Hallo shareaddicts, kali ini shareaddict Fajar dan Eka melakukan liputan khusus kegiatan Leader’s Talk yang merupakan agenda rutin dari ICAO Telkomuniversity. Pada Episode ke-11 nya, Leader’s Talk  menghadirkan President Director of Blue Bird Group Holding, Noni Sri Ayati Purnomo, B.Eng., MBA yang mengangkat tema “How Digital Is Changing Leadership Roles & Responsibilities”

Blue Bird Indonesia

Blue Bird Group merupakan sebuah perusahaan transportasi asal Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1972 di Jakarta. Perusahaan ini melayani jasa transportasi dan pariwisata. Cabang Blue Bird Group di Indonesia antara lain, Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Cilegon, Semarang, Manado, Makassar, Denpasar, Mataram, Medan, Pekanbaru, Batam, Palembang, dan Padang.

Awalnya, “Blue bird” muda didirikan untuk menyediakan alternatif jasa transportasi berkualitas yang memang belum ada pada waktu itu. Blue bird menjadi pelopor pengenaan tarif taksi berdasarkan sistem argo, serta melengkapi seluruh armadanya yang ber-AC dengan radio komunikasi. Untuk mempertahankan kualitas pelayanan, perusahaan pun membangun sejumlah bengkel khusus untuk merawat armadanya.

Setelah sukses berbisnis di layanan taksi reguler Blue Bird, dan taksi limousine “Golden Bird”, serta usaha sewa mobil. Perusahaan kemudian mengembangkan usaha bus carter “Big Bird” pada tahun 1979. Pada tahun 1993 Blue bird pun menghadirkan layanan taksi eksekutif “Silver Bird“. Setelah lebih dari satu dekade, Blue Bird Group kini memiliki empat divisi utama.

Siapakah Noni Sri Ayati Purnomo?

Lahir sebagai penerus perusahaan penyedia transportasi terbesar, khususnya taksi di Indonesia tidak lalu membentuk Noni Sri Ayati Purnomo menjadi gadis manja. Terpatri kuat dalam ingatan Noni, demikian ia karib disapa, bagaimana Blue Bird Group (BBG) dibangun dengan penuh pengorbanan dan kerja keras neneknya, Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, SH (kini almarhumah) bersama ayahnya, Purnomo Prawiro dan pamannya, Chandra Suharto. Semua itu dimulai dari nol. Nama besar BBG tidak lepas dari sejarah panjang yang membentuknya. Wafatnya kakek Noni, Prof. Djokosoetono, SH membuat sang nenek mencoba menjalankan berbagai bisnis untuk menghidupi keluarga, mulai dari berdagang batik, telur hingga mendayagunakan dua mobil peninggalan sang kakek untuk jasa taksi.

Nah ini dia liputan seminarnya, simak yuk:

Kesimpulan Materi Seminar Leader’s Talk

Menanggapi aksi demo para oknum Blue Bird,  Noni berusaha keras agar mampu membangun kembali Blue Bird dan bisa bersaing dengan perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya, terdapat dua hal yang bisa dilakukan perusahaan saat ini, pertama fokus terhadap kekuatan inti di dalam perusahaan. Kedua, adalah membuat inovasi yang segar dari sebelumnya. Hal tersebut membuat Blue Bird muncul dengan wajah dan layanan baru. Kekuatan inti yang dimiliki oleh Blue Bird menurut Noni adalah, Blue Bird merupakan brand yang besar, memiliki kepercayaan yang cukup baik, pasar yang mendalam. Beberapa langkah telah dilakukan Blue Bird agar mampu berkompetisi dengan kompetitor saat ini, salah satunya adalah inovasi cerdas yang melahirkan aplikasi My Blue Bird.