjaga kestabilan pereknomian.
      ·         Adanya peraturan baru di tahun 2014 yaitu Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/1/PBI/2014 tanggal 21 Januari 2014 tentang Perlindungan Konsumen Jasa Sistem Pembayaran Peraturan Bank Indonesia (PBI) ini terkait pengaturan mengenai  perlindungan konsumen jasa sistem pembayaran  yang dimaksudkan untuk mencerminkan prinsip-prinsip perlindungan konsumen. Dengan adanya peraturan tersebut diharapkan dapat membantu setiap konsumen pengguna jasa sistem pembayaran (contoh yang paling sederhana adalah pemegang kartu kredit atau ATM/debet) untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa sistem pembayaran. Kaitannya dengan bank Mandiri adalah bank Mandiri sebagai salah satu bank dengan jumlah ATM terbanyak yang tersebar di seluruh Indonesia harus memperhatikan regulasi baru ini karena ini nanti memiliki dampak terhadap kepercayaan konsumen lama maupun calon konsumen baru bank Mandiri untuk menggunakan produk mandiri.

      nama: famela nur ainun
      kls :mnj d
      npm: 2402312158

  3. Contoh Analisis Pest pada PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
    PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) adalah perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainmet) terbesar di Indonesia. Dengan portofolio yang terdiri dari sembilan anak perusahaan konsolidasi yang bergerak di bidang telepon tidak bergerak, seluler, aplikasi, konten, komunikasi data, property dan konstruksi, Telkom Group adalah salah satu dari perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, yang memiliki sekitar Rp.139.104 miliar kapitalisasi pasar di BEI pada akhir tahun 2008. Telkom adalah pemain paling dominan dalam industri telekomunikasi.

    Dari kondisi tersebut menarik kiranya bila mencari tahu bagaimana perencanaan strategis Telkom dalam menjalankan usahanya. Dengan menggunakan pendekatan analisis PESTEL, maka kita akan mengetahui kondisi internal dan eksternal Telkom. Dari hasil tersebut akan dapat disimpulkan mengenai perencanaan strategis Telkom.

    Analisis PEST(EL)
    Analisis PEST merupakan analisis eksternal makro-lingkungan yang akan mempengaruhi semua perusahaan. P.E.S.T. merupakan akronim untuk Politik, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi faktor eksternal makro-lingkungan. Disini ditambahkan dua unsur lagi, yaitu Environment (lingkungan) dan Law & Regulation (Hukum dan Regulasi).

    A. Politic (Politik)
    Peristiwa politik dan sosial yang terjadi di Indonesia saat ini dapat memberi dampak merugikan pada kegiatan bisnis di Indonesia. Indonesia telah mengalami proses perubahan demokrasi, yang mengakibatkan timbulnya berbagai peristiwa sosial dan politik yang menimbulkan ketidakpastian peta politik di Indonesia. Peristiwa ini secara umum telah menimbulkan ketidakpastian politik, di samping gejolak sosial dan sipil yang tercermin dengan adanya sejumlah kejadian dalam beberapa tahun terakhir.
    Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini. Tidak ada jaminan bahwa Pemerintah akan seterusnya menjadi pelanggan Telkom dan atau Telkomsel.
    Sebagai BUMN, intervensi dari pemerintah kadang membuat Telkom tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.

    B. Economic (Ekonomi)
    Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini.
    Kemungkinan krisis keuangan global akan berdampak buruk secara material terhadap Telkom. Indonesia telah merasa efek krisis keuangan global. Laju inflasi meningkat, negara-negara pengimpor menurunkan pesanannya dan nilai ekspor ikut menurun. Beberapa perusahaan melaksanakan program-program penurunan jumlah karyawan dan cuti tanpa gaji. Seluruh faktor tersebut mengakibatkan penurunan tingkat pembelanjaan konsumen, yang telah berdampak negatif terhadap pendapatan Telkom.
    Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan yang jumlahnya makin kecil, ditambah dengan krisis ekonomi pada saat ini akan membuat sejumlah operator kecil untuk melakukan konsolidasi.
    Jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat telah mendorong permintaan yang tinggi akan layanan telekomunikasi. Industri telekomunikasi akan terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan akan meningkatkan permintaan layanan telekomunikasi.

    C. Social (Sosial)
    Masyarakat semakin menuntut mobilitas dan fleksibilitas dari alat komunikasinya, telepon rumah “tradisional” tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan adanya perubahan terhadap gaya hidup migrasi ke arah seluler dan pilihan produk mobile lainnya tidak lagi dapat dihentikan dan kondisi tersebut dapat berdampak pada bisnis telepon tidak bergerak kabel.

    D. Technology (Teknologi)
    Tantangan di masa depan adalah melakukan transformasi secara penuh untuk menjadi perusahaan yang fokus kepada pelanggan yang didukung oleh teknologi dan struktur organisasi yang tepat dan yang dapat membuat seluruh insan Telkom untuk bekerja bersama secara efektif.
    Teknologi new wave telah berkembang secara pesat dalam sepuluh tahun terakhir ini dan sedang merubah cara kita berkomunikasi antara satu dengan yang lain, dalam mengakses hiburan dan pekerjaan. Walaupun Telkom mengharapkan layanan tidak bergerak kabel akan tetap menjadi dasar bisnis untuk ke depannya, namun Telkom juga secara agresif bertumbuh dalam bisnis new wave-nya yang telah mengubah sejumlah pilihan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi melalui platform multimedia.

    Yani Yuliani
    2402314240

  4. PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat. Satelindo beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikannya sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek di Indonesia, dan Amerika Serikat New York Stock Exchange. Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003 Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah satu operator selular utama di IndonesiaPada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.Pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communication Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%.Pada tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik).

    Berikut analasis untuk mengetahui dampak dari PEST
    1.Politik
    Keadaan politik sangat mempengaruhi kinerja di Indosat. Kondisi politik yang belum stabil khususnya di Indonesia, merupakan salah satu factor yang menyebabkan para investor asing masih ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Kondisi keamanan di dalam negeri yang sampai saat ini belum kondusif, disebabkan oleh banyaknya pesaing dan perebutan kekuasaan antar partai politik di dalam negeri dan kurangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah sehingga masih seringnya terjadi demonstrasi yang berakhir dgn kerusuhan. Selain itu hokum yang diterapkan di Indonesia yang kurang menyakinkan menyebabkan para investor takut, dan di khawatirkan hukum yang ada malah akan membuat mereka terjerat dan merugi.
    2.Ekonomi
    Secara umum pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang semakin berkembang, sehingga menyebabkan adanya angina positif juga ke area industry dan tidak terkecuali di industry telekomunikasi. Alat telekomunikasi bukan hanya untuk berkomunikasi antara saudara, teman, maupun kerabat melainkan digunakan untukkomunikasi bisnis. Oleh sebab itu semakin cepat dan mudahnyapenggunaan telekomunikasi akan membuat perkembangan ekonomipula. Sebagai contoh, kalau para eksportir maupun importir jika tidakberhubungan dengan pembelinya (apalagi jika pembelinya dari luarnegeri) tentu saja peran komunikasi akan mempengaruhi tingkat penjualan mereka yang tentu saja secara tidak langsung akan berakibat juga di bidang ekonomi. Selain itu akan terselenggaranyakebijakan AFTA, dimana akan meningkatkan daya saingperekonomian di ASEAN.
    3.Sosial
    Perkembangan industri telekomunikasi terhadap faktor sosial adalah tidak terkecuali baik penggunanya dari desa maupun dari kota,maupun berbeda ras dan juga berbeda jarak baik maupun dibelahandunia manapun, masyarakat dapat saling berkomunikasi. Hal inilahyang menyebabkan perkembangan industri telekomunikasi semakinpesat. Selain itu juga alat telekomunikasi merupakan suatu kebutuhanyang digunakan bukan hanya untuk saling berkomunikasi lewat suara,melainkan menyelusuri dunia maya, menikmati fasilitas lainnya
    seperti menonton televisi, mentrantransfer uang, dsb.
    4.Teknologi
    Jika berbicara tentang teknologi tentu saja sudah menjadi suatu gaya hidup yang baru dalam abad ke-21 ini. Perkembangannya pun tidakluput dirasakan oleh industri telekomunikasi, hal ini dapat dilihat dari transfer uang, dsb.
    perkembangan alat – alat telekomunikasi, yang tentu saja dalam halini sebagai provider. Layanan yang ditawarkan oleh provider bukanhanya untuk saling berbicara lewat telepon, dan mengirimkan SMSmelainkan melakukan transaksi bisnis, melakukan transaksi –transaksi lain yang berhubungan dengan bank, menonton televisi,browsingdunia maya, dsb.
    Berdasarkan analisis PEST, kesimpulan yang didapat adalahpengaruh kegiatan politik, ekonomi, sosial, serta teknologi berdampakpenting bagi PT. Indosat, Tbk. Pada dasarnya Indonesia memiliki peluang dalam perkembangan industri terutama di industry telekomunikasi, karena komunikasi merupakan kebutuhan primer sehingga secara tidak langsung perkembangannya pun merupakan kebutuhan yang harus selalu dilakukan. Dari segi politik dapat dilihat,bahwa sesungguhnya terdapatpeluang untuk meningkatkankredibilitas perusahaan dan Negara apabila masyarakat mau secarabersama – sama untuk membangun negara yang adil, damai, dan taathukum sehingga para investor pun senang berinvestasi disini. Selainitu juga dari faktor diatas tentu saja akan mempengaruhi bidangekonomi karena semakin banyak perusahaan yang ingin berinvestasidi Indonesia maka semakin meningkat pula perkembangan ekonomidi negara ini. Dari bidang sosial, dapat dilihat bahwa perkembangan telekomunikasi merupakan gaya hidup yang setiap harinya berkembang, tren masa kini telekomunikasi bukan hanya digunakan untuk saling komunikasi melainkan untuk melakukan segala aktifitas dan tentu saja hal ini berhubungan dengan teknologi yang digunakan sehingga komunikasi yang terjadi bukan hanya sekedar komunikasi biasa.

    Dyta Aditya Zuwita
    2402314208

  5. PESTLE Analisis pada PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau biasa dipanggil PT PP (Persero)Tbk
    PT.PP (Persero)Tbk adalah salah satu perusahaan BUMN(Badan Umum Milik Negara), perusahaanini juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI) dan merupakan perusahaan yang memiliki harga saham yang stabil. Menurut sejarah perusahaan ini berdiri pada tanggal tanggal 26 Agustus 1953, Perusahaan ini bergerak di bidang jasa konstruksi bangunan sepertipenyedia jasa pelayanan konstruksi bagi publik : yang berfokus pada kegiatan mencakup gedung bertingkat, jalan, jembatan, bendungan, irigasi serta pembangkit listrik. Kegiatan usaha konstruksi ini bernilai historis, menjadi simbol negara, dan memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat,karena menjadi sarana dan prasaranan yang menjadi hajat orang banyak. Selain itu perusahaan juga bergerak dalam sektor properti dan realti, yaitu dengan melaksanakan pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian sejumlah gedung komersial, hotel, apartemen, perkantoran, permukiman, mal, trade center dan fasilitas lain untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang terus berkemang berevolusi.
    Adapun contoh sejumlah proyek yang pernah dikerjakan PT. PP diantaranya seperti :
    PLTU Muara Karang,PLTA Saguling, Pelabuhan Tanjung PerakSurabaya, Gedung MPR RI ,Gedung Menara Kuningan, Gedung Istana Negaradan juga Gedung Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
    PESTLE Analisis merupakan alat yang sangat berguna dalam memahami gambaran menyeluruh lingkungan dimana usaha anda beroperasi serta kesempatan maupun ancaman yang ada disekitarnya. Dengan pemahaman lingkungan secara menyeluruh dimana usaha berada, kita dapat mengambil kesempatan yang ada serta meminimalisir resiko atau ancaman. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi seperti faktor ; Politik, Ekonomi, Sosial, Tekhnologi, Hukum dan faktor Lingkungan.
    Berikut adalah PESTLE Analisis pada PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk :
    1.Faktor Politik
    Kondisi politik di indonesia pada saat sekarang ini belum stabil, ini terlihat dari pemilu 2014 kemarin, yang dimana presiden sudah terpilih tapi masih terlihat perbedaan kubu di kursi DPR antara pendukung presiden yang satu dengan presiden yang lain, pemilu kemarin juga sangat penting karena berpegaruh pada situasi perpolitikan di indonesia. selain itu kisruh politik terjadi terjadi antara Gurbernur DKI Jakarta Ahok dengan Haji Lulung yang menjabat wakil DPRD DKI jakarta kemudian ada juga kisruh antara institusi penegak hukum seperti KPK dan Polri ini juga berdampak pada proses pembangunan, yang akhirnya akan berdampak pada kelangsungan bisnis dari PT. PP, mengapa demikian karena PT. PP adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi, yang tadinya proyek – proyek pemerintah yang akan sudah dicanangkan dan akan dibangun, bisa terbengkalai karena adanya kisruh politik tersebut, contoh seperti pembangunan Gedung DPRD, Wisma Atlet, selain itu jika kondisi politik kisruh seperti yang terjadi pada sekarang ini, akan mempengaruhi perilaku investor baik dalam negeri maupun luar negeri , yang tadinya para investor yang ingin menanam modal dan membangun gedung atau properti, karena melihat kondisi perpolitikan tidak stabil, para investor tersebut tidak jadi membangun, karena ragu atau tidak percaya serta takut merugi karena faktortersebut.
    2.Faktor Ekonomi
    Pada tahun 2014 sampai 2015 ini banyak sekali tangtangan di dalam lingkungan ekonomi seperti kenaikan harga BBM pada akhir 2014 kemarin, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 yang menurundibanding tahun – tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar 5,1 %, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang sangatlah tajam, dari Rp 12.000 sampai mencapai Rp 14.800 lebih, tetapi untungnya Rupiah menguat lagi sampai pada titik Rp13.800-an,. Semua itu sangatberpengaruh pada kelangsungan usaha yang dijalankan PT. PP, yang terlihat pada proyek – proyek yang dikerjakan PT. PP, contoh seperti inflasi yang terjadi/ pelemahan rupiah terhadap dollar yang akhirnya akan berdapak pada mahalnya harga – harga material yang akhirnya akan berdampak pada melonjaknya harga proyek, karena harga proyek yang PT. PP kerjakan biasanya mengikuti harga dollar. Sehingga pada kasus ini daya beli investor, swasta dan daya beli pemerintah terhadap proyek – proyek tersebut menurun, yang akhirnya berujung pada penundaan kontrak, penurunan spesifikasi kontrak, bahkan lebih buruknya bisa mengakibatkan batalnya kontrak atau perjanjian. Inflasi juga mengakibatkan pendapatan usaha dari PT. PP menurun karena banyak nya kontrak yang tertunda dan batal.
    3.Faktor Sosial
    Dari segi sosial, Perusahaan mendapatkan banyak keuntungan, karena maupun ditahun ini mengalami kenaikan harga bahan – bahan pokok, harga material, Kenaikan harga BBM, Inflasi, namun Gaya hidup (Lifestyle) masyarakat saat ini menunjukan kecenderungan yang meningkat, ini terlihat dari proyek pembangunan apartemen, gedung hotel, mall, tradecenter, restaurant. kecenderungan tersebut menunjukan konsumsimasyarakat yang semalin meningkat, sehingga Perusahaan konstruksi dalam hal ini PT. PP sangatlah diuntungkan. tetapi selain melihat pangsa pasar,perusahaan inijuga berkewajiban menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) berupa bina lingkungan, mensejahterakan masyarakat dengan melakukan aktivitas seperti pendidikan, kesehatan, membangun sarana umum,pengentasan kemiskinan serta pelestarian lingkungan. semua itu sangatlah peting dilakukan, karena berpengaruh pada nama baik atau citra PT. PP itu sendiri, yang selanjutnya berpengaruh pada usaha yang dijalankanPT. PP di tahun mendatang.
    4.Faktor Teknologi
    Berkembangnya teknologi juga mepengaruhi proses dari kerja perusahaan, yang tadinya sulit sekarang menjadi semakin mudah karena adanya kemajuan teknologi, contoh kemajuan Teknologi yang berdampak pada PT. PP adalah Sistem Informasi. Adanya tata kelola Sistem informasi yang baik yang berjalan di dalam suatu perusahaan, maka informasi yang dijalankan dapat berjalan secara sistematis, terkendali dan efektif, bahkan dapat secara efisien mengurangi biaya oprasional dan meningkatkan daya saing perusahaan. selain itu dari adanya kemajuan teknologi berdampak pada proses produksi perusahaan sepertigreen buildingdangreen construction. yang dimana PT. PP dalam melaksanakan pembangunan gedung, membangun gedung yang asri dan ramah lingkungan seperti membangun penyaringan air bersih, membangun gedung yang bisa meresap air, yang dalam hal ini bisa menjadi keuntungan PT PP karena dapat menjadi keunggulan bersaing PT. PP terhadap pesaingnya.5.Faktor HukumHukum adalah faktor yang sangat penting bagi kelangsungan Bisnis sebuah perusahaan, jika dilihat hukum yang ada di indonesia, sudah Bagus, namun masyarakat masih banyak yang melanggar hukum selain itu penegakan hukum yang ada di indonesia juga belum tegas, sehingga korupsi masih banyak di indonesia, ini bisa berdampak pada kelangsungan bisnis Perusahaan BUMN seperti PT. PP. contohnya saja, jika dana proyek – proyek pemerintah banyak yang dikorupsi oleh oknum pemerintah yang tak bertanggung jawab, maka proyek tersebut bisa diundur, bahkan batal. Sehingga dalam hal ini PT. PP dirugikan, karena seharusnya PT. PP bisa menggarap proyek tersebut. jadi tak bisa menggarap proyek tersebut, karena proye tersebut batal. Selain itu selama iniPT PP merupakan perusahaan yang baik,dan salah satu perusahaanGood Corporate Governance (GCG)atau merupakan perusahaan dengan citra yang baik di mata masyarakat dan pemerintah.
    6.Faktor Lingkungan
    Pada awal 2014, Indonesia mengalami bencana musiman yang kerap terjadi secara berulang yaitu banjir, musibah banjir yang terjadi mengakibatkan banyakaktivitas ekonomi terhambat, terutama dari tingkat mobilitas yang membutuhkan transportasi darat, yang akhirnya berdampak pada pengangkutan bahan mentah dan sumber daya alam terhambat dan mahal, di sisi lain, masyarakat mengalami banyak kerugian dari segi finansial dan operasional, kerugian ini lagi – lagi menagkibatkan daya beli masyarakat turun yang berdampak pada usaha yang dijalankan PT. PP. Namun selain itu jika di lihat dari segi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, sungai dan danau, PT. PP banyak mendapatkan keuntungan, karena banyak proyek PT. PP yang berkaitan dengan kondisi geografis seperti jembatan, karena masih banyak sungai besar yang ada di seluruh indonesia. pembangunan pelabuhan, karena indonesia merupakan negara kepulauan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), DAM, dan saluran irigasi karena di indonesia masihbanyak waduk dan lahan pertanian, yang merupaka sektor penting bagi bangsa indonesia, selain itu terkait perizinan mengenai dampak lingkungan, PT. PP selama ini baik – baik saja, karena jika perusahaan selalu mengikuti ketentuan hukum dan AMDAL yang berlaku, perusahaan tidak akan dihadapkan oleh kasus lingkungan yang tidak semestinya terjadi.

    Gina Haeruni
    2402314211

  6. Contoh analisis PEST PT Aqua Golden Mississippi (Mizone)
    Menurut Ward and Peppard (2002, p70) Analisis PEST adalah analisis terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan teknologi. PEST digunakan untuk menilai pasar dari suatu unit bisnis atau unit organisasi. Arah analisis PEST adalah kerangka untuk menilai sebuah situasi, dan menilai strategi, arah perusahaan, rencana pemasaran, atau ide. Dimana analisis ini cukup mempengaruhi perusahaan, karena melalui analisis ini dapat diambil suatu peluang atau ancaman baru bagi perusahaan.
    Faktor-faktor dari lingkungan biasanya dianggap bersama-sama dalam tahap awal pemikiran strategis, selain hanya menggunakan PEST, pendekatan analisis seperti faktor legal (hukum) biasanya disertakan dengan faktor-faktor politik dan ecological / environmental dengan faktor-faktor sosial dalam analisis PEST standar. Monitoring yang cermat pada faktor-faktor ini dapat menyebabkan peluang bisnis yang signifikan dan dapat mengidentifikasi potensi ancaman tepat pada waktunya sehingga dapat mengambil tindakan untuk mengurangi dampak tersebut.

    Analisis PEST
    a) Politik
    1.Undang-undang perlindungan alam : adanya UU perlindungan alam maka akan menjadikan kendala bagi Aqua karena air yang di produksi berasal dari alam
    2.Peraturan ekspor impor : apabila pemerintah membuat peraturan ekspor impor yang terlalu rumit maka akan menjadikan kendala Aqua dalam mengekspor produknya
    3.Peraturan khusus daerah pusat
    4.Perubahan UU perpatenan : dengan adanya perubahan UU perpatenan hak maka akan menyulitkan Aqua untuk tetap menggunakan merk tersebut.

    b) Ekonomi
    1.Tingkat produktivitas kerja
    Apabila produktivitas kerja menurun maka akan berdampak pada pendistribusian produk yang akan menurun dan akan mengecewakan konsumen karena permintaan akan produk tidak terpenuhi secara maksimal
    2.Perbedaan pendapat menurut kawasan dan kelompok konsumen
    Apabila pendapatan pada kelompok ekonomi menengah, danekonomi menengah ke atas sudah pasti akan meningkatkan penjualan produk, dan meningkatkan pelanggan. Tetapiapabila pendapatan kelompok menengah ke bawah yang biasanya bermukim di pedesaan atau pinggiran kota, merekahanya akan membeli air kemasan jika hendak bepergian, danuntuk kesehariannya mereka cenderung memilih untuk memasak air sendiri. Dengan demikian berpengaruh terhadap pendistribusian produk Aqua meskipun tidak terlalu besar
    3.Tarif Pajak
    Jika pemerintah menaikkan pajak maka biaya perusahaan juga akan meningkat, sehingga bisa terjadi harga produk juga akan naik.

    c) Sosial
    1.Pendapatan per kapita
    Semakin tinggi pendapatan per kapita maka semakin meningkat permintaan pasar, dan akan meningkatkan produksi
    2.Kemacetan lalu lintas
    Apabila tingkat kemacetan lalu lintas tinggi maka akan meningkatkan produksi
    3.Gaya Hidup
    Apabila masyarakat memilih gaya hidup sehat maka akan berpengaruh terhadap permintaan produk dan konsumen akan beralih menjadi pelanggan
    4.Lingkungan Dalam Kota
    Apabila lingkungan dengan cuaca yang panas akan berpengaruh terhadap peningkatan permintaan, tetapi apabila lingkungan dengan cuaca yang dingin maka permintaan akan menurun.

    d) Teknologi
    1.Mesin produksi yang canggih
    2.Internet
    Dengan adanya teknologi seperti internet yang sudah kita rasakan seperti sekarang ini, akan memberi banyak kemudahan untuk Aqua dalam memberikan informasi kepada stakeholder. Juga memberi kemudahan untuk menguasai pasar di Indonesia atau Negara-negara lain.

    Herlina agustini 2402314213

  7. Keberadaan PT Intan Pariwara dipengaruhi oleh kondisi PEST di Indonesia. Kondisi-kondisi tersebut meliputi kondisi politik, ekonomi, sosial dan teknologi.

    POLITIK
    Kepres No. 4 Tahun 1990 mengenai serah￾simpan karya cetak dan karya rekam. Permendiknas No.11 Tahun 2005 mengenai ketentuan tidak boleh menjual buku langsung ke sekolah-sekolah. Rencana Depdiknas yang akan membeli hak cipta sejumlah buku diakses gratis (softcopy atau download dari internet) oleh masyarakat.

    EKONOMI
    Kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil berpengaruh pada pembelian buku dan tidak dimasukkannya buku dalam agenda kebutuhan masyarakat. Tingkat UMR (Upah Minimum Regional) yang dirasa masyarakat masih terlalu sedikit bahkan ada yang mendapat gaji di bawah UMR tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.

    SOSIAL
    Budaya membaca masih belum dapat diterapkan di Indonesia. Kebutuhan akan buku belum dimasukkan dalam agenda kebutuhan masyarakat. Faktor geografis setiap daerah di Indonesia berpengaruh pada pemasaran dan pengiriman buku ke perwakilan.

    TEKNOLOGI
    Teknologi informasi yang terus berkembang di
    Indonesia mulai dari dengan adanya internet, jaringan komputer sampai adanya layanan mobile.

  8. PT. Patrinsaka adalah perusahaan yang bergerak di dalam
    industri makanan ringan, dan fokus memproduksi makanan
    ringan biskuit dan wafer. Visi PT. Patrinsaka adalah membuat
    biskuit yang lezat dan bergizi tinggi sedangkan misi PT.
    Patrinsaka adalah menjadikan perusahaan mempunyai pangsa
    pasar yang luas, dengan produk yang berkualitas, dan dengan harga yang bersaing.

    a. Politik
    Faktor-faktor politik yang berpengaruh terhadap lingkungan
    bisnis yaitu kebijakan tentang pajak, peraturan
    ketenagakerjaan, peraturan perdagangan, dan stabilitas politik.
    Dalam kebijakan pajak, program terbaru yang muncul adalah
    tax amnesty, PT. Patrinsaka juga telah memenuhi peraturan
    perpajakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah selama ini.
    Peraturan ketenagakerjaan perusahaan telah mengikutkan
    semua karyawannya dalam program BPJS. Di dalam peraturan
    perdangan industri makanan dan minuman, perusahaan
    makanan dan minuman wajib memenuhi standar BPOM agar
    memperoleh izin menjalankan usahanya. Oleh karena itu PT.
    Patrinsaka telah memenuhi standar sertifikasi BPOM.
    Perusahaan juga telah memberikan gaji pada seluruh
    karyawannya sesuai peraturan UMK.

    b. Ekonomi
    Berdasarkan analisa pertumbuhan ekonomi, standar nilai
    tukar, dan tingkat inflasi sengat erat hubungannya dengan harga
    produk dan jasa serta daya beli konsumen. Ketika pertumbuhan
    eknomi, standar nilai tukar, dan tingkat inflasi memburuk maka
    daya beli masyarakat juga ikut memburuk dimana perusahaan
    langsung merasakan dampaknya dimana penjualan juga ikut
    menurun.

    c. Sosial
    Kondisi lingkungan sosial memberikan pengaruh kepada
    perusahaan, dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk
    maka gaya hidup dari masyarakat tersebut pun berubah dan
    semakin beragam. Oleh karena itu di dalam aspek sosial sebuah
    perusahaan memerlukan sebuah inovasi untuk terus bisa
    memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat yang makin
    beragam. Perubahan gaya hidup sosial masyarakat membuka
    peluang yang bisa dieksplorasi lagi oleh perusahaan guna
    meningkatkan kinerja perusahaan.

    d. Teknologi
    Aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi PT.
    Patrinsaka selama ini telah berusaha mengikuti perkembangan teknologi yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan
    perusahaan. Dengan mengikuti perkembangan teknologi
    diharapkan dapat mempermudah perusahaan dalam operasi
    usahanya.

    AYU YULIANI (2402314204)

  9. Analisis Pest PT. Indofood Sukses Makmur Tbk ‎
    PT. Indofood Sukses Makmur Tbk merupakan jenis perusahaan manufaktur, yaitu perusahaan ‎yang memproses bahan mentah hingga berubah menjadi barang yang sudah siap untuk ‎dipasarkan. Semua proses yang terjadi di industri ini umumnya melibatkan berbagai peralatan ‎modern. PT.Indofood Sukses Makmur Tbk merupakan bentuk perusahaan PT (perseroan ‎terbatas), yaitu suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri ‎dari saham-saham. ‎
    ‎1.‎ Politik dan Hukum
    Pengaruh politik dan hukum terhadap industri sapi potong dapat dinilai dari berbagai ‎peraturan maupun kesepakatan berbagai pihak yang terkait, misalnya kesepakatan WTO dan ‎AFTA yang berskala internasional, atau Peraturan Daerah (Perda) yang lingkupnya lebih ‎sempit. Hukum dagang PT. Indofood, yang pada awalnya didirikan dengan nama PT. ‎Panganjaya Intikusuma berdasarkan akta pendirian no.228 yang kemudian diubah dengan ‎akta no. 249, dan akta no.171 tanggal 15 november 1994. Tujuan utama didirikannya PT. ‎Indofood adalah memproduksi makanan olahan (khususnya mie instant), pengolahan gandum ‎menjadi tepung terigu, industri makanan terpadu, distribusi, perkebunan, dan pengolahan ‎kelapa sawit.‎
    ‎2.‎ Ekonomi
    Menurut catatan Bursa Efek Jakarta tahun 1994, PT. Indofood berhasil menguasai 90% ‎pasar mie instant di Indonesia. Sedangkan untuk di Australia, Indofood dengan kategori mie ‎instant berhasil menguasai hingga 70%. Oleh karena itu, harga Indomie di Australia sendiri ‎senilai 69 sen atau kurang lebih Rp. 5700,-. Selain Indomie, Indofood memproduksi sejumlah ‎merek mi instan lainnya, seperti Sarimi dan Supermi. Namun, Indomie menjadi penyumbang ‎terbesar bagi pendapatan dari divisi mi instan Indofood. Pada 2009 lalu, total nilai penjualan ‎mi instan meningkat 7,2 persen menjadi Rp11,68 triliun dari Rp10,90 triliun di 2008. ‎Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya volume penjualan dan kenaikan harga pada 2008 dan ‎‎2009. Peningkatan penjualan dan turunnya biaya produksi menaikkan marjin laba usaha divisi ‎ini menjadi 11,8 persen pada tahun 2009 dari 4,1 persen pada 2008. Sudah bertahun-tahun ‎PT. Indofood bertahan di pasar Australia bahkan begitu digemari oleh warga Australia. Daur ‎hidup produknyapun, tetap berada di puncaknya bahkan mengalahkan mie instant dari ‎negaranya sendiri maupun negara luar lainnya. Tetapi dengan harga Indomie yang begitu ‎tinggi dibandingkan di Indonesia, perusahaan tetap saja harus membayarkan pajak usaha dari ‎keuntungan yang diperoleh perusahaan. Hingga kini, permintaan Australia terhadap produk ‎PT. Indofood tetap meningkat dari tahun ke tahun. Itu yang membuat perusahaan ini bertahan ‎di pasar Australia hingga sekarang.‎
    ‎3.‎ Sosial dan Budaya
    Faktor sosial dan budaya, menitikberatkan kepada tata nilai dan sikap dari masyarakat. ‎PT. Indofood melihat dan menyesuaikan terlebih dahulu produknya sebelum akhirnya mampu ‎menguasai pasar baik di dalam negeri maupun diluar seperti Australia. Tata nilai dan sikap ‎masyarakat mempengaruhi :‎
    • Gaya hidup masyarakat cenderung menyukai sesuatu yang instan seperti halnya pangsa ‎pasar Indofood di luar negeri seperti Australia, mayoritas masyarakatnya mayoritas orang-‎orang yang sibuk sehingga hal ini menjadi peluang bagi Indofood untuk memasuki pasar ‎yang akan mempengaruhi pada permintaan produk terhadap perusahaan.‎
    ‎4.‎ Teknologi
    PT. Indofood harus memahami pengaruh perubahan faktor teknologi terhadap kegiatan ‎operasional perusahaan serta pemahaman tentang kemampuan perusahaannya dalam ‎menciptakan produk. Perkembangan teknologi ini, selain dengan menunjang tercapainya ‎tujuan perusahaan dapat juga menjadi ancaman bagi merosotnya produktifitas perusahaan. ‎Perusahaan Indofood yang dibentuk di Australia, pastinya memiliki mesin-mesin canggih ‎untuk memenuhi permintaan masyarakat Australia terhadap Indomie. Teknologi lain seperti ‎internet dan social-network lain juga ditempuh PT. Indofood untuk memasarkan produknya.‎

    Riyanti Nursyahidah (2402314227)

  10. Analisis PEST pada PT Carrefour
    Carrefour ialah sebuah kelompok supermarket internasional yang berkantor pusat di Perancis. Carrefour merupakan kelompok ritel terbesar di Eropa dan Amerika Latin serta terbesar kedua di dunia setelah Wal-Mart. Dalam bahasa Perancis, Carrefour berarti persimpangan jalan. Pada tahun 1959 dari sebuah persimpangan jalan di Annecy, Paris, Marcel Fournier dan Louis Deforey merintis gerai kecil yang lantas menjadi bagian dari sejarah penting perjalanan ritel modern dunia. Publik dunia mengenal ikon ritel itu dengan nama Carrefour.
    1. Politik
    arrefour melakukan beberapa studi kemungkinan (feasibility study) dengan tujuan untuk menganalisis kondisi lokal apakah sesuai dengan kriteria Carrefour. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Carrefour untuk membangun gerai-gerainya di berbagai negara diantaranya kandungan alam terhadap retailing, keterbukaan terhadap investasi asing, stabilitas politik dan inflasi, serta undang-undang keamanan lingkungan dan rintangan bahasa. Carrefour juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan politik dan hukum di negara-negara tersebut untuk menciptakan suatu kondisi kekeluargaan sehingga dapat menyatu dengan kehidupan masyarakat setempat.
    2. Ekonomi
    Carrefour sebagai bisnis ritel yang mempunyai cabang di berbagai negara, tentunya akan dipengaruhi oleh keadaan ekonomi di negara-negara tersebut seperti inflasi, tingkat bunga dan tingkat pengangguran. Selain itu, Carrefour juga harus mematuhi kebijakan-kebijakan ekonomi dalam negara di mana Carrefour beroperasi.
    3. Sosial Budaya
    Carrefour harus menyesuaikan diri dengan lingkungan budaya masyarakat setempat, dimana Carrefour memiliki tanggung jawab untuk memelihara hubungan dengan para supplier, menyeleksi produk-produk dan menegosiasikan harga, menentukan harga eceran, merekrut para pekerja, negosiasi gaji, pemberian gaji, menentukan promosi yang memungkinkan untuk staff dan memiliki masukan untuk keputusan bonus.
    4. Teknologi
    Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga mempengaruhi proses kegiatan pelayanan Carrefour. Melalui penerapan E-Business, proses bisnis dalam Carrefour terutama dalam hal manajemen rantai pasokan dan manajemen relasi pelanggan menjadi lebih optimal. E-Business ini merupakan penggunaan internet dan teknologi informasi serta jaringan lainnya untuk mendukung e-commerce, komunikasi, dan kolaborasi perusahaan, proses bisnis berbasis web, baik antar komponen dalam perusahaan yang berjejaring maupun antara perusahaan dengan rekan bisnis dan pelanggan.
    Asti sri lestari
    2402314203

  11. PT. Aqua Golden Mississippi Tbk di Indonesia berdiri sejak tahun 1973 dan terdapat 14 pabrik yang memproduksi Aqua dengan kepemilikan berbeda-beda (3 pabrik dimliki oleh PT Aqua Golden Mississippi, dan pabrik berastagi, Sumatera dimiliki oleh PT. Tirta Sibayakindo). PT. Aqua Golden Mississippi didirikan oleh Tirto Utomo, pada tahun 1998 karena ketatnya persaingan dan munculnya pesaing-pesaing baru, Lisa Tirto sebagai pemilik PT Aqua Golden Mississippi sepeninggal suaminya Tirto Utomo, menjual sahamnya kepada Grup Danone pada 4 September 1998 dan berdampak pada peningkatan kualitas produk. Tahun 2000 bertepatan dengan pergantian milenium Aqua meluncurkan produk berlabel Danone-Aqua. Karena Danone sendiri merupakan perusahaan multinasional dalam bidang makanan dan minuman asal Perancis.
    Sehingga pada 27 September 2006, Aqua memproduksi Mizone, minuman bernutrisi yang merupakan produk dari Danone, Mizone hadir dengan dua rasa, yaitu orange lime dan passion fruit. Dengan memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang industri air minuman dalam kemasan, di abad 21 Danone Aqua melakukan suatu inovasi dengan meluncurkan produk Mizone. Mizone sendiri merupakan produk yang sudah dikenal di New Zealand, Australia, dan China.
    Mizone hadir di Indonesia sebagai sebuah inovasi baru dalam kategori minuman isotonik dengan kandungan HYDROMAXX nya Mizone dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan mudah. Agar fit kembali 100% karena kehilangan cairan tubuh 2%, Mizone mempunyai keunggulan pada kandungan Hydromaxx yaitu kombinasi unik lima vitamin penting (C, B3, B5, B6, B12) dan elektrolit. Kandungan vitamin membantu mengembalikan energi tubuh, sedangkan kandungan elektrolit mempercepat penggantian cairan tubuh yang hilang.
    1.2 Latar Belakang & Penyebab Isu
    Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) mengadakan pertemuan dengan Komite Masyarakat Anti Bahan Pengawet (Kombet) untuk membahas mengenai minuman yang memiliki komposisi yang tidak sesuai dengan bahan yang telah didaftarkan ke BPOM itu sendiri dan dianggap berbahaya bagi kesehatan masyaraka jika jenis minuman telah melanggar ketentuan pelabelan serta pencantuman kandungan bahan pengawet Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat. Oleh karena itu untuk menindaklanjuti hal ini, pihak BPOM mengadakan uji tes akan bahan kandungan dalam produk minuman. Uji tes telah dilakukan pada sembilan jenis minuman dari beberapa kategori seperti minuman isotonik (pengganti cairan tubuh), jus, teh, kopi, dan tasted beverage pengawet.
    Produk minuman yang dimaksud salah satunya adalah Mizone. Minuman Mizone mengalami kasus yang menyebabkan produk tersebut ditarik dari pasaran karena diduga mengandung bahan pengawet yang berbahaya beberapa pihak. Kasus yang terjadi adalah karena perusahaan hanya mencantumkan satu dari dua bahan pengawet yang digunakan dalam produknya. Menurut pernyataan dari pihak BPOM yang menyebabkan produk minuman tersebut melanggar ketentuan pelabelan. Sebab, komposisi bahan kandungan yang tertera dilabel produk tersebut tidak sesuai yang disebabkan saat mengajukan izin peredaran. Dalam label hanya dicantumkan bahan pengawet Natrium Benzoat yang menurut beberapa pihak bahan tersebut dapat menyebabkan penyakit lupus. Sedangkan sebanyak 64,8 persen masyarakat itu sendiri tidak tahu jens bahan pengawet seperti Natrium Benzoat. Dalam menindaklanjuti kasus ini, pihak BPOM meminta produk Mizone ditarik dari pasaran dan labelnya pun harus diganti untuk merubah image buruk yang sudah terbentuk dalam benak masyarakat luas.
    Politik :
    1. Undang-undang perlindungan alam : adanya UU perlindungan alam maka akan menjadikan kendala bagi Aqua karena air yang di produksi berasal dari alam
    2. Peraturan ekspor impor : apabila pemerintah membuat peraturan ekspor impor yang terlalu rumit maka akan menjadikan kendala Aqua dalam mengekspor produknya
    3. Peraturan khusus daerah pusat
    4. Perubahan UU perpatenan : dengan adanya perubahan UU perpatenan hak maka akan menyulitkan Aqua untuk tetap menggunakan merk tersebut.

    Ekonomi :
    1. Tingkat produktivitas kerja
    Apabila produktivitas kerja menurun maka akan berdampak pada pendistribusian produk yang akan menurun dan akan mengecewakan konsumen karena permintaan akan produk tidak terpenuhi secara maksimal
    2. Perbedaan pendapat menurut kawasan dan kelompok konsumen
    Apabila pendapatan pada kelompok ekonomi menengah, danekonomi menengah ke atas sudah pasti akan meningkatkan penjualan produk, dan meningkatkan pelanggan. Tetapi apabila pendapatan kelompok menengah ke bawah yang biasanya bermukim di pedesaan atau pinggiran kota, merekahanya akan membeli air kemasan jika hendak bepergian, dan untuk kesehariannya mereka cenderung memilih untuk memasak air sendiri. Dengan demikian berpengaruh terhadap pendistribusian produk Aqua meskipun tidak terlalu besar
    3. Tarif Pajak
    Jika pemerintah menaikkan pajak maka biaya perusahaan juga akan meningkat, sehingga bisa terjadi harga produk juga akan naik
    Sosial :
    1. Pendapatan per kapita
    Semakin tinggi pendapatan per kapita maka semakin meningkat permintaan pasar, dan akan meningkatkan produksi
    2. Kemacetan lalu lintas
    Apabila tingkat kemacetan lalu lintas tinggi maka akan meningkatkan produksi

    3. Gaya Hidup
    Apabila masyarakat memilih gaya hidup sehat maka akan berpengaruh terhadap permintaan produk dan konsumen akan beralih menjadi pelanggan
    4. Lingkungan Dalam Kota
    Apabila lingkungan dengan cuaca yang panas akan berpengaruh terhadap peningkatan permintaan, tetapi apabila lingkungan dengan cuaca yang dingin maka permintaan akan menurun.
    Teknologi :
    1. Mesin produksi yang canggih
    2. Internet
    Dengan adanya teknologi seperti internet yang sudah kita rasakan seperti sekarang ini, akan memberi banyak kemudahan untuk Aqua dalam memberikan informasi kepada stakeholder. Juga memberi kemudahan untuk menguasai pasar di Indonesia atau Negara-negara lain.

  12. Adidas adalah perusahaan terkenal yang memproduksi sepatu olahraga berkualitas tinggi termasuk pakaian olahraga. Perusahaan ini berbasis di Jerman, dan nama firma tersebut terinspirasi dari nama pendiri Adolf Dassler. Dia mulai membuat sepatu bersama saudaranya Rudolf Dassler dan membiarkan dunia mengenali perusahaan dengan tiga garis dengan bentuk yang sejajar. Perusahaan yang terkenal menghadapi banyak tantangan ekonomi namun tetap bertahan sehingga mengetahui faktor eksternal yang mempengaruhi Adidas.

    Berikut adalah analisi PESTLE perusahaan adidas:

    FAKTOR POLITIK

    Stabilitas politik sangat penting bagi setiap perusahaan dan terutama bagi Adidas yang menghadapi banyak risiko dan keresahan sipil dan perubahan yang luar biasa dalam kebijakan perdagangan. Adidas berfokus pada faktor politik termasuk perang, terorisme, pengambilalihan, dan nasionalisasi. Faktor-faktor ini menyebabkan hilangnya uang dan waktu. Ini akan menunda pengiriman dan pengapalan produk. Memang benar bahwa setiap negara tidak mengikuti sistem pajak yang sama dan ini menciptakan masalah yang lebih kompleks. Hal ini memungkinkan mereka untuk memanfaatkan gaji buruh dan beberapa negara memberikan upah kerja yang sangat rendah.

    FAKTOR-FAKTOR EKONOMI

    Adidas telah menghadapi banyak kemunduran ekonomi sampai tahun 2005. Faktor ekonomi seperti pendapatan per kapita, inflasi, pengangguran, dan inflasi dan pengaruh perpajakan terhadap laba atau pendapatan perusahaan yang dihasilkan. Pasar saham akan menghadapi ketidakstabilan hanya jika tingkat suku bunga berfluktuasi atau tingkat pertumbuhan terpengaruh.

    Faktor-faktor ini mempengaruhi pelanggan potensial dan menurunkan daya beli serta biaya modal perusahaan.

    FAKTOR SOSIAL

    Adidas terutama mengikuti perancangan tentang fashion atau menciptakan desain yang khas. Produk paling baik digunakan untuk segala usia, kenaikan, gaya hidup, dan agama. Ini terutama berfokus pada orang-orang yang atletis dan menyukai olahraga. Faktor sosial memang berpengaruh terhadap inovasi dan kebiasaan membeli setiap orang. Faktor-faktor perlu didiskusikan secara memadai dan membantu menerapkan strategi untuk TV Islam. Pakaian yang tepat dan lengkap akan direkomendasikan.

    FAKTOR TEKNOLOGI

    Di perusahaan terkemuka, faktor teknologi sangat penting. Adidas memang memiliki teknologi unik yang membedakannya dari perusahaan lain. Ini tidak hanya akan menempatkan perusahaan lain sebagai pesaing tapi juga meningkatkan produksi perusahaan seiring dengan kualitas dengan menghemat waktu, tenaga dan energi. Adidas tidak menggunakan faktor teknologi dalam produksi namun juga menghasilkan produk seperti bola pintar. Apalagi toko online untuk pengalaman pembelian tambahan.

    FAKTOR LINGKUNGAN

    Menurut Adidas semua pabrik atau unit manufaktur tidak menghasilkan produk yang dibatasi. Ini membantu mengurangi emisi senyawa organik yang mudah menguap dan beragam. Tujuan utama perusahaan adalah untuk mendorong produk berkelanjutan yang akan meningkatkan kualitas dan memberikan fungsionalitas maksimal.

    FAKTOR HUKUM

    Perusahaan olahraga besar Adidas harus benar-benar menyadari semua proses hukum. Tindakan hukumnya meliputi Trade Description Act, penjualan, dan penawaran produk, keluhan pers, wewenang standar periklanan dan komisi televisi. Adidas harus sadar akan ekspor, impor, penjualan, dan nama produk dan pilihan iklan. Apa pun tidak boleh dijiplak atau disalin dari perusahaan dagang manapun. Jika tidak, tindakan hukum akan segera dilakukan.

  13. Nike, yang dikenal sebagai “Nike, Inc.”, adalah perusahaan transnasional yang berbasis di AS menyediakan pakaian olahraga trendi dan fungsional di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 1964, Nike berfungsi untuk “membawa inspirasi dan inovasi kepada setiap atlet di dunia.” [1]. Meskipun menjadi salah satu perusahaan pakaian dan aksesori olah raga terbesar , Nike harus menjaga eksistensi dan pangsa pasar yang sangat kompetitif. Berikut adalah analisis PEST perusahaan Nike.

    1.Faktor politik
    Sebagian besar perubahan politik saat ini hanya mempengaruhi bagaimana sebuah perusahaan dapat memproduksi barang mereka atau berapa keuntungan yang mereka hasilkan, misalnya ini mungkin tampak tidak signifikan, namun faktor Politik menentukan kemungkinan survivabilitas sebuah organisasi. Bagi Nike, beberapa di antaranya adalah:
    -Amerika Serikat, negara asal Nike ‘sehingga bisa berbicara, memiliki kebijakan fantastis untuk pertumbuhan yang sangat berharga bagi korporasi ini. Ini termasuk suku bunga rendah dan perjanjian pajak internasional yang diatur dengan baik.
    -Sebagai perusahaan yang memproduksi dan menjual barang jadi, Nike selalu tunduk pada perubahan undang-undang perpajakan dan pembuatan undang-undang.
    -Berbagai konflik politik selalu bisa membuat proses bea cukai sulit, atau mencegah impor dan ekspor.

    2.Ekonomi
    Nike menjual produk untuk kelas menengah,jadi mereka kurang waspada terhadap faktor ekonomi yang lain, namun demikian ada beberapa variabel Ekonomi:
    -Keruntuhan pasar bisa berarti berita buruk bagi Nike, bersama dengan banyak merek besar lainnya. Konsumen dapat memilih untuk beralih ke produk yang lebih ekonomis jika hal ini terjadi, atau bahkan seperti tingkat kualitas yang layak menjadi lebih mudah untuk diproduksi.
    -Pendapatan Nike sampai batas tertentu tergantung pada rendahnya biaya produksi di negara-negara lain.Ini berubah, meskipun, yang mungkin berarti harga Nike yang lebih tinggi di seluruh dunia.
    -Dengan ‘kantong dalam’ keuangannya, Nike memiliki sumber daya untuk mengejar pasar berkembang kecil yang bisa menjadi tempat untuk mereka menjual produk.

    3.Sosial
    Public Relations tidak pernah lebih relevan dari sekarang. Status sosial yang baik sangat berarti bagi perusahaan modern, jadi perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini:
    -Di seluruh dunia peningkatan ‘kesadaran kesehatan’ berarti semakin banyak individu bergerak menuju gaya hidup yang lebih baik. Masyarakat pasti akan membeli banyak pakaian olah raga, sesuatu yang membuat Nike sangat untung.

    4.Teknologi
    Teknologi memberi perusahaan kemampuan untuk berinovasi dengan berbagai cara. Dari berinteraksi dengan pelanggan untuk merancang produk, teknologi memberikan nilai bagi organisasi seperti Nike. Berikut adalah beberapa faktor Teknologi yang mempengaruhinya:
    -Media sosial memungkinkan hal-hal meledakkan atau mengurangi lebih cepat dari sebelumnya. Nike bekerja dengan baik dengan menggunakan media sosial untuk membangun merek mereka, namun bisa menjadi bumerang jika digunakan secara tidak benar.
    -Nike juga mendapat kesempatan untuk menggunakan metrik berbasis informasi berharga berkat kemajuan teknologi, memungkinkan mereka mengoptimalkan penargetan dan produksi, dan memaksimalkan pendapatan.

    Putri Sri Utami H
    2402314273

  14. PESTLE Analisis pada PT. Pembangunan Perumahan
    PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau biasa dipanggil PT PP (Persero) Tbk adalah salah satu perusahaan BUMN (Badan Umum Milik Negara), perusahaan ini juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI) dan merupakan perusahaan yang memiliki harga saham yang stabil. Menurut sejarah perusahaan ini berdiri pada tanggal tanggal 26 Agustus 1953, Perusahaan ini bergerak di bidang jasa konstruksi bangunan seperti penyedia jasa pelayanan konstruksi bagi publik : yang berfokus pada kegiatan mencakup gedung bertingkat, jalan, jembatan, bendungan, irigasi serta pembangkit listrik. Kegiatan usaha konstruksi ini bernilai historis, menjadi simbol negara, dan memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat, karena menjadi sarana dan prasaranan yang menjadi hajat orang banyak. Selain itu perusahaan juga bergerak dalam sektor properti dan realti, yaitu dengan melaksanakan pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian sejumlah gedung komersial, hotel, apartemen, perkantoran, permukiman, mal, trade center dan fasilitas lain untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang terus berkemang berevolusi.

    1. Politik
    Kondisi politik di indonesia pada saat sekarang ini belum stabil, ini terlihat dari pemilu 2014 kemarin, yang dimana presiden sudah terpilih tapi masih terlihat perbedaan kubu di kursi DPR antara pendukung presiden yang satu dengan presiden yang lain, pemilu kemarin juga sangat penting karena berpegaruh pada situasi perpolitikan di indonesia. selain itu kisruh politik terjadi terjadi antara Gurbernur DKI Jakarta Ahok dengan Haji Lulung yang menjabat wakil DPRD DKI jakarta kemudian ada juga kisruh antara institusi penegak hukum seperti KPK dan Polri ini juga berdampak pada proses pembangunan, yang akhirnya akan berdampak pada kelangsungan bisnis dari PT. PP, mengapa demikian karena PT. PP adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi, yang tadinya proyek – proyek pemerintah yang akan sudah dicanangkan dan akan dibangun, bisa terbengkalai karena adanya kisruh politik tersebut, contoh seperti pembangunan Gedung DPRD, Wisma Atlet, selain itu jika kondisi politik kisruh seperti yang terjadi pada sekarang ini, akan mempengaruhi perilaku investor baik dalam negeri maupun luar negeri , yang tadinya para investor yang ingin menanam modal dan membangun gedung atau properti, karena melihat kondisi perpolitikan tidak stabil, para investor tersebut tidak jadi membangun, karena ragu atau tidak percaya serta takut merugi karena faktor tersebut.

    2. Ekonomi
    Ekonomi
    Pada tahun 2014 sampai 2015 ini banyak sekali tangtangan di dalam lingkungan ekonomi seperti kenaikan harga BBM pada akhir 2014 kemarin, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 yang menurun dibanding tahun – tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar 5,1 %, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang sangatlah tajam, dari Rp 12.000 sampai mencapai Rp 14.800 lebih, tetapi untungnya Rupiah menguat lagi sampai pada titik Rp13.800-an,. Semua itu sangat berpengaruh pada kelangsungan usaha yang dijalankan PT. PP, yang terlihat pada proyek – proyek yang dikerjakan PT. PP, contoh seperti inflasi yang terjadi/ pelemahan rupiah terhadap dollar yang akhirnya akan berdapak pada mahalnya harga – harga material yang akhirnya akan berdampak pada melonjaknya harga proyek, karena harga proyek yang PT. PP kerjakan biasanya mengikuti harga dollar. Sehingga pada kasus ini daya beli investor, swasta dan daya beli pemerintah terhadap proyek – proyek tersebut menurun, yang akhirnya berujung pada penundaan kontrak, penurunan spesifikasi kontrak, bahkan lebih buruknya bisa mengakibatkan batalnya kontrak atau perjanjian. Inflasi juga mengakibatkan pendapatan usaha dari PT. PP menurun karena banyak nya kontrak yang tertunda dan batal.

    3. Sosial
    Dari segi sosial, Perusahaan mendapatkan banyak keuntungan, karena maupun ditahun ini mengalami kenaikan harga bahan – bahan pokok, harga material, Kenaikan harga BBM, Inflasi, namun Gaya hidup (Lifestyle) masyarakat saat ini menunjukan kecenderungan yang meningkat, ini terlihat dari proyek pembangunan apartemen, gedung hotel, mall, tradecenter, restaurant. kecenderungan tersebut menunjukan konsumsi masyarakat yang semalin meningkat, sehingga Perusahaan konstruksi dalam hal ini PT. PP sangatlah diuntungkan. tetapi selain melihat pangsa pasar, perusahaan ini juga berkewajiban menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) berupa bina lingkungan, mensejahterakan masyarakat dengan melakukan aktivitas seperti pendidikan, kesehatan, membangun sarana umum, pengentasan kemiskinan serta pelestarian lingkungan. semua itu sangatlah peting dilakukan, karena berpengaruh pada nama baik atau citra PT. PP itu sendiri, yang selanjutnya berpengaruh pada usaha yang dijalankan PT. PP di tahun mendatang.

    4. Tekhnologi
    Teknologi
    Berkembangnya teknologi juga mepengaruhi proses dari kerja perusahaan, yang tadinya sulit sekarang menjadi semakin mudah karena adanya kemajuan teknologi, contoh kemajuan Teknologi yang berdampak pada PT. PP adalah Sistem Informasi. Adanya tata kelola Sistem informasi yang baik yang berjalan di dalam suatu perusahaan, maka informasi yang dijalankan dapat berjalan secara sistematis, terkendali dan efektif, bahkan dapat secara efisien mengurangi biaya oprasional dan meningkatkan daya saing perusahaan. selain itu dari adanya kemajuan teknologi berdampak pada proses produksi perusahaan seperti green building dan green construction. yang dimana PT. PP dalam melaksanakan pembangunan gedung, membangun gedung yang asri dan ramah lingkungan seperti membangun penyaringan air bersih, membangun gedung yang bisa meresap air, yang dalam hal ini bisa menjadi keuntungan PT PP karena dapat menjadi keunggulan bersaing PT. PP terhadap pesaingnya.

    Tiara Pangastuti
    2402314237
    Manajemen E

  15. ANALISIS PEST(EL)
    BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk
    Berikut adalah analisa PEST(EL) BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk :
    1.Politic (Politik)
    Saat ini, perpolitikan Indonesia pasca pergantian presiden periode 2014 – 2019 belum sepenuhnya stabil. Hal ini tentunya berdampak pada lingkungan bisnis dan perbankan Indonesia. Gejolak politik akan memengaruhi para investor dan pelaku bisnis untuk berinvestasi di dalam negeri saat ini. Ditambah pula dengan baru saja dilantiknya jajaran kabinet Indonesia periode 2014 – 2019. Para investor pun hanya bisa memprediksi tanpa mengetahui bagaimana keadaan Indonesia sebenarnya. Keadaan ini dibuktikan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan menurunnya pergerakan saham Indonesia dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah diindikasikan karena belum adanya kepastian perkembangan ekonomi Indonesia.
    2. Economic (Ekonomi)
    Kisruh Politik yang terjadi di Indonesia saat ini yang masih belum jelas akan berdampak secara ekonomi di Indonesia. Hal ini akan berdampak negatif , salah satu dampak negatif nya adalah akan menurunnya kepercayaan investor.
    Kondisi persaingan perbankan yang semakin ketat diIndonesia untuk memperebutkan pelanggan akan membuat Bank mandiri selalu memikirkan berbagai strategi untuk menghadapi pesaing-pesaingnya, jika tidak maka kemingkinan terburuk akan terjadi. Beberapa competitor kuat Bank Mandiri seperti BCA dan BRI.
    3. Social (Sosial)
    Bank Mandiri telah melakukan transformasi budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya yang diterapkan pada pedoman kerja pegawai. Hal tersebut tercermin dari prestasi Bank Mandiri menjadi service leader perbankan nasional dengan menempati urutan pertama pelayanan prima selama empat tahun berturut-turut (tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010) berdasarkan survey Marketing Research Indonesia ( MRI). Prestasi lain, Bank Mandiri juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penerapan Good Corporate Governance, dan dari dua pencapaian tersebut memiliki dengan korelasi dengan respon positif para investor tercermin dari peningkatan harga saham dari Bank Mandiri
    4. Technology (Teknologi)
    Bank mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia. Didalam pemanfaatan teknologi bank mandiri telah mengunakan layanan khusus yaitu layanan internet banking (e-Banking) yaitu layanan informasi dan tranksasi mobile yang fleksibel selama 24 jam sehari dimana nasabah mampu melakukan tranksasi melalui fasilitas internet. Tapi kenyataannya masih menghadapi cukup kendala yaitu masih banyak nasabah yang memilih layanan lain. Bahkan ada nasabah yang lebih senang datang ke bank mandiri untuk bertranksasi daripada melakukan tranksasi di layanan internet banking. Hal,ini bisa di sebabkan karena banyak masyarakat yang kurang mengerti tentang teknologi. Selain itu dengan mengunakan perkembangan teknologi maka, bank mampu menyimpan kapasitas data jauh lebih besar.

    Rima – manj E

  16. Hasil analisis PEST PT. Kertas Leces (Persero) adalah perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Negara yang berkedudukan di Leces, Probolinggo dan bergerak di bidang produksi kertas. PT. Kertas Leces adalah pabrik kertas tertua nomor dua di Indonesia, setelah pabrik kertas Padalarang, yang mana didirikan pada masa penjajahan Belanda, tepatnya tahun 1939 dan mulai beroperasi tahun 1940 dengan kapasitas produksi sebesar 10 ton/hari, menghasilkan kertas print yang memproses bahan baku jerami dan dilakukan proses pensodaan.
    Masalah dari PT Kertas Leces Indonesia adalah dalam hal kualitas produk yang masih belum maksimal yang mengakibatkan PT Kertas Leces masih kurang dapat bersaing di pasar. Hal ini dikarenakan fungsi produksi yang masih dalam proses pengembangan dan berusaha melakukan inovasi untuk dapat memproduksi produk yg dapat bersaing dengan kompetitornya di pasar.
    PT Kertas Leces diuraikan sebagai berikut:
    1. Politik
    1. Adanya UU tentang kehutanan yang dibuat oleh pemerintah mengenai kawasan tentang hutan produksi yang tercantum di UU no 41 tahun 1999 yang menetapkan tentang batasan dan aturan pemakaian hutan produksi, sebagai tempat dimana PT Kertas Leces mendapat bahan baku untuk produksi, akan membuat adanya kebijakan dari perusahaan dalam mengatur bahan baku yang digunakan saat produksi.
    2. Keputusan Pemerintah untuk meningkatkan harga BBM sehubungan dengan kenaikan harga minyak dunia yang berdampak biaya angkut bahan baku yang meningkat dan juga bahan bakar yang digunakan mesin dalam produksi , mengakibatkan PT Kertas Leces mengalami kesulitan dalam produksi .

    Ekonomi
    Faktor Ekonomi yang mempengaruhi bisnis PT Kertas Leces Indonesia, yaitu:
    Bahan baku utama dalam memproduksi kertas yaitu kayu semakin mahal . Hal ini diakibatkan pasokan kayu yang semakin berkurang , karena lahan yang semakin sempit dan meningkatnya permintaan dibidang furniture sehingga akan menaikkan biaya produksi perusahaan, resiko perubahan haga bahan bahan baku, ketika arga mengalami kenaikan maka probabilitas perusahaan akan menurun.

    Sosial
    Faktor Sosial yang mempengaruhi bisnis PT Kertas Leces Indonesia, yaitu:
    1. Keengganan masyarakat untuk menggunakan media kertas sebagai sarana menulis karena berkembangnya teknologi di era sekarang membuat masyarakat lebih memilih menggunakan media elektronik misalnya laptop, tablet, smartphone dan lain sebagainya. hal ini akan menjadi batasan perusahaan dalam merencanakan produksi.
    Resiko HSE (Health, Safety, And Environment), adalah resiko kesehatan kerja, keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan berpengaruh terhadap proses produksi. Maka perusahaan harus memiliki kebijakan umum mengenai resiko tersebut agar kegiatan produksi berjalan secara efektif dan efisien

    4. Teknologi
    Faktor teknologi yang mempengaruhi PT kertas leces, yaitu:
    Perkembangan teknologi kian hari semakin cangih. PT Kertas leces perlu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dari pesaing, khususnya dalam hal mesin yang dapat meningkatkan produktifitas perusahaan.
    Proses produksi dengan komputer dan sistem penanganan otomatis dapat membantu PT Kertas leces dalam menjaga kualitas, mempercepat proses produksi dan keamanan produk.

    Tiara Pangastuti
    2402314237
    Manajemen E

    1. ANALISIS PEST PT. POS INDONESIA
      Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang layanan pos. Saat ini, bentuk badan usaha Pos Indonesia merupakan perseroan terbatas dan sering disebut dengan PT. Pos Indonesia.
      Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1995. Peraturan Pemerintah tersebut berisi tentang pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang berupa perusahaan umum (perum) menjadi sebuah perusahaan (persero).
      Berdiri pada tahun 1746, saham Pos Indonesia sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Saat ini Pos Indonesia tidak hanya melayani jasa pos dan kurir, tetapi juga jasa keuangan, yang didukung oleh titik jaringan sebanyak ± 4.000 kantor pos dan 28.000 Agen Pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

      1. ASPEK POLITIK
      Berikut ini aspek politik yang mempengaruhi PT. POS Indonesia:
      a. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Departemen sebagaimana Telah Diubah Dengan Keputusan Presiden Nomor 47 Tahun2002; . berpengaruh terhadap Sekretariat jenderal yang mempunyai tugas dan melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan pelayanan pada pelanggan.
      b. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1985 Tentang Penyelenggaraan Pos(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 53, Tambahan Negara Nomor 3303); . Berpengaruh terhadap wewenang menteri untuk membuka pelayanan langsung administrasi POS, sehingga pelayanan ini berdampak langsung pada pelanggan dari sisi kualitas pelayanan.
      c. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.32 Tahun 2002 Tentang Tarif Jasa Pos Dasar Dalam Dan Luar Negeri. Berpengaruh dalam Tarif jasa pos dasar ini tentunya penting diketahui dari sisi pelanggan.
      d. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1984 Tentang Pos (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3276); berpengaruh terhadap Pasal 2 yang membahas, pemberian pelayanan yang sebaik mungkin ke seluruh wilayah indonesia dan dalam hubungan antar bangsa.

      2. ASPEK EKONOMI
      Berikut ini aspek ekonomi yang mempengaruhi PT. POS Indonesia:
      Sektor logistik merupakan salah satu dari tiga inti bisnis PT POS Indonesia, selain jasa kurir dan layanan keuangan. Perbaikan logistik sebagai inti bisnis di tengah penetrasi e-commerce sebesar 6-7 persen pada kurun waktu lima tahun ke depan, kian mantabkan langkah PT POS Indonesia meraup pendapatan sampai ratusan triliun rupiah.

      3. ASPEK SOSIAL BUDAYA
      Berikut ini aspek sosial budaya yang mempengaruhi PT. POS Indonesia:
      PT. POS Indonesia bertahan dalam persaingan yang ketat dan perkembangan teknologi yang pesat dimasa kini, pekembangan teknologi informasi yang berkembang pesat mengharuskan PT. POS melakukan inovasi baru dalam mengalahkan pesaing yang semakin banyak bermunculan dengan inovasi yang menarik. Perkembangan teknologi informasi seperti sistem Online yang kini berpengaruh besar terhadap budaya masyarakat telah menjadi gaya hidup yang dilakukan seharihari dan memberikan peluang besar dalam perkembangan bisnis logistik.

      4. ASPEK TEKNOLOGI
      Berikut ini aspek teknologi yang mempengaruhi PT. POS Indonesia:
      Pembenahan di sektor logistik sangat tepat di tengah perluasan jaringan internet nasional telah menjangkau ruang domestikpublik, rumah dan kantor. Meningkatnya belanja melalui daring atau e-commerce berbanding lurus dengan pemerataan frekuensi sinyal (bandwith) dan perbaikan tingkat keamanan pembayaran. Singkatnya nilai perdagangan elektronik semakin bertumbuh

      Oleh : Mima Maryani
      NPM.2402314220

  17. Analisis PESTEL
    Sebelum meluncurkan proyek atau layanan baru, itu selalu bijaksana bahwa organisasi menganalisis lingkungan pemasaran eksternal mereka. Analisis PESTEL adalah ukuran yang berguna untuk memantau (lingkungan pemasaran eksternal) makro-faktor lingkungan yang dapat berdampak organisasi.

    Analisis PESTEL menganalisis Politik, di bidang ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan aspek hukum dari sebuah organisasi. Ini adalah alat yang sangat penting untuk mengukur pertumbuhan pasar, posisi pasar dan arah di mana bisnis bergerak.
    PESTEL (1)
    Mari kita mencoba untuk memahami pentingnya analisis PESTEL mengambil contoh dari pusat kesehatan.

    Faktor politik
    faktor politik termasuk kebijakan Perpajakan, peraturan perdagangan luar negeri, stabilitas politik, hukum perburuhan, hukum lingkungan, dll Organisasi perlu menyesuaikan kebijakan pemasaran mereka dengan undang-undang masa depan saat ini dan diantisipasi.
    Di sektor kesehatan, fokus politik dan tekanan pada kesehatan akan menyebabkan pengurangan yang merupakan kerugian bagi bisnis.

    Faktor ekonomi
    Faktor ekonomi termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar mata uang, suku bunga, dll faktor ekonomi dapat menjadi faktor makro-ekonomi dan mikro-ekonomi.

    o Faktor makro-ekonomi berurusan dengan permintaan di ekonomi, tingkat suku bunga yaitu pemerintah, anggaran -expenditure, kebijakan pajak.

    faktor o Micro-ekonomi sekitar pengeluaran publik. Faktor-faktor ini pendapatan dan pengeluaran masyarakat. faktor ekonomi mikro mempengaruhi lebih pada organisasi B2C.

    Secara keseluruhan, ekonomi faktor dampak pada bisnis organisasi dan keuntungan.
    Di sektor kesehatan, peningkatan membeli kelompok akan memimpin organisasi untuk harus memperkenalkan proses nilai tambah

    Faktor sosial
    faktor sosial mempertimbangkan atribut seperti populasi demografi, distribusi pendapatan, perubahan gaya hidup, mobilitas sosial, sikap terhadap rekreasi dan belanja, dll Faktor-faktor ini secara langsung mempengaruhi rak produk. analisis sosial membantu dalam memahami pandangan pelanggan dan apa yang mendorong mereka.

    Di sektor kesehatan, peningkatan kesadaran pelanggan dapat meningkatkan harapan untuk transparansi harga yang pada gilirannya menempatkan tekanan pada layanan pelanggan.

    Faktor teknologi
    faktor teknologi dapat menghilangkan hambatan untuk masuk ke dalam pasar. Ini membantu untuk membawa inovasi baru seperti otomatisasi proses bisnis. Misalnya, orang dapat menemukan cara-cara inovatif untuk memproduksi untuk mencapai skala ekonomi dan kurang perputaran waktu yang secara langsung mempengaruhi biaya dan kinerja. Selain itu, teknologi dapat memfasilitasi berbagi informasi seragam.

    Di sektor kesehatan, teknologi baru di media sosial akan mendesak organisasi untuk membuat e-Model baru.

    Faktor hukum
    faktor hukum termasuk hukum perusahaan, hukum perburuhan, hukum remunerasi, hak-hak konsumen dan hukum dll Hal ini sangat penting bahwa perusahaan memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan untuk perdagangan yang sukses. Jika sebuah organisasi perdagangan global, maka ini adalah daerah yang sangat signifikan untuk mengurus, karena setiap negara memiliki seperangkat aturan dan peraturan hukum.

    Di sektor kesehatan, jika ada kenaikan litigasi, maka mutu organisasi menjadi kunci

    Faktor lingkungan
    faktor lingkungan telah menjadi isu yang benar-benar menantang karena banyak kendala dan kelangkaan. Faktor-faktor ini termasuk masalah lingkungan seperti tingkat emisi karbon, perubahan iklim, kebiasaan, penyakit, penurunan bahan baku, target polusi, permintaan pelanggan untuk produk bersumber etis dan dari sumber yang berkelanjutan.

    Di sektor kesehatan, agenda lingkungan dan kesadaran masyarakat akan membuat organisasi untuk mencari opsi ecofriendly ke pasar.

    Hal ini penting untuk melihat bahwa empat dari enam paradigma dalam analisis PESTEL jauh tergantung pada jenis bisnis. Misalnya, organisasi konsumen lebih tajam terhadap faktor-faktor sosial, sedangkan faktor-faktor politik memainkan peran penting dalam industri pertahanan.

    Henti hudalina
    2402314212

  18. Nama : Misna Rahayu
    Npm. : 2402314221

    Coca Cola adalah kerajaan minuman ringan dan melayani pelanggan di seluruh dunia. Untuk memasok pelanggan dengan soda mereka, mereka mengikuti peraturan yang ketat, mematuhi permintaan pelanggan, dan menggunakan teknologi terbaik yang tersedia.

    Informasi lebih lanjut tentang perusahaan ini ada dalam analisis PESTLE Coca Cola ini.

    Faktor politik

    Produk Coca Cola berada di bawah belas kasihan FDA. Mereka harus memenuhi peraturan, yang diberikan oleh pemerintah, untuk memasang produk di rak-rak toko.

    Perubahan undang-undang yang ditetapkan dapat mencegah Coca Cola mendistribusikan minuman. Akuntansi, pajak, pemasar internal, dan perubahan undang-undang ketenagakerjaan dapat mempengaruhi Coca Cola dengan cara ini.

    Faktor ekonomi

    Produk Coca Cola didistribusikan ke ratusan negara. Negara-negara ini memiliki kebiasaan, budaya, selera, dan keinginan yang berbeda. Coca Cola telah mengubah dan memperbarui cara menangani produknya dengan menciptakan rasa baru untuk mengakomodasi pelanggan ini.

    Mereka memiliki ekuitas senilai $ 80 + miliar. Mayoritas itu berasal dari industri minuman. Dan pendapatan mereka (sekitar 70%) berasal dari negara-negara di luar Amerika Serikat.

    Tapi orang mencari minuman alternatif yang sehat. Coca Cola membuat usaha minimal untuk bergerak ke arah itu.

    Faktor sosial

    Coca Cola mendistribusikan sebagian besar produknya di negara-negara berbudaya. Dan mereka memenuhi permintaan para pelanggan ini. Di Jepang, mereka menciptakan 30 rasa alternatif untuk menarik konsumen Jepang. Di China, mereka melakukan upaya serupa.

    Tapi di Amerika, orang fokus pada kesehatan mereka. Mereka menukar minuman manis untuk air dan teh. Karena minuman ini lebih baik untuk kesehatannya. Coca Cola perlu menanggapi kebutuhan ini dengan menciptakan produk yang akan diajukan oleh masyarakat Amerika yang sehat.

    Faktor teknologi

    Mesin telah membantu pembuatan produk Coca Cola dengan jumlah yang lebih baik dan lebih tinggi. Coca Cola memiliki pabrik di Inggris dengan top of name machinery untuk memastikan waktu pengiriman yang cepat dan pengembangan produk yang berkualitas.

    Coca Cola telah menggunakan teknologi media sosial untuk terhubung dengan khalayak. Ketika mereka meluncurkan kampanye nama mereka – memasukkan nama asli ke botol mereka – pelanggan berbaris untuk mengambil foto botol dengan nama mereka di atasnya. Foto-foto ini terpampang di situs media sosial seperti Facebook, memberikan bukti sosial dan mendorong penjualan Coca Cola.

    Faktor hukum

    Coca Cola mempertahankan semua hak yang terkait dengan bisnis mereka, termasuk produk masa lalu dan masa depan yang dikembangkan dengan proses yang dipatenkan.

    Faktor lingkungan

    Coca Cola dipengaruhi oleh aksesibilitas air. Air diperlukan untuk pengembangan minuman ringan. Tapi seandainya terjadi sesuatu, seperti perubahan iklim, perusahaan mungkin di bawah api.

    Hal ini juga mempengaruhi pesaing mereka, Pepsi. Tapi karena produk Coca Cola terutama minuman ringan, dengan masalah aksesibilitas air, perusahaan akan mengalami kerugian.

    Coca Cola harus mematuhi undang-undang lingkungan saat mereka memproduksi produk mereka. Jika ada yang salah, itu bisa mempengaruhi bagaimana mereka mendistribusikan produk – atau menghentikan produksi sepenuhnya.

    Selain itu, mereka bisa memanfaatkan iklim lembab yang bisa menikmati minuman Coca Cola sebagai alat untuk menenangkan diri. Ini bekerja dengan baik di negara-negara berkembang di mana Coca Cola akan memiliki kompetisi “premium” yang sangat kecil.

  19. Analisis PEST(EL)

    Analisis PEST merupakan analisis eksternal makro-lingkungan yang akan mempengaruhi semua perusahaan. P.E.S.T. merupakan akronim untuk Politik, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi faktor eksternal makro-lingkungan. Disini ditambahkan dua unsur lagi, yaitu Environment (lingkungan) dan Law & Regulation (Hukum dan Regulasi).

    Politic (Politik)

    Peristiwa politik dan sosial yang terjadi di Indonesia saat ini dapat memberi dampak merugikan pada kegiatan bisnis di Indonesia. Indonesia telah mengalami proses perubahan demokrasi, yang mengakibatkan timbulnya berbagai peristiwa sosial dan politik yang menimbulkan ketidakpastian peta politik di Indonesia. Peristiwa ini secara umum telah menimbulkan ketidakpastian politik, di samping gejolak sosial dan sipil yang tercermin dengan adanya sejumlah kejadian dalam beberapa tahun terakhir.
    Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini. Tidak ada jaminan bahwa Pemerintah akan seterusnya menjadi pelanggan Telkom dan atau Telkomsel.
    Sebagai BUMN, intervensi dari pemerintah kadang membuat Telkom tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.

    Economic (Ekonomi)

    Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini.
    Kemungkinan krisis keuangan global akan berdampak buruk secara material terhadap Telkom. Indonesia telah merasa efek krisis keuangan global. Laju inflasi meningkat, negara-negara pengimpor menurunkan pesanannya dan nilai ekspor ikut menurun. Beberapa perusahaan melaksanakan program-program penurunan jumlah karyawan dan cuti tanpa gaji. Seluruh faktor tersebut mengakibatkan penurunan tingkat pembelanjaan konsumen, yang telah berdampak negatif terhadap pendapatan Telkom.
    Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan yang jumlahnya makin kecil, ditambah dengan krisis ekonomi pada saat ini akan membuat sejumlah operator kecil untuk melakukan konsolidasi.
    Jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat telah mendorong permintaan yang tinggi akan layanan telekomunikasi. Industri telekomunikasi akan terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan akan meningkatkan permintaan layanan telekomunikasi.

    Social (Sosial)

    Masyarakat semakin menuntut mobilitas dan fleksibilitas dari alat komunikasinya, telepon rumah “tradisional” tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan adanya perubahan terhadap gaya hidup migrasi ke arah seluler dan pilihan produk mobile lainnya tidak lagi dapat dihentikan dan kondisi tersebut dapat berdampak pada bisnis telepon tidak bergerak kabel.

    Technology (Teknologi)

    Tantangan di masa depan adalah melakukan transformasi secara penuh untuk menjadi perusahaan yang fokus kepada pelanggan yang didukung oleh teknologi dan struktur organisasi yang tepat dan yang dapat membuat seluruh insan Telkom untuk bekerja bersama secara efektif.
    Teknologi new wave telah berkembang secara pesat dalam sepuluh tahun terakhir ini dan sedang merubah cara kita berkomunikasi antara satu dengan yang lain, dalam mengakses hiburan dan pekerjaan. Walaupun Telkom mengharapkan layanan tidak bergerak kabel akan tetap menjadi dasar bisnis untuk ke depannya, namun Telkom juga secara agresif bertumbuh dalam bisnis new wave-nya yang telah mengubah sejumlah pilihan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi melalui platform multimedia.

    Environment (Lingkungan)

    Indonesia rentan terhadap bencana alam dan fenomena lain di luar kendali Telkom, yang dapat menimbulkan ganguan serius pada bisnis Telkom dan memberi dampak merugikan pada hasil operasi Telkom.

    Rian Wisudanto Pratama Putra
    2402314224

  20. Honda Motor adalah perusahaan yang menangani pengembangan, distribusi, dan pembuatan mobil, motor, dan produk tenaga. Perusahaan ini ditemukan pada tahun 1946 dan berbasis di Tokyo. Perusahaan ini memiliki anak perusahaan di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Ini memiliki banyak jenis sepeda motor, termasuk model bisnis dan komuter, balap trial and moto-cross, dan model olahraga lainnya. Perusahaan ini memproduksi watercrafts pribadi, kendaraan multi utilitas, dan juga kendaraan all-terrain.

    Berikut analisis Pestle dari Honda Motor Company:

    • Faktor Politik
    Di Inggris, jumlah mobil yang sangat terbatas terjual setelah pemerintah memberikan proposal barunya. Undang-undang ini akan mempengaruhi penjualan Honda, dan mereka tidak akan bisa menghasilkan mobil seperti dulu. Selain itu, orang-orang di Eropa harus membayar pajak dengan jumlah yang tinggi daripada di manapun di dunia ini. Harga pasar, biaya bisnis dan minyak tanpa biaya memungkinkan akses pelanggan untuk mencurahkan mobil. Lingkungan politik yang stabil akan membangun standar modern dan meningkatkan endowmen. Faktor politik meliputi hukum rekrutmen, perdagangan dan administrasi perdagangan dalam negeri dan perpajakan. Faktor politik akan mempengaruhi inovasi secara langsung. Artinya, Honda perlu melakukan responsif terhadap perbaikannya dengan cara yang aman.

    • Faktor-faktor ekonomi

    Honda Company dapat dengan mudah mendominasi faktor ekonomi jika trennya pandai. Nilai tukar Inggris dan Jepang tidak selalu konstan. Makanya itu mempengaruhi harga mobil Honda. Meningkatnya pendapatan mengacu pada pendapatan konsumen yang meningkat, sehingga menyebabkan peningkatan daya beli. Honda memperkenalkan model mobil baru setiap tahun untuk dijual dan mengikuti kenaikan pendapatan ini. Untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi dunia, Honda kini meluncurkan mobil yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Honda mungkin akan menderita di tahun-tahun mendatang. Pertumbuhannya akan membatasi karena kendaraan yang mengkonsumsi bensin. Namun, perusahaan terutama mengandalkan nilai tukar yang perlu stabil jika tidak maka akan mempengaruhi harga jika mobil.

    • Faktor sosial

    Faktor sosial yang mempengaruhi perusahaan kendaraan bermotor melibatkan aspek budaya dan demografi lingkungan makro eksternal. Orang cenderung memilih produsen mobil negara mereka sendiri daripada memilih yang diimpor. Makanya, Honda mengenalkan mobil ramah lingkungan baru untuk mengubah pemikiran mereka. Honda melakukan transaksi dalam bahasa Inggris untuk menghapus hambatan bahasa dan menyebar ke seluruh dunia. Produk mobil di Inggris lebih murah dari pada tempat lain di dunia. Dengan demikian, konsumen membeli produk ini dari negara barat lebih. Semua faktor ini mempengaruhi kebutuhan pelanggan dan ukuran pasar potensial.

    • Faktor teknologi

    Faktor-faktor yang mempengaruhi Honda mengenai teknologi menunjukkan bagaimana tren tersebut membantu dalam bisnis. Di dunia modern, orang mulai terlalu mengandalkan GPS untuk mencari lokasi yang mereka inginkan. Jadi produsen Honda termasuk Satellite Navigation System di mobil baru. Honda sekarang memproduksi mobil ramah lingkungan dengan menyediakan penghematan bahan bakar, emisi bersih, dan torsi yang cukup. Penting untuk mengambil tindakan pengamanan sambil memajukan teknologinya. Namun, perusahaan pasti akan mempertimbangkan fakta mobil hybrid, yang akan menguntungkan pengguna dan menghasilkan lebih banyak penjualan. Honda selalu menjadi perusahaan yang bersemangat berinovasi dalam teknologi dan maju dalam teknologi mobile.

    • Faktor Hukum

    Hukum membatasi produksi karena masalah lingkungan. Namun, undang-undang pemerintah memiliki dampak yang luas pada Perusahaan Honda. Honda perlu fokus pada kebijakan harga, harus mengusulkan pengurangan kendaraan, yang membantu menghadapi lawan, dan memungkinkan menghasilkan lebih banyak penjualan. Jam kerja di Inggris adalah 8 jam setiap hari, dan gaji tinggi per jam. Perusahaan mungkin terpengaruh karena tingginya upah pegawai. Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang yang mengatakan bahwa semua tempat kerja perusahaan harus aman. Mereka mengatasi masalah seperti melaporkan kecelakaan, pelatihan, dan peralatan keselamatan untuk memastikan bahwa pegawainya aman.

    • Faktor lingkungan

    Mesin mobil terutama mengandalkan perubahan iklim. Solusi efisien pasti akan menghilangkan situasi mesin yang dipanaskan dan akan meningkatkan performa mobil. Harga minyak bumi meningkat karena pemanasan global; Honda memproduksi mobil ramah lingkungan seperti Honda Hybrid untuk melindungi pemanasan global. Inggris memiliki iklim dan cuaca yang bervariasi dalam tahun-tahun sebelumnya. Perubahan suhu mempengaruhi mesin mobil. Sulit untuk memulai mesin mobil di musim dingin daripada di musim panas. Jadi, Honda telah memproduksi mesin yang berbeda untuk berbagai wilayah untuk mengatasi masalah ini.

  21. Keberadaan PT Intan Pariwara dipengaruhi oleh kondisi PEST di Indonesia. Kondisi- kondisi tersebut meliputi kondisi politik, ekonomi, sosial dan teknologi yang dijelaskan dalam tabel 1.

    Tabel 1. Kondisi Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi Yang Mempengaruhi PT Intan Pariwara
    Politik
    Kepres No. 4 Tahun 1990 mengenai serah- simpan karya cetak dan karya rekam
    Permendiknas No.11 Tahun 2005 mengenai ketentuan tidak boleh menjual buku langsung ke sekolah-sekolah
    Rencana Depdiknas yang akan membeli hak cipta sejumlah buku diakses gratis (softcopy atau download dari internet) oleh masyarakat
    Ekonomi
    Kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil berpengaruh pada pembelian buku dan tidak dimasukkannya buku dalam agenda kebutuhan masyarakat
    Tingkat UMR (Upah Minimum Regional) yang dirasa masyarakat masih terlalu sedikit bahkan ada yang mendapat gaji di bawah UMR tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.
    Sosial
    Budaya membaca masih belum dapat diterapkan di Indonesia
    Kebutuhan akan buku belum dimasukkan dalam agenda kebutuhan masyarakat
    Faktor geografis setiap daerah di Indonesia berpengaruh pada pemasaran dan pengiriman buku ke perwakilan.
    Teknologi
    Teknologi informasi yang terus berkembang di Indonesia mulai dari dengan adanya internet, jaringan komputer sampai adanya layanan mobile.

    Raden Doni Abdillah
    2402314176
    Manajemen D

  22. Analisis pest di perusahan L’oreal :
    Dari segi politik, dapat dilihat bahwa sebesar 64% dari penjualan L’oreal di dapat dari luar Eropa Barat. Pertumbuhan global di pasar kecantikan telah menyebabkan L’oreal mengembangkan kegiatannya di negara-negara “pasar baru” yang mewakili 39% dari penjualan produk kecantikan pada tahun 2012 (Loreal Annual Report, 2012:21). Dari kehadiran geografis ini dapat dilihat bahwa lingkungan politik dapat mempengaruhi strategi bisnis perusahaan L’oreal. Sebab jika terjadi gangguan politik di suatu negara, dimana anak perusahaan L’oreal berada, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi penjualan dan kegiatan bisnis L’oreal. Seperti yang dikatakan oleh Halik (2012:14), bahwa pertama yang kita lakukan dari sudut pandang politik memahami kebijakan pemerintah di wilayah itu.

    Dari segi ekonomi, seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa salah satu misi L’oreal adalah menjadi produk kecantikan yang universial. Jadi, dalam hal ini, L’oreal ingin menghadirkan produk kecantikan bagi pria maupun wanita di seluruh dunia. Untuk dapat menciptakan hal tersebut, L’oreal dapat membaca kebutuhan dan daya beli konsumen. Dalam menciptakan produk, L’oreal berhasil menarik banyak konsumen di seluruh dunia karena L’oreal tidak hanya terfokus pada sekelompok masyarakat saja. L’oreal bukan hanya memahami kebudayaan konsumen yang beragam namun juga pendapatan konsumen yang relatif berbeda. Oleh karena itu, L’oreal melakukan diversifikasi harga. Tidak semua produk L’oreal memiliki harga yang mahal, namun ada juga yang harganya dapat terjangkau oleh kalangan masyarakat menengah. Contohnya saja, seperti produk Division L’oreal Luxe, produk tersebut tergolong mahal. Sementara produk L’oreal seperti Maybeline dan Garnier harganya tergolong murah dan mudah ditemukan. Hal ini menandakan bahwa L’oreal tidak mengabaikan unsur ekonomi dalam pelaksanaan strategi bisnisnya. Selain itu, dari segi Ekonomi, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, yaitu L’oreal melihat potensi keberadaan industri kosmetik pada pasar dunia, dimana pasar tersebut dinilai mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini terbukti pada saat puncak krisis tahun 2008-2009, pasar kosmetik terus maju, yaitu hampir 3 % pada tahun 2008 dan 1 % pada tahun 2009, pada tahun 2011 tumbuh sebesar 4,6 % dan 4,6 % juga pada tahun 2012.

    Dari segi sosial, L’oreal menyadari perbedaan sosial, ras, agama, maupun budaya yang ada di setiap negara. Oleh karena itu, L’oreal bukan hanya melakukan difersifikasi terhadap produk dalam menghargai hal tersebut, namun juga menyesuaikan iklan yang masuk di setiap negara. Seperti yang dipaparkan dalam kode etik L’oreal, bahwa L’oreal peka terhadap reaksi yang mungkin muncul dari kelompok agama, etnis, budaya atau sosial terhadap iklan L’oreal. Selain itu, L’oreal juga memastikan bahwa tidak akan ada iklan dari produk L’oreal yang mempraktekkan kekerasan yang ekstrem, atau perilaku kasar (Loreal, 2007:32). Jadi, L’oreal dalam melaksanakan strateginya juga mempertimbangkan aspek sosial. Contohnya seperti mempertimbangkan iklan yang sesuai dengan aspek sosial masyarakat.

    Dari segi teknologi, L’oreal menyadari bahwa permintaan masyarakat terhadap produk kecantikan akan semakin berkembang. Masyarakat akan cenderung mencari produk kecantikan yang aman, tetapi tetap tahan lama dan praktis. Oleh karena itu, L’oreal menampung aspirasi konsumen untuk kualitas produk kecantikan yang lebih tinggi dari sebelumnya, dimana konsumen tampak bersemangat terhadap teknologi dan ide-ide baru dan pasar kosmetik merupakan pasar yang didorong oleh inovasi (Loreal Annual Report, 2012:212). Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas proses industrinya, L’oreal juga melakukan sebagian besar produksi di 42 pabrik yang masing-masing menggunakan teknologi khusus tertentu, dan juga L’oreal melakukan investasi selama lebih dari 20 tahun dalam mengembangkan metode rekayasa jaringan (Loreal Annual Report, 2012:109). Pada tanggal 15 Desember 2011, L’oreal mengumumkan akuisisi terhadap Pacific Bioscience Laboratories Inc, yaitu perusahaan perawatan kulit (Loreal Annual Report, 2012:109). Akuisisi ini menyebabkan L’oreal memiliki akses terhadap teknologi perawatan kulit yang dapat dipatenkan. Jadi dalam hal ini dapat dilihat bahwa L’oreal berinvestasi dalam teknologi untuk menciptakan produk baru.

    Egi septian hadi
    2402314156
    Manajemen D

  23. Coca Cola is a soft drink empire and serves customers around the world. To supply customers with their soda, they follow strict regulations, adhere to customer demands, and use the best technology available.

    More information about the company is in this PESTLE analysis of Coca Cola.

    1. Political factors
    Coca Cola products are at the mercy of the FDA. They must meet regulations, given by the government, to put products on store shelves.
    Changes in established laws may prevent Coca Cola from distributing drinks. Accounting, taxes, internal marketings, and changes in labor laws can affect Coca Cola in this way.

    2. Economical factors
    Coca Cola products are distributed to hundreds of countries. These countries have different customs, cultures, tastes, and desires. Coca Cola has changed and updated how it handles its products by creating new flavors to accommodate these customers.
    They have $80+ billion worth of equity. The majority of that comes from the beverage industry. And their income (roughly 70%) is from countries outside the United States.
    But people are looking for healthy alternative drinks. Coca Cola is making minimal efforts to move in that direction.

    3. Social factors
    Coca Cola distributes the majority of its products in cultured countries. And they meet the demands of these customers. In Japan, they created 30 alternative flavors to appeal to Japanese consumers. In China, they are making similar efforts.
    But in America, people focus on their health. They’re swapping sugary drinks for waters and teas. Because these drinks are better for their health. Coca Cola needs to respond to these needs by creating a product the healthy American public will respond to.

    4. Technological factors
    Machinery have helped Coca Cola manufacture products in better and higher quantities. Coca Cola has factories in Britain with top of the name machinery to ensure fast delivery times and quality product development.
    Coca Cola has used social media technology to connect with audiences. When they launched their name campaign — putting real names on their bottles — customers lined up to take photos of bottles with their name on it. These photos trended on social media sites like Facebook, providing social proof and encouraging Coca Cola sales.

    5. Legal factors
    Coca Cola retains all rights related to their business, including past and future products developed with a patented process.
    Environmental factors
    Coca Cola is affected by water accessibility. Water is necessary for soft drink development. But should something happen, like climate change, the company may be under fire.

    Andriawan cahaya putra
    2402314199

  24. Berikut adalah PESTLE Analisis pada PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk :

    1. Faktor Politik
    Kondisi politik di indonesia pada saat sekarang ini belum stabil, ini terlihat dari pemilu 2014 kemarin, yang dimana presiden sudah terpilih tapi masih terlihat perbedaan kubu di kursi DPR antara pendukung presiden yang satu dengan presiden yang lain, pemilu kemarin juga sangat penting karena berpegaruh pada situasi perpolitikan di indonesia. selain itu kisruh politik terjadi terjadi antara Gurbernur DKI Jakarta Ahok dengan Haji Lulung yang menjabat wakil DPRD DKI jakarta kemudian ada juga kisruh antara institusi penegak hukum seperti KPK dan Polri ini juga berdampak pada proses pembangunan, yang akhirnya akan berdampak pada kelangsungan bisnis dari PT. PP, mengapa demikian karena PT. PP adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi, yang tadinya proyek – proyek pemerintah yang akan sudah dicanangkan dan akan dibangun, bisa terbengkalai karena adanya kisruh politik tersebut, contoh seperti pembangunan Gedung DPRD, Wisma Atlet, selain itu jika kondisi politik kisruh seperti yang terjadi pada sekarang ini, akan mempengaruhi perilaku investor baik dalam negeri maupun luar negeri , yang tadinya para investor yang ingin menanam modal dan membangun gedung atau properti, karena melihat kondisi perpolitikan tidak stabil, para investor tersebut tidak jadi membangun, karena ragu atau tidak percaya serta takut merugi karena faktor tersebut.

    2. Faktor Ekonomi
    Pada tahun 2014 sampai 2015 ini banyak sekali tangtangan di dalam lingkungan ekonomi seperti kenaikan harga BBM pada akhir 2014 kemarin, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 yang menurun dibanding tahun – tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar 5,1 %, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang sangatlah tajam, dari Rp 12.000 sampai mencapai Rp 14.800 lebih, tetapi untungnya Rupiah menguat lagi sampai pada titik Rp13.800-an,. Semua itu sangat berpengaruh pada kelangsungan usaha yang dijalankan PT. PP, yang terlihat pada proyek – proyek yang dikerjakan PT. PP, contoh seperti inflasi yang terjadi/ pelemahan rupiah terhadap dollar yang akhirnya akan berdapak pada mahalnya harga – harga material yang akhirnya akan berdampak pada melonjaknya harga proyek, karena harga proyek yang PT. PP kerjakan biasanya mengikuti harga dollar. Sehingga pada kasus ini daya beli investor, swasta dan daya beli pemerintah terhadap proyek – proyek tersebut menurun, yang akhirnya berujung pada penundaan kontrak, penurunan spesifikasi kontrak, bahkan lebih buruknya bisa mengakibatkan batalnya kontrak atau perjanjian. Inflasi juga mengakibatkan pendapatan usaha dari PT. PP menurun karena banyak nya kontrak yang tertunda dan batal.

    3. Faktor Sosial
    Dari segi sosial, Perusahaan mendapatkan banyak keuntungan, karena maupun ditahun ini mengalami kenaikan harga bahan – bahan pokok, harga material, Kenaikan harga BBM, Inflasi, namun Gaya hidup (Lifestyle) masyarakat saat ini menunjukan kecenderungan yang meningkat, ini terlihat dari proyek pembangunan apartemen, gedung hotel, mall, tradecenter, restaurant. kecenderungan tersebut menunjukan konsumsi masyarakat yang semalin meningkat, sehingga Perusahaan konstruksi dalam hal ini PT. PP sangatlah diuntungkan. tetapi selain melihat pangsa pasar, perusahaan ini juga berkewajiban menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) berupa bina lingkungan, mensejahterakan masyarakat dengan melakukan aktivitas seperti pendidikan, kesehatan, membangun sarana umum, pengentasan kemiskinan serta pelestarian lingkungan. semua itu sangatlah peting dilakukan, karena berpengaruh pada nama baik atau citra PT. PP itu sendiri, yang selanjutnya berpengaruh pada usaha yang dijalankan PT. PP di tahun mendatang.

    4. Faktor Teknologi
    Berkembangnya teknologi juga mepengaruhi proses dari kerja perusahaan, yang tadinya sulit sekarang menjadi semakin mudah karena adanya kemajuan teknologi, contoh kemajuan Teknologi yang berdampak pada PT. PP adalah Sistem Informasi. Adanya tata kelola Sistem informasi yang baik yang berjalan di dalam suatu perusahaan, maka informasi yang dijalankan dapat berjalan secara sistematis, terkendali dan efektif, bahkan dapat secara efisien mengurangi biaya oprasional dan meningkatkan daya saing perusahaan. selain itu dari adanya kemajuan teknologi berdampak pada proses produksi perusahaan seperti green building dan green construction. yang dimana PT. PP dalam melaksanakan pembangunan gedung, membangun gedung yang asri dan ramah lingkungan seperti membangun penyaringan air bersih, membangun gedung yang bisa meresap air, yang dalam hal ini bisa menjadi keuntungan PT PP karena dapat menjadi keunggulan bersaing PT. PP terhadap pesaingnya.

    5. Faktor Hukum
    Hukum adalah faktor yang sangat penting bagi kelangsungan Bisnis sebuah perusahaan, jika dilihat hukum yang ada di indonesia, sudah Bagus, namun masyarakat masih banyak yang melanggar hukum selain itu penegakan hukum yang ada di indonesia juga belum tegas, sehingga korupsi masih banyak di indonesia, ini bisa berdampak pada kelangsungan bisnis Perusahaan BUMN seperti PT. PP. contohnya saja, jika dana proyek – proyek pemerintah banyak yang dikorupsi oleh oknum pemerintah yang tak bertanggung jawab, maka proyek tersebut bisa diundur, bahkan batal. Sehingga dalam hal ini PT. PP dirugikan, karena seharusnya PT. PP bisa menggarap proyek tersebut. jadi tak bisa menggarap proyek tersebut, karena proye tersebut batal. Selain itu selama ini PT PP merupakan perusahaan yang baik, dan salah satu perusahaan Good Corporate Governance (GCG) atau merupakan perusahaan dengan citra yang baik di mata masyarakat dan pemerintah.
    Faktor Lingkungan
    Pada awal 2014, Indonesia mengalami bencana musiman yang kerap terjadi secara berulang yaitu banjir, musibah banjir yang terjadi mengakibatkan banyak aktivitas ekonomi terhambat, terutama dari tingkat mobilitas yang membutuhkan transportasi darat, yang akhirnya berdampak pada pengangkutan bahan mentah dan sumber daya alam terhambat dan mahal, di sisi lain, masyarakat mengalami banyak kerugian dari segi finansial dan operasional, kerugian ini lagi – lagi menagkibatkan daya beli masyarakat turun yang berdampak pada usaha yang dijalankan PT. PP. Namun selain itu jika di lihat dari segi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, sungai dan danau, PT. PP banyak mendapatkan keuntungan, karena banyak proyek PT. PP yang berkaitan dengan kondisi geografis seperti jembatan, karena masih banyak sungai besar yang ada di seluruh indonesia. pembangunan pelabuhan, karena indonesia merupakan negara kepulauan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), DAM, dan saluran irigasi karena di indonesia masih banyak waduk dan lahan pertanian, yang merupaka sektor penting bagi bangsa indonesia, selain itu terkait perizinan mengenai dampak lingkungan, PT. PP selama ini baik – baik saja, karena jika perusahaan selalu mengikuti ketentuan hukum dan AMDAL yang berlaku, perusahaan tidak akan dihadapkan oleh kasus lingkungan yang tidak semestinya terjadi.

    Yosan Saepul
    2402314241

  25. Analisis PETS PT. EM ADVERTISING
    A. Politik
    Reklame selalu berhubungan dengan politik khususnya di sektor pajak. Ini karena pemasangan reklame yang biasanya di pinggir-pinggir jalan raya sehingga menyebabkan harus adanya izin pendirian reklame dari pemerintah dan diwajibkan untuk membayar sejumlah pajak. Untuk pembayaran pajak ternyata tidakditanggung oleh perusahaan namun oleh klien sepenuhnya. Oleh karenanya pajak tidak
    mempengaruhi biaya operasional perusahaan namun pada jumlah permintaan yang diterima perusahaan. Klien akan
    mempertimbangkan untuk menggunakan jenis iklan lain yang biayanya lebih rendah jika memang nilai pajak dianggap terlalu tinggi. Sangat sulit untuk mengatasi hal ini
    karena sekalipun perusahaan sudah menawarkan harga pembuatan reklame yang murah sekalipun, jika pajak dinilai
    terlalu mahal maka klien bisa memilih alternatif iklan lainnya.
    Selain pajak, perizinan juga sangat mempengaruhi perusahaan reklame dimana reklame tidak bisa dipasang di sembarang tempat dan sebelum pendiriannya harus sudah selesai urusan perizinannya. Jika dahulu reklame boleh dipasang di jalur hijau, maka sekarang sudah tidak diperbolehkan. Masalah perizinan dan peraturan daerah ini
    sangat mempengaruhi perusahaan karena dapat berubah sewaktu-waktu. Misalnya klien sudah terlanjur melakukan pembayaran kepada perusahaan sementara ternyata peraturan daerah berubah sehingga memaksa reklame harus dipindahkan. Hal ini akan menyebabkan terjadinya negosiasi ulang dengan klien untuk mencari jalan tengahnya, apakah
    dilakukan pemotongan harga atau reklame dipindahkan ke tempat lain dengan resiko pemasangan dapat mundur hingga 1 tahun karena survei lokasi dan mengurus perizinan baru. Peraturan mengenai ketenagakerjaan di bidang reklame bisa dikatakan sama dengan bidang kontraktor dimana keselamatan kerja karyawan adalah hal yang penting. Oleh karenanya perusahaan diwajibkan memberi asuransi kerja dan asuransi kebakaran bagi karyawannya. Untuk upah minimum juga mengikuti standar yang ditetapkan oleh
    pemerintah yaitu menurut besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
    Politik di industri reklame tidak selamanya menjadi tekanan bagi perusahaan reklame. Justru ketika musim pemilihan umum digelar baik itu pemilu presiden, pemilihan
    kepala daerah, pemilu DPR dan DPRD, dan kadang adanya musyawarah nasional yang diikuti oleh pejabat-pejabat politik maka pendapatan yang diterima perusahaan reklame meningkat tajam. Ini disebabkan semua kegiatan yang disebutkan membutuhkan media kampanye dan salah satu media utama yang digunakan adalah reklame. Disini tentunya pengusaha reklame harus pandai menangkap peluang yang sangat menjanjikan ini.

    b. Ekonomi
    Pertumbuhan ekonomi ikut mempengaruhi kinerja perusahaan utamanya ketika harga-harga bahan baku mengalami kenaikan. Pengaruh yang dirasakan perusahaan
    memang tidak terlalu signifikan namun tetap saja menyebabkan keuntungan yang didapat perusahaan berkurang dan biasanya hanya menghasilkan sedikit laba. Ini karena kontrak kesepakatan harga telah disetujui terlebih dahulu, sedangkan pembelian bahan baku baru dilaksanakan setelahnya dan kadang kala perusahaan tidak dapat
    mengantisipasi kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba. Selain itu ketika pertumbuhan ekonomi sedang lesu biasanya jumlah permintaan atau order ke perusahaan juga berkurang. Akibatnya perusahaan harus membanting harga untuk
    menarik permintaan dari pembeli. Sementara untuk tingkat suku bunga tidak
    mempengaruhi perusahaan secara langsung. Biasanya jika tingkat suku bunga pinjaman tinggi maka perusahaan hanya
    memperkecil biaya operasional kantor saja dan menghemat pengeluaran lain yang bisa ditekan. Fluktuasi nilai tukar juga tidak berpengaruh banyak terhadap perusahaan karena perusahaan tidak merambah sektor ekspor impor. Biasanya pengaruhnya hanya pada kenaikan harga bahan baku saja
    yaitu besi beton. Sedangkan untuk tingkat inflasi yang tinggi ataupun rendah dirasa tidak memberikan pengaruh apapun bagi kinerja perusahaan.

    c. Sosial
    Faktor sosial seperti tingkat pendidikan masyarakat dan tingkat pertumbuhan penduduk diakui perusahaan tidak memberikan pengaruh apapun terhadap kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan tipe bisnis yang digeluti perusahaan tidak
    melayani konsumen akhir namun lebih ke business to business. Sehingga tingkat pendidikan dan pertumbuhan masyarakat tidak akan memberi pengaruh banyak.
    Kondisi lingkungan sosial dimana perusahaan berada cenderung menuntut keamanan terhadap diri masyarakat.
    Seperti diketahui banyak terjadi insiden reklame roboh karena ditiup angin kencang atau roboh dengan sendirinya karena tidak dibangun dengan kokoh. Hal ini akhirnya
    membuat masyarakat menuntut perusahaan reklame untuk membangun reklame dengan kokoh atau bahkan ada yang AGORA Vol. 4, No. 1, (2016) menuntut reklame untuk dihapuskan karena selain
    membahayakan juga merusak keindahan kota. Walaupun sebenarnya setiap penyedia reklame berukuran besar (lebih dari 8m2) telah memberikan asuransi jiwa namun dirasa belum cukup oleh kebanyakan masyarakat. Akibatnya berpengaruh pada pengusaha reklame yang harus berjuang
    mati-matian untuk dapat menunjukkan citra perusahaan reklame yang bagus dan bertanggung jawab terhadap tuntutan masyarakat. Selain itu kondisi lingkungan kerja juga ikut mempengaruhi perusahaan. Lingkungan kerja disini maksudnya bukan lingkungan dimana karyawan bekerja di
    dalam perusahaan, namun lingkugan kerja yang berada di luar perusahaan. Seperti khususnya di Jawa Barat biasanya terdapat preman-preman penguasa lahan yang sering bertindak anarkis. Jika ada perusahaan yang hendak memasang reklame di wilayah tersebut maka diharuskan membayar sejumlah upeti kepada preman yang biasanya menamakan dirinya ormas tertentu, walaupun perusahaan telah membayar biaya perizinan pada pemerintah setempat. Jika tidak maka pekerja yang berada di lokasi akan dipukuli
    atau material disita. Hal ini tentunya menyebabkan para pengusaha reklame harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak perlu.

    d. Teknologi
    Perkembangan teknologi yang ada dirasakan sangat berpengaruh bagi perusahaan. jika dahulu reklame masih
    menggunakan alat semprot untuk membuat gambar reklamenya, maka sekarang sudah ada teknologi digital printing. Dahulu tenaga kerja untuk melakukan pengecatan sangat dibutuhkan, namun sekarang jumlah tenaga kerja sudah dikurangi dan hanya dibutuhkan untuk finishing gambar saja. Digital printing dirasa lebih cepat dan menghasilkan gambar yang mirip seperti foto, walaupun
    memang teknologi ini membutuhkan investasi yang cukup besar. Sekarang, sudah bermunculan reklame jenis baru di Surabaya dan kota-kota besar lainnya di Indonesia yaitu videotron. Teknologi ini
    memungkinkan satu papan reklame menayangkan video yang dapat memuat beberapa iklan sekaligus. Teknologi ini dianggap sebuah terobosan baru dan merubah pandangan orang terhadap reklame yang dulu masih bersifat konvensional. Namun demikian ternyata videotron yang ada sekarang ini masih buatan luar negeri. Perusahaan di Indonesia hanya menyediakan alat pendukungnya saja
    seperti tiang pancangnya. Sementara untuk pemasangan videotron dan maintenance nya masih menggunakan jasa perusahaan luar negeri.Perusahaan tetap berusaha untuk up to date dengan perkembangan teknologi yang ada di industri reklame seperti mengikuti perkembangan mesin digital printing yang ada, fenomena munculnya videotron, dan sebagainya. Namun berdasarkan penuturan informan, jika orang berbicara mengenai reklame maka yang terlintas adalah reklame konvensional yang hanya berupa gambar raksasa di pinggir-pinggir jalan. Jika orang berbicara mengenai videotron, maka orang sudah mulai membicarakan hal yang baru lagi di luar reklame. Oleh karena itu teknologi videotron yang ada sekarang dianggap masih terlalu dini untuk dapat
    mengalahkan eksistensi reklame konvensional. Walaupun perusahaan berusaha untuk terus up to date dengan perkembangan teknologi yang ada, namun tidak serta merta perusahaan menginvestasikan dananya untuk seluruh
    teknologi baru yang muncul. Perusahaan hanya menginvestasikan pada teknologi yang dianggap penting dan terus digunakan untuk produksi misal mesin digital printng
    yang baru. Untuk teknologi lain misal mesin cutting accrylic dianggap perusahaan tidak terlalu penting karena disamping biayanya yang mahal juga perusahaan menganggap masih bisa menggunakan cara manual. Seperti diketahui mesin tersebut digunakan untuk menghasilkan huruf timbul.
    Lagipula perusahaan lebih dikenal sebagai biro reklame dibanding jenis biro periklanan lainnya. Oleh karena itu perusahaan hanya berinvestasi di teknologi yang ada hubungannya dengan reklame.

    Fajar Perdana Akbar
    2402314159
    Manajemen D

  26. NAMA: RIZKI ABDUL MUGNI
    NPM:24023315396

    Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas (pertanggung jawaban), Independensi (kemandirian) dan Fairness (kewajaran) untuk meningkatkan kinerja dan citra perusahaan.

    Penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada PT Pindad (Persero) merupakan salah satu sarana untuk mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan secara efektif dan lebih cepat, sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada stakeholders bahwa perusahaan dikelola dengan baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang wajar dan bernilai tinggi. Penerapan GCG juga mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien dengan pengelolaan risiko dan sumber daya yang lebih efektif serta untuk mendorong setiap unsur pimpinan dapat mengambil keputusan dan menjalankannya dengan landasan nilai moral yang tinggi dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholders dan mencegah penyimpangan pada proses bisnis perusahaan.

    Penjabaran dari prinsip-prinsip GCG tertuang dalam kode etik perilaku perusahaan dengan muatan ; Komitmen dengan stakedolders, Nilai-nilai Perusahaan, Benturan kepentingan, Pemberian hadiah dan donasi, Kepedulian K3LH, Kesempatan kerja dan promosi, Integritas laporan keuangan, Perlindungan informasi perusahaan, Perlindungan harta perusahaan, Kegiatan sosial politik, Etika dengan stakeholders, Mekanisme penegakan serta pelaporan atas pelanggaran berikut sanksi.

    Asesmen terhadap penerapan GCG dapat dilakukan oleh pihak eksternal (konsultan) dan juga oleh pihak internal perusahaan sendiri. Asesmen difokuskan pada capaian aktual kualitas penerapan GCG di perusahaan. Asesmen dilakukan dengan menggunakan instrument berupa Indikator yang dijabarkan ke dalam Parameter-parameter yang bersifat kuantitatif untuk masing-masing dilengkapi dengan Faktor Uji Kesesuaiannya.

    Kronologis Roadmap Penerapan GCG di PT Pindad (Persero) sampai dengan tahun buku 2015

    Sejalan dengan dasar-dasar pelaksanaan GCG di PT Pindad (Persero), sejak tahun 2004 perusahaan telah menerapkan GCG, dengan kegiatan asesmen penerapan GCG sebagai berikut :

    1. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2004, asesmen dilakukan oleh asesor dari BPKP Perwakilan ProvinsiJ awa Barat.

    2. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2005, berikut mereview rekomendasi tindak lanjut penerapan GCG hasil asesmen tahun 2004 oleh asesor BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat dilaksanakan Maret 2006.

    3. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2006, Self Assessment penerapan GCG dilaksanakan Juli 2007.

    4. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2007, Perusahaan mengikuti program riset dan pemeringkatan Corporate Governance Perception index 2006 yang dilakukan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bekerjasama dengan majalah SWA, dengan peringkat “Cukup Terpercaya”.

    5. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2008, Asesmen oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat dilakukan Agustus 2009.

    6. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2010, Self asesmen penerapan GCG dilakukan Juli 2011.

    7. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2012, Asesmen dilakukan oleh asesor independen yaitu BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat dengan hasil predikat “Baik” dilaksanakan September 2013.

    8. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2013, Self Assessment atas penerapan GCG dengan metode review tindak lanjut rekomendasi, dilaksanakan Desember 2014

    9. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2014, Perusahaan melakukan asesmen terhadap penerapan GCG oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat dengan skor 83,015 kategori “Baik”• dilaksanakan Mei 2015.

    10. Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015, Perusahaan melakukan self asesmen terhadap penerapan GCG dilaksanakan Maret 2016 dengan skor 83,596 kategori “Baik”

    Manajemen Risiko

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO TAHUN 2016

    Implementasi atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor : Per-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011, tentang penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) saat ini Pindad akan memasuki tahap manajemen risiko terintegrasi hal ini diindikasikan dengan setiap fungsi melakukan identifikasi, antisipasi dan secara efektif merespon beragam peristiwa yang dapat mempengaruhi kemampuan memenuhi strategis dan mencapai tujuan.

    Tujuan penerapan menajemen risiko adalah sebagai berikut :

    1. Melindungi perusahaan dari risiko yang dapat merugikan dan menghambat pencapaian sasaran kinerja perusahaan

    2. Membantu manajemen dalam menganalisis pelaksanaan kegiatan usaha agar memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam rangka membangun keunggulan operasional

    3. Mendorong setiap pegawai perusahaan untuk bertindak hati-hati dalam menghadapi risiko perusahaan, sebagai upaya untuk memaksimalkan nilai perusahaan

    4. Meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan

    Dalam rangka memastikan pelaksanaan proses identifikasi, pengelolaan dan pemantauan risiko setiap Divisi fungsi manajemen risiko dan owner risk Divisi telah melaksanakan assessment manajemen risiko dan terjaring risiko sebanyak 270 risiko dengan sebaran risiko sebagai berikut Extrim 2 buah, Moderat 122 buah, Rendah 63 buah dan tidak signifikan 25 buah risiko.

    Dari 270 risiko Divisi yang terkumpul dikategorikan menjadi sebagai berikut :

    1. Risiko Hukum 22 buah risiko

    2. Risiko Keuangan 36 buah risiko

    3. Risiko Pemasaran 25 buah risiko

    4. Risiko pengadaan 41 buah risiko

    5. Risiko Pengawasan 4 buah risiko

    6. Risiko Pengembangan 5 buah risiko

    7. Risiko SDM 86 buah risiko

    8. Risiko sistem imformasi 45 buah risiko

    Adapun Profil Risiko Korporat tahun 2016 dikategorikan menjadi lima kategori yaitu Pemasaran, Pengadaan, Sistem Informasi, SDM dan Keuangan, sebagaimana dalam tabel Profil Risiko Korporat tahun 2016.

  27. Analisis fest dalam struktur industri SPBU, meliputi politik, ekonomi,sosial, dan teknologi,(PEST)
    Analisis terhadap struktur indonesia SPBU dapat mempergunakan model porter five forces model ini digunakan untuk menganalisis kondisi sebuah industri dilihat dari kakuatan pesaing antar prusahaan yang ada. Kekuatan tawar menawar pembeli kekuatan tawar menawar pemasok ancaman masuknya pendatang baru dan ancaman adanya produk subsitusi.
    Semenjak pemerintah membuka pasar hilir BBM indonesia prusahaan minyak dan gas asing mulai berdatangan salah satu shell khadiran shell memberikan nuansa bari untuk pasar hilir BBM yang divisualisasikan melalui SPBU Shell. Menerapkan Premium service dan jaminan ketetapkan takaran serta kualitas sehingga banyak konsumen yang puas walau pun membayar lebih mahal dibandingkan produk pertamina. Begitu juga dengan pendatangan berkut petronas, yang menawarkan jaminan ketepatan takaran dan kualitas , tetapi dengan playanan standar.

    Analisis PEST dipergunakan untuk mengeksplorasi maskro dimana prusahaan beroperasi.
    1 Politik
    . Uu no. 22 tahun 2001 tentang migas memberikan kesempatan bagi smua prusahaan minyak dan gas baik nasiaonal maupun global untuk bermain di pasar hilir bbm indonesia
    . Uu energi mewajibkan pemerintah dari waktu keu waktu untuk meningkatkan jumlah persentase energi terbaru sepeti biodesel mengembangkan produk nya artenatif trutama ramah lingkungan
    2 Ekonomi
    . Persaingan pasar ritel bbm akan menghasilkan fungsi distribusi yang lebih baik. Selain itu akan menciptakan pasar yang efisien, meningkatkan investasi dalam negri pada akhir nya memberikan pluang pekerjaan, bagi konsumen dalam pesaing akan memberikan mereka keuntungan seperti peningkatan pelayanan dan kualitas produk.
    . Pluktuasi harga minyak internasional tidak menentu bahkan menembus batas pisikologis USS 100/ barrel dan akibatnya APBN terancam karena subsidi bbn akan melonjak.
    3 Sosial
    . Meningkatnya daya beli masyarakat indonesia mengakibatkan gaya hidup boros dalam penggunaan energi. Terbukti dengan semakin benyaknya kendaraan yang mendati jalan-jalan secara otomais akan membuang banyak bahan bakar di kosumsi
    . Sebagian masyarakat yang peduli hidup terhadap lingkungan ,membentuk komunitas yang mementingkan klestarian lingkungan. Mereka menuntut adanya bbm yang trus mengedepankan sisa pembakaran yang ramah lingkungan.
    4 Teknologi
    . Isu pemasaran global menuntut semua penduduk dunia untuk lebih memperhatikan lingkungan saat ini banyak dikembangkan berbagai macam bahan bakar alternatif sebagai pengganti BBM yang merupakan komponen utama yang kontribusi terhadap pemasaran global .berapa di antaranya bahan bakar biologis dan energi listrik
    . Pemerintah indonesia diwajibkan untuk trus mendukung terhadap pengembangan bahan bakar alternatif seperti bioetanol biodisel.

    Nama. yusup rahayu
    Npm. 2402314191
    Manajemen /D

  28. PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

    PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) adalah perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainmet) terbesar di Indonesia. Dengan portofolio yang terdiri dari sembilan anak perusahaan konsolidasi yang bergerak di bidang telepon tidak bergerak, seluler, aplikasi, konten, komunikasi data,property dan konstruksi, Telkom Group adalah salah satu dari perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, yang memiliki sekitar Rp.139.104 miliar kapitalisasi pasar di BEI pada akhir tahun 2008. Telkom adalah pemain paling dominan dalam industri telekomunikasi.
    Dari kondisi tersebut menarik kiranya bila mencari tahu bagaimana perencanaan strategis Telkom dalam menjalankan usahanya. Dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT dan PESTEL, maka kita akan mengetahui kondisi internal dan eksternal Telkom. Dari hasil tersebut akan dapat disimpulkan mengenai perencanaan strategis Telkom.

    Politic (Politik)
    • Peristiwa politik dan sosial yang terjadi di Indonesia saat ini dapat memberi dampak merugikan pada kegiatan bisnis di Indonesia. Indonesia telah mengalami proses perubahan demokrasi, yang mengakibatkan timbulnya berbagai peristiwa sosial dan politik yang menimbulkan ketidakpastian peta politik di Indonesia. Peristiwa ini secara umum telah menimbulkan ketidakpastian politik, di samping gejolak sosial dan sipil yang tercermin dengan adanya sejumlah kejadian dalam beberapa tahun terakhir.
    • Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini. Tidak ada jaminan bahwa Pemerintah akan seterusnya menjadi pelanggan Telkom dan atau Telkomsel.
    • Sebagai BUMN, intervensi dari pemerintah kadang membuat Telkom tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.
    Economic (Ekonomi)
    • Tidak ada jaminan bahwa situasi politik di Indonesia akan stabil atau Pemerintah akan menerapkan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi atau yang tidak berdampak negatif terhadap kondisi regulasi telekomunikasi pada saat ini.
    • Kemungkinan krisis keuangan global akan berdampak buruk secara material terhadap Telkom. Indonesia telah merasa efek krisis keuangan global. Laju inflasi meningkat, negara-negara pengimpor menurunkan pesanannya dan nilai ekspor ikut menurun. Beberapa perusahaan melaksanakan program-program penurunan jumlah karyawan dan cuti tanpa gaji. Seluruh faktor tersebut mengakibatkan penurunan tingkat pembelanjaan konsumen, yang telah berdampak negatif terhadap pendapatan Telkom.
    • Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan yang jumlahnya makin kecil, ditambah dengan krisis ekonomi pada saat ini akan membuat sejumlah operator kecil untuk melakukan konsolidasi.
    • Jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat telah mendorong permintaan yang tinggi akan layanan telekomunikasi. Industri telekomunikasi akan terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan akan meningkatkan permintaan layanan telekomunikasi.
    Social (Sosial)
    • Masyarakat semakin menuntut mobilitas dan fleksibilitas dari alat komunikasinya, telepon rumah “tradisional” tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan adanya perubahan terhadap gaya hidup migrasi ke arah seluler dan pilihan produk mobile lainnya tidak lagi dapat dihentikan dan kondisi tersebut dapat berdampak pada bisnis telepon tidak bergerak kabel.
    Technology (Teknologi)
    • Tantangan di masa depan adalah melakukan transformasi secara penuh untuk menjadi perusahaan yang fokus kepada pelanggan yang didukung oleh teknologi dan struktur organisasi yang tepat dan yang dapat membuat seluruh insan Telkom untuk bekerja bersama secara efektif.
    • Teknologi new wave telah berkembang secara pesat dalam sepuluh tahun terakhir ini dan sedang merubah cara kita berkomunikasi antara satu dengan yang lain, dalam mengakses hiburan dan pekerjaan. Walaupun Telkom mengharapkan layanan tidak bergerak kabel akan tetap menjadi dasar bisnis untuk ke depannya, namun Telkom juga secara agresif bertumbuh dalam bisnis new wave-nya yang telah mengubah sejumlah pilihan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi melalui platform multimedia.
    Environment (Lingkungan)
    • Indonesia rentan terhadap bencana alam dan fenomena lain di luar kendali Telkom, yang dapat menimbulkan ganguan serius pada bisnis Telkom dan memberi dampak merugikan pada hasil operasi Telkom.
    Beberapa daerah operasi Telkom rentan terhadap bencana alam, seperti banjir, petir, angin puyuh, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kebakaran atau peristiwa lain yang berada di luar kendali Telkom. Semua hal di atas tersebut dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan dan mengakibatkan kerusakan peralatan yang memberi dampak merugikan pada kinerja keuangan dan hasil operasi Telkom.
    Untuk mengurangi risiko-risiko di atas Telkom telah menerapkan Business Continuity Management, Disaster Recovery Plan dan telah mengasuransikan asetnya untuk melindungi Telkom dari potensi kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam dan peristiwa lain yang terjadi di luar kendali Telkom. Walaupun demikian, tidak ada jaminan bahwa pertanggungan asuransi akan cukup melindungi Telkom dari potensi kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam dan kejadian lainnya di luar kendali Telkom.

    Law & Regulation (Hukum dan Regulasi)
    • Pemerintah merupakan regulator yang membuat, menerapkan dan menegakkan peraturan yang relevan terkait penetapan tarif. Selain itu, Pemerintah menerbitkan lisensi bagi para operator. Pemerintah mengatur sektor telekomunikasi melalui Menteri Komunikasi dan Informasi (“Menkominfo”). Menkominfo berwenang menerbitkan keputusan pelaksanaan undang-undang, yang umumnya memiliki lingkup yang luas, sehingga memberikan keleluasaan bagi kementerian untuk melaksanakan dan menegakkan peraturan. Terkait dengan peraturan yang berlaku, “kepemilikan” saham dan satu saham Dwiwarna yang beredar berada di bawah perlindungan Departemen Keuangan. Sebaliknya, sesuai dengan wewenang Departemen Keuangan, Menteri Negara BUMN menggunakan hak-hak yang diberikan dalam saham ini sebagai pemegang saham pengendali Telkom.
    • Beberapa lisensi tertentu mengharuskan Telkom untuk membayar biaya hak penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang disediakan dan biaya hak penggunaan frekuensi radio kepada Menkominfo.
    • Sebagai BUMN, mereka juga relatif dibebani dengan beragam peraturan dan regulasi yang acap membuat mereka lamban dalam mengambil keputusan strategis. Juga intervensi dari pemerintah kadang membuat mereka juga tidak bisa bersikap dinamis dengan perubahan pasar.

    NAMA : SAEPUL MILAN L.H
    NPM: 2402314184
    MANAJEMEN /D

  29. PESTLE Analisis pada PT. Pembangunan Perumahan ( Tugas Manajemen FE Universitas Negeri Jakarta )

    PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau biasa dipanggil PT PP (Persero) Tbk adalah salah satu perusahaan BUMN (Badan Umum Milik Negara), perusahaan ini juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI) dan merupakan perusahaan yang memiliki harga saham yang stabil. Menurut sejarah perusahaan ini berdiri pada tanggal tanggal 26 Agustus 1953, Perusahaan ini bergerak di bidang jasa konstruksi bangunan seperti penyedia jasa pelayanan konstruksi bagi publik : yang berfokus pada kegiatan mencakup gedung bertingkat, jalan, jembatan, bendungan, irigasi serta pembangkit listrik. Kegiatan usaha konstruksi ini bernilai historis, menjadi simbol negara, dan memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat, karena menjadi sarana dan prasaranan yang menjadi hajat orang banyak. Selain itu perusahaan juga bergerak dalam sektor properti dan realti, yaitu dengan melaksanakan pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian sejumlah gedung komersial, hotel, apartemen, perkantoran, permukiman, mal, trade center dan fasilitas lain untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang terus berkemang berevolusi. Adapun contoh sejumlah proyek yang pernah dikerjakan PT. PP diantaranya seperti : PLTU Muara Karang, PLTA Saguling, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Gedung MPR RI ,Gedung Menara Kuningan, Gedung Istana Negara dan juga Gedung Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
    PESTLE Analisis merupakan alat yang sangat berguna dalam memahami gambaran menyeluruh lingkungan dimana usaha anda beroperasi serta kesempatan maupun ancaman yang ada disekitarnya. Dengan pemahaman lingkungan secara menyeluruh dimana usaha berada, kita dapat mengambil kesempatan yang ada serta meminimalisir resiko atau ancaman. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi seperti faktor ; Politik, Ekonomi, Sosial, Tekhnologi, Hukum dan faktor Lingkungan. Berikut adalah PESTLE Analisis pada PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk :

    1. Faktor Politik
    Kondisi politik di indonesia pada saat sekarang ini belum stabil, ini terlihat dari pemilu 2014 kemarin, yang dimana presiden sudah terpilih tapi masih terlihat perbedaan kubu di kursi DPR antara pendukung presiden yang satu dengan presiden yang lain, pemilu kemarin juga sangat penting karena berpegaruh pada situasi perpolitikan di indonesia. selain itu kisruh politik terjadi terjadi antara Gurbernur DKI Jakarta Ahok dengan Haji Lulung yang menjabat wakil DPRD DKI jakarta kemudian ada juga kisruh antara institusi penegak hukum seperti KPK dan Polri ini juga berdampak pada proses pembangunan, yang akhirnya akan berdampak pada kelangsungan bisnis dari PT. PP, mengapa demikian karena PT. PP adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi, yang tadinya proyek – proyek pemerintah yang akan sudah dicanangkan dan akan dibangun, bisa terbengkalai karena adanya kisruh politik tersebut, contoh seperti pembangunan Gedung DPRD, Wisma Atlet, selain itu jika kondisi politik kisruh seperti yang terjadi pada sekarang ini, akan mempengaruhi perilaku investor baik dalam negeri maupun luar negeri , yang tadinya para investor yang ingin menanam modal dan membangun gedung atau properti, karena melihat kondisi perpolitikan tidak stabil, para investor tersebut tidak jadi membangun, karena ragu atau tidak percaya serta takut merugi karena faktor tersebut.

    2. Faktor Ekonomi
    Pada tahun 2014 sampai 2015 ini banyak sekali tangtangan di dalam lingkungan ekonomi seperti kenaikan harga BBM pada akhir 2014 kemarin, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 yang menurun dibanding tahun – tahun sebelumnya yaitu hanya sebesar 5,1 %, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang sangatlah tajam, dari Rp 12.000 sampai mencapai Rp 14.800 lebih, tetapi untungnya Rupiah menguat lagi sampai pada titik Rp13.800-an,. Semua itu sangat berpengaruh pada kelangsungan usaha yang dijalankan PT. PP, yang terlihat pada proyek – proyek yang dikerjakan PT. PP, contoh seperti inflasi

  30. Analisis PEST Walt Disney Company :

    PEST Analysis
    a. Politik
    – Keuntungan pajak bagi industri animasi
    – Kenaikan pada pelatihan yang diberikan oleh pemerintah
    – Fasilitas pendukung tersedia di zona ekonomi khusus
    b. Ekonomi
    – India mempunyai cost advantage dalam hal gaji dan biaya produksi
    – Biaya produksi animasi di India sekitar $60.000, lebih murah dari US atau Kanada yang berkisar antara $250.000-$400.000
    – Gaji yang dibayarkan untuk pembuat animasi profesional di India sekitar $600, sedangkan di negara maju, gajinya sekitar $1200
    c. Sosial dan Teknologi
    – Peran televisi yang semakin signifikan dalam kehidupan masyarakat
    – Program khusus yang memunculkan kesetiaan pemirsa
    – Formulasi konsep di India masih lemah

    Irna Lathifah
    2402314164
    Manajemen D

  31. Berikut adalah analisa PEST(EL) BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk :

    1.      Politic (Politik)

    Saat ini, perpolitikan Indonesia pasca pergantian presiden periode 2014 – 2019 belum sepenuhnya stabil. Hal ini tentunya berdampak pada lingkungan bisnis dan perbankan Indonesia. Gejolak politik akan memengaruhi para investor dan pelaku bisnis untuk berinvestasi di dalam negeri saat ini. Ditambah pula dengan baru saja dilantiknya jajaran kabinet Indonesia periode 2014 – 2019. Para investor pun hanya bisa memprediksi tanpa mengetahui bagaimana keadaan Indonesia sebenarnya. Keadaan ini dibuktikan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan menurunnya pergerakan saham Indonesia dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah diindikasikan karena belum adanya kepastian perkembangan ekonomi Indonesia.
    Disamping itu, dengan masih labilnya politik, maka ini juga memengaruhi tingkat likuiditas perbankan, sehingga kondisi ini akan membuat ketidakpastian para investor yang bakal berinvestasi di Indonesia. Perbankan pun juga masih menunggu atas kebijakan yang akan dicanangkan pemerintah. Namun selama ini, kebijakan pemerintah terhadap perbankan belum ada perubahan yang signifikan.

    2.      Economic (Ekonomi)

    ·         Kisruh Politik yang terjadi di Indonesia saat ini yang masih belum jelas akan berdampak secara ekonomi di Indonesia. Hal ini akan berdampak negatif , salah satu dampak negatif nya adalah akan menurunnya kepercayaan investor. 

    ·         Kondisi persaingan perbankan yang semakin ketat diIndonesia untuk memperebutkan pelanggan akan membuat Bank mandiri selalu memikirkan berbagai strategi untuk menghadapi pesaing-pesaingnya, jika tidak maka kemingkinan terburuk akan terjadi. Beberapa competitor kuat Bank Mandiri seperti BCA dan BRI.

    ·         Adanya kenaikan harga minyak dunia  akan menimbulkan dampak negatif , kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah pemerintah tidak akan sanggupn untuk memberikan subsidi BBM lagi, yang nantinya akan membuat harga BBM meningkat, dan secara otomatis hal ini akan menyebabkan semakin tingginya inflasi yang akan berdampak buruk bagi perekenomian dan perbankan di Indonesia, termasuk bagi Bank Mandiri Tbk.

    ·         Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan jasa Perbankan di Indonesia akan membuat adanya  peluang besar ekonomi  bagi Bank Mandiri.

    3.      Social (Sosial)

    Bank Mandiri telah melakukan transformasi budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya yang diterapkan pada pedoman kerja pegawai. Hal tersebut tercermin dari prestasi Bank Mandiri menjadi service leader perbankan nasional dengan menempati urutan pertama pelayanan prima selama empat tahun berturut-turut (tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010) berdasarkan survey Marketing Research Indonesia ( MRI). Prestasi lain, Bank Mandiri juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penerapan Good Corporate Governance, dan dari dua pencapaian tersebut memiliki dengan korelasi dengan respon positif para investor tercermin dari peningkatan harga saham dari Bank Mandiri.

    4.      Technology (Teknologi)

    Bank mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia. Didalam pemanfaatan teknologi bank mandiri telah mengunakan layanan khusus yaitu layanan internet banking (e-Banking) yaitu layanan informasi dan tranksasi mobile yang fleksibel selama 24 jam sehari dimana nasabah mampu melakukan tranksasi melalui fasilitas internet. Tapi kenyataannya masih menghadapi cukup kendala yaitu masih banyak nasabah yang memilih layanan lain. Bahkan ada nasabah yang lebih senang datang ke bank mandiri untuk bertranksasi daripada melakukan tranksasi di layanan internet banking. Hal,ini bisa di sebabkan karena banyak masyarakat yang kurang mengerti tentang teknologi. Selain itu dengan mengunakan perkembangan teknologi maka, bank mampu menyimpan kapasitas data jauh lebih besar
    Perkembangan teknologi juga berdampak pada persaingan antar bank. Selain itu berkembang pesatnya teknologi juga membuat kriminalitas cyber terjadi pada perbankan. Contoh cyber crime adalahkey logger.

    Di internet banking Mandiri aman dari bahaya key logger karena Bank mandiri saat ini sudah mengunakan token pin mandiri. Dengan fasilitas ini, rekening Anda tidak mungkin disalahgunakan meskipun informasi yang Anda masukkan telah tertangkap oleh keylogger. Token PIN Mandiri ini berfungsi untuk menghasilkan PIN yang selalu berganti (PIN Dinamis) setiap kali nasabah melakukan transaksi finansial. Kesimpulannya pengaruh dari perkembangan teknologi pun juga mampu memberikan manfaat walaupun sisi negatif terus bertambah seiring perkembangan teknologi.

    Tasya Sri Rezeki G
    2402314187
    Manajemen D

  32. Contoh analisis PEST di PT. Hypermart

    Faktor Politik. Faktor politik mencakup hukum, isu-isu global, undang-undang dan peraturan yang mungkin memiliki efek pada bisnis Anda baik segera atau di masa depan. Jadi mencakup peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau regulasi lainnya yang harus diikuti oleh perusahaan. Sebagai contoh faktor politik adalah: undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, kebijakan daerah, kebijakan atu isu lingkungan, peraturan perumahan, peraturan internasional, peraturan badan, kebijakan perdagangan, kebijakan pendanaan, bantuan dan insentif, lobi perdagangan dan pembatasan, tekanan internasional, situasi perang dan konflik. Sebagai contoh, untuk perusahaan yang bergerak dibidang ritel seperti PT. Hypermart adanya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 86 Tahun 2013 tentang Rekomendasi Produk Impor Hortikultura (RPIH), mengatur persyaratan teknis penerbitan RPIH dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, dapat menjadi peluang bagi PT. Hypermart yaitu tersedianya produk berkualitas dengan pasokan yang berkesinambungan, sedang tantangan yang dapat terjadi adalah Keterbatasan pengembangan jumlah gerai.

    Faktor Ekonomi. Faktor ekonomi berkaitan dengan daya beli masyarakat, iklim usaha maupun biaya operasional perusahaan. Sebagai contoh faktor ekonomi adalah: situasi ekonomi dalam dan luar negeri, nilai tukar mata uang, pajak, inflasi, upah kerja suku bunga, pasar saham dan kepercayaan konsumen, tren ekonomi dalam negeri, tren ekonomi luar negeri, pajak atas barang tertentu, isu ekonomi yang berulang, siklus perdagangan dan pasar, aspek khusus industry, tren arah pasar dan distribusi, isu pelanggan dan pemicunya, suku bunga bank dan nilai tukar, isu moneter dan perdagangan internasional. Sebagai contoh apabila nilai tukar dolar Amerika yang sulit dikendalikan, suku bunga bank tinggi, pajak yang berlaku, income perkapita dan isu moneter lainnya membuat perusahaan harus dengan cermat mengantisipasinya. Namun peluang yang dapat diperoleh adalah meningkatnya jumlah dan nilai pembelian belanja konsumen, sedangkan tantangan yang dihadapi adalah penetapan harga jual barang yang harus dinamis.

    Faktor Sosial. Faktor sosial mencakup semua faktor yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat/pelanggan, demogarfi dan budaya. Sebagai contoh faktor sosial adalah pertambahan jumlah penduduk, distribusi penduduk menurut umur, kesehatan masyarakat, keamanan, perubahan gaya hidup dan tren konsumsi, media, peristiwa besar, etika, iklan dan faktor publisitas, kependudukan, sikap dan keinginan pelanggan, berita media, perundang-undangan yang mempengaruhi kehidupan sosial, merek perusahaan, pola pembeli/pelanggan, model yang diinginkan, pengaruh kegiatan-kegiatan besar, tren dan akses pembeli, faktor etnis keagamaan, iklan dan publikasi, isu etika. Sebagai contoh, perkembangan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup, serta kesenjangan-kesenjangan daerah dapat berpengaruh positif (peluang) atau negatif (tantangan) pada PT. Hypermart. Peluang yang diperoleh adalah Meningkatnya jumlah konsumen akibat peningkatan jumlah penduduk dan tantangan yang dihadapi adalah perlunya penyediaan jumlah variasi produk dan harga.

    Faktor Teknologi. Faktor teknologi mencakup otomasi dan komunikasi yang mempengaruhi kegaitan opersaional bisnis. Sebagai contoh faktor teknologi adalah: robot, internet, mobile phone, otomasi, inovasi, akses ke teknologi, lisensi dan hak paten, manufaktur, penelitian, komunikasi global, perkembangan teknologi, biaya penelitian, ketergantungan teknologi, solusi atau perubahan teknologi, kematangan teknologi, kematangan manufaktur dan kemampuannya, informasi dan komunikasi, teknolgi/mekanisme pembelian oleh pelanggan. Dari sisi teknologi yang saat ini tersedia perusahaan perlu memanfaatkannya untuk peningkatan efektifitas dan efisensi usaha. Peluang yang dapat diperoleh melalui pemanfatan teknologi informasi adalah perluasan pasar dan promosi secara elektronik sedangkan tantangan yang dihadapi adalah meningkatnya jumlah dan intensitas persaingan usaha.

    Aris Munandar
    2402314159
    Manajemen D

  33. Berikut adalah analisa PEST(EL) BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk :
    1. Politic (Politik)
    Saat ini, perpolitikan Indonesia pasca pergantian presiden periode 2014 – 2019 belum sepenuhnya stabil. Hal ini tentunya berdampak pada lingkungan bisnis dan perbankan Indonesia. Gejolak politik akan memengaruhi para investor dan pelaku bisnis untuk berinvestasi di dalam negeri saat ini. Ditambah pula dengan baru saja dilantiknya jajaran kabinet Indonesia periode 2014 – 2019. Para investor pun hanya bisa memprediksi tanpa mengetahui bagaimana keadaan Indonesia sebenarnya. Keadaan ini dibuktikan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan menurunnya pergerakan saham Indonesia dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah diindikasikan karena belum adanya kepastian perkembangan ekonomi Indonesia.

    Disamping itu, dengan masih labilnya politik, maka ini juga memengaruhi tingkat likuiditas perbankan, sehingga kondisi ini akan membuat ketidakpastian para investor yang bakal berinvestasi di Indonesia. Perbankan pun juga masih menunggu atas kebijakan yang akan dicanangkan pemerintah. Namun selama ini, kebijakan pemerintah terhadap perbankan belum ada perubahan yang signifikan.
    2. Economic (Ekonomi)
    · Kisruh Politik yang terjadi di Indonesia saat ini yang masih belum jelas akan berdampak secara ekonomi di Indonesia. Hal ini akan berdampak negatif , salah satu dampak negatif nya adalah akan menurunnya kepercayaan investor.
    · Kondisi persaingan perbankan yang semakin ketat diIndonesia untuk memperebutkan pelanggan akan membuat Bank mandiri selalu memikirkan berbagai strategi untuk menghadapi pesaing-pesaingnya, jika tidak maka kemingkinan terburuk akan terjadi. Beberapa competitor kuat Bank Mandiri seperti BCA dan BRI.
    · Adanya kenaikan harga minyak dunia akan menimbulkan dampak negatif , kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah pemerintah tidak akan sanggupn untuk memberikan subsidi BBM lagi, yang nantinya akan membuat harga BBM meningkat, dan secara otomatis hal ini akan menyebabkan semakin tingginya inflasi yang akan berdampak buruk bagi perekenomian dan perbankan di Indonesia, termasuk bagi Bank Mandiri Tbk.
    · Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan jasa Perbankan di Indonesia akan membuat adanya peluang besar ekonomi bagi Bank Mandiri.

    3. Social (Sosial)
    Bank Mandiri telah melakukan transformasi budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya yang diterapkan pada pedoman kerja pegawai. Hal tersebut tercermin dari prestasi Bank Mandiri menjadi service leader perbankan nasional dengan menempati urutan pertama pelayanan prima selama empat tahun berturut-turut (tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010) berdasarkan survey Marketing Research Indonesia ( MRI). Prestasi lain, Bank Mandiri juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penerapan Good Corporate Governance, dan dari dua pencapaian tersebut memiliki dengan korelasi dengan respon positif para investor tercermin dari peningkatan harga saham dari Bank Mandiri.

    4. Technology (Teknologi)
    Bank mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia. Didalam pemanfaatan teknologi bank mandiri telah mengunakan layanan khusus yaitu layanan internet banking (e-Banking) yaitu layanan informasi dan tranksasi mobile yang fleksibel selama 24 jam sehari dimana nasabah mampu melakukan tranksasi melalui fasilitas internet. Tapi kenyataannya masih menghadapi cukup kendala yaitu masih banyak nasabah yang memilih layanan lain. Bahkan ada nasabah yang lebih senang datang ke bank mandiri untuk bertranksasi daripada melakukan tranksasi di layanan internet banking. Hal,ini bisa di sebabkan karena banyak masyarakat yang kurang mengerti tentang teknologi. Selain itu dengan mengunakan perkembangan teknologi maka, bank mampu menyimpan kapasitas data jauh lebih besar
    Perkembangan teknologi juga berdampak pada persaingan antar bank. Selain itu berkembang pesatnya teknologi

  34. ANALISIS PEST (Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya, dan Teknologi) PT Pertamina (Persero)

    POLITIK
    Faktor politik meliputi kebijakan pemerintah, masalah-masalah hukum, serta mencakup aturan-aturan formal dan informal dari lingkungan dimana perusahaan melakukan kegiatan. Contoh : kebijakan tentang pajak, peraturan ketenaga kerjaan, peraturan perdagangan, stabilitas politik dan peraturan daerah.

    EKONOMI
    Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang mempengaruhi daya pembelian dari pelanggan dan mempengaruhi iklim dari bisnis suatu perusahaan. Contoh : pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga, standar nilai tukar, tingkat inflasi, harga-harga produk dan jasa.

    SOSIAL-BUDAYA
    Faktor sosial-budaya meliputi semua faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan dari pelanggan dan mempengaruhi ukuran dari besarnya pangsa pasar yang ada. Contoh : tingkat pendidikan masyarakat, tingkat pertumbuhan penduduk, kondisi lingkungan sosial, kondisi lingkungan kerja, keselamatan dan kesejahteraan sosial.

    TEKNOLOGI
    Faktor Faktor teknologi meliputi semua hal yang dapat membantu dalam menghadapi tantangan bisnis dan mendukung efisiensi proses bisnis. Contoh : aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi, automatisasi, kecepatan transfer teknologi, tingkat kadarluasa teknologi.

  35. Untuk mengetahui kondisi eksternal bisnis
    yang dapat berpengaruh langsung terhadap PT
    Emaunya Bandung dapat dilakukan dengan
    analisa PEST dimana hasil dari analisa ini
    akan dijadikan sebagai acuan untuk
    menentukan strategi bisnis demi mencapai
    tujuan strategis perusahaan. Aspek-aspek yang
    akan di analisis sebagai berikut.
    a. Politik
     Undang-Undang (UU) Nomor 7
    Tahun 2014 tentang Perdagangan.
    “Pengaturan e-Commerce merupakan
    amanah UU Nomor 7 Tahun 2014
    tentang Perdagangan,” kata Direktur
    Bina Usaha Kementerian
    Perdagangan, Ir. Fetnayeti, MM,
    dalam Seminar Perpajakan
    “Pemenuhan Kewajiban Perpajakan
    Bagi Pelaku e-Commerce Di
    Indonesia” yang diadakan oleh
    Direkorat Jenderal (Ditjen) Pajak di
    Jakarta, 27 Agustus 2014.
     Terbitnya undang-undang ITE yang
    mengatur tentang transaksi
    electronic Peraturan Pemerintah
    Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan
    Transaksi Elektronik (“PP PSTE”).
    PP PSTE sendiri merupakan turunan
    dari Undang-Undang Nomor 11
    Tahun 2008 tentang Informasi dan
    Transaksi Elekronik (“UU ITE”).
     Adanya Hak Perlindungan Konsumen
    Undang-Undang Nomor 8 Tahun
    1999 tentang Perlindungan
    Konsumen (“UU PK”)
    b. Ekonomi
     Krisis ekonomi global
    mengakibatkan daya beli
    konsumsi berkurang.
     Adanya ACFTA (Asean China
    Free Trade Agreement)
    mengharuskan pengusaha lokal
    bersaing dengan produk-produk
    dari China, dalam kualitas dan
    harga. Hal ini membuat industri
    lokal untuk membuat e-
    commerce sebagai penunjang
    bisnisnya,e-commerce
    diharapkan dapat mengefisienkan
    operasional usahanya. Dan
    diharapkan dengan e-commerce
    dapat lebih mengembangkan
    bisnis dan memperluas pasar di
    kancah internasional.
     Bahan Baku semakin mahal
    mengakibatkan harga semakin
    tinggi.
    c. Sosial
     Pengguna yang kurang memahami
    SI/TI
     Pendidikan atau pengetahuan
    mengenai Information and
    Communications Technologies (ICT)
    belum merata terutama untuk
    masyarakat di pelosok desa, sehingga
    mereka tidak mengerti cara
    bertransaksi online.
    d. Teknologi
     Perkembangan Teknologi komputer
    dan internet yang sangat cepat.
     Sistem penjualan online sudah
    mengarah ke E-commerce
     Sering terjadinya cyber crime dan penyalahgunaan TI

    Fita Bekti Cahya Ningsih
    Manajemen E
    2402314210

Leave a Reply