Apa itu Business Model?

Menurut Osterwalder dan Pigneur (2012:14), sebuah model bisnis menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai.  Sedangkan menurut Pastore (2012:104) The business model describes how a company functions, how it provides a product, or services and revenue and indicates how the business will create and adapt to market and technologies (Model bisnis menggambarkan bagaimana fungsi perusahaan, bagaimana memberikan produk, atau jasa dan pendapatan dan menunjukkan bagaimana bisnis akan membuat dan beradaptasi dengan pasar dan teknologi).

Pengertian model bisnis menurut Nielsen dan Lund (2013: 9), a business model is a sustainable way of doing business. Here sustainability stresses the ambition to survive over time and create a successful, perhaps even profitability, entity in the long run (model bisnis adalah cara yang berkelanjutan dalam melakukan bisnis. Berikut keberlanjutan menekankan ambisi untuk bertahan dari waktu ke waktu dan menciptakan sukses, bahkan mungkin profitabilitas, entitas dalam jangka panjang).

Boulton, Libert, dan Samek (Nielsen dan Lund, 2013:39) mengungkapkan “a business model as the unique combination of tangible and intangible assets that drives the ability of an organization to create or destroy value”. (model bisnis sebagai kombinasi unik dari aset berwujud dan tidak berwujud yang mendorong kemampuan organisasi untuk menciptakan atau menghancurkan nilai).

Terdapat enam kerangka model bisnis yang salah satunya dapat diterapkan menurut Nielsen dan Lund (2013:56) yaitu:
1. Service-Profit Chain (1994)
Service-Profit Chain direpresentasikan sebagai visualisasi horizontal, dengan kepuasan karyawan diidentifikasi dengan menggunakan berbagai atribut termasuk: desain tempat kerja, desain pekerjaan, seleksi karyawan dan pengembangan, penghargaan dan pengakuan karyawan, dan penyediaan yang diperlukan “alat untuk melayani pelanggan”.

2. Strategic System Auditing (1997)
Model Strategic System auditing (SSA) didasarkan pada analisis prosedur yang berangkat dalam analisis strategis dari kekuatan eksternal yang mempengaruhi perusahaan dan pasar dimana ia beroperasi, bersama dengan analisis aliansi, produk, dan pelanggan. Selanjutnya, analiss proses bisnis terkait proses strategis manajemen, proses bisnis inti, dan proses pengelolaan sumber daya mengarah kepada entitas yang disebut entitiy level business dan identifikasi ukuran kinerja bisnis utama.

3. Strategy Maps (2001)
Strategy Map adalah pengembangan dari balaced scorecard yang pada awalnya muncul dari praktek akuntansi manajemen pada pertengahan 1980. Balanced scorecard digunakan untuk mengembangkan peta strategi yang mereka gambarkan sebagai rencana permainan perusahaan dan alat untuk membantu manajemen untuk mencapai tujuan jangka panjang dan objectives perusahaan.

4. Intelectual Capital Statements (2003)
Intelectual Capital Statement dikembangkan untuk menanggapi kritik dari ketidaksesuaian antara market value perusahaan dengan laporan keuangannya.

5. Chesebrough’s Framework for Open Business Model (2006)
Model bisnis yang dipahami sebagai alat fokus yang menjadi penengah antara pengembangan teknologi dan penciptaan nilai ekonomi.

6. Business Model Canvas (2008)
Business model canvas adalah template yang membahas “bagaimana” dan “mengapa” kegiatan dan pilihan yang dibuat oleh perusahaan dalam rangka mencapai posisi yang berkelanjutan dalam industri mereka.

Kanvas Model Bisnis (Business Model Canvas)
Menurut Osterwalder dan Pigneur (2012: 12), business model canvas adalah bahasa yang sama untuk menggambarkan, menvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis.

Osterwalder dan Pigneur (2012: 15) mengungkapkan terdapat sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang. Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan kelangsungan finansial.Kesembilan blok bangunan tersebut diantaranya:

  1. Customer Segments

Blok Bangunan segmen pelanggan menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh perusahaan.

  1. Value Propositions

Blok bangunan proposisi nilai menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai untuk segmen pelanggan spesifik.

  1. Channels

Blok bangunan saluran menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk memberikan proporsi nilai.

  1. Customer Relationship

Blok bangunan hubungan pelanggan menggambarkan berbagai jenis hubungan yang dibangun perusahaan bersama segmen pelanggang yang spesifik

  1. Revenue Streams

Blok bangunan arus pendapatan menggambarkan uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari masing-masing segmen pelanggan (biaya harus mengurangi pendapatan untuk menghasilkan pemasukan).

  1. Key Resources

Blok bangunan sumber daya utaman menggambarkan aset-aset terpenting yang diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berfungsi.

  1. Key Activities

Blok bangunan aktivitas kunci menggambarkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan agar model bisnisnya dapat bekerja.

  1. Key Partnership

Blok bangunan kemitraan utama menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis dapat bekerja.

  1. Cost Structure

Struktur biaya menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis.

Sumber:

Tim PPM Manajemen. (2012). Business Model Canvas: Penerapan di Indonesia. Jakarta: PPM

Simak juga teori populer lainnya seperti:

Coopetition dan Teori Permainan