METODE PENELITIAN

Penelitian menurut Zikmund (2013:5), adalah penerapan sebuah metode ilmiah yang berfungsi untuk menemukan kebenaran mengenai fenomena bisnis yang dapat menafsirkan sebuah peluang bisnis, masalah bisnis, pengevaluasian kegiatan dan memantau kinerja sumber daya manusia. Menurut Sugiyono (2012:3) penelitian mempunyai tujuan dan kegunaan yang dapat dimanfaatkan. Secara umum tujuan penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu melakukan penemuan, melakukan pembuktian dan melakukan pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian ini dapat digunakan oleh seseorang untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi sebuah masalah.

3.1 Karakteristik Penelitian

Karakteristik Penelitian menjelaskan karakteristik penelitian ini berdasarkan jenisnya. Berikut Karakteristik penelitian ini di gambarkan dalam Tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1 Karakteristik Penelitian.

NO Karakteristik Penelitian Jenis
1 Berdasarkan metode Kuantitatif
2 Berdasarkan tujuan Deskriptif
3 Berdasarkan unit analisis Individu
4 Berdasarkan waktu pelaksanaan Cross-sectional

Menurut Sugiyono (2012:7). Metode kuantitatif adalah metode penelitian lama sehingga sudah menjadi tradisi digunakan sebagai metode untuk melakukan sebuah penelitian. Metode yang digunakan untuk meneliti sampel dari populasi yang ditentukan.

Menurut Sukmadinata (2006:72) menjelaskan penelitian deskriptif adalah bentuk penelitian yang mendeskripsikan kejadian-kejadian atau fenomena-fenomena yang ada, baik alami maupun buatan manusia. Penelitian deskriptif ini tidak hanya terbatas dengan pengumpulan dan penyusunan data saja, akan tetapi meliputi anlaisis dan interpretasi tentang arti dari data tersebut. Menurut Sugiyono (2013) statistik deskriptif adalah penganalisisan sebuah data menggunakan sebuah statistik dengan mendeskripsikan data dengan tujuan yang diinginkan oleh penulis.

Menurut Goldstein (2004:18), terdapat analisis yang terbagi menjadi empat yaitu level analisis individu, domestik, antar negara dan global. Analisis berdasarkan level analisi tersebut memberikan manfaat tersendiri bagi penelitian yang dilakukan. Menurut Hamidi (2005:75) unit analisis merupakan satuan individu, kelompok, benda atau latar peristiwa yang dapat diteliti.

Pengertian Cross-sectional menurut jurnal yang berjudul “cross-sectional vs longitudinal (pilihan rancangan waktu dalam penelitian perumahan permukiman)”, cross-sectional adalah penelitian berdasarkan waktu cross-sectional ini digunakan untuk menilai faktor pengaruh perilaku seseorang. Teknik yang digunakan adalah dengan melakukan penelitian dengan beberapa periode waktu dengan sampel berbeda di setiap pengambilan sebuah data.

3.2 Alat Pengumpulan Data

Menurut Gulo (2002:110), metode pengumpulan data merupakan sebuah pernyataan yang berkaitan dengan sifat dan keadaan penelitian. Selain itu pengumpulan data ini dilakukan oleh peneliti untuk mecapai tujuan penelitian dan memperoleh informasi dari penelitian yang dilakukan. Pada kali ini akan dijelaskan alat pengumpulan data pada penelitian ini yang akan dijelaskan pada Tabel 3.2 berikut:

3.3 Tahapan Penelitian

Menurut Creswell (2012), terdapat tahapan-tahapan penelitian yang terdiri dari enam tahap, yaitu Mengidentifikasi masalah penelitian , Telaah dan kajian pustaka, Menentukan tujuan penelitian, Pengumpulan data terkait penelitian, Analisis dan intepretasi data dan Pelaporan dan evaluasi penelitian.Berdasarkan Pengertian Creswell (2012), Peneliti akan menggunakan tahap penelitian yang sesuai dengan teori Creswell (2012). Tahapan penelitian ini akan dijelaskan pada Gambar 3.1 berikut:

Mengidentifikasi Masalah Peneliitian
Telaah dan Kajian Pustaka
Menentukan Tujuan Penelitian
Pengumpulan Data Terkait Penelitian
Analisis dan Intepretasi Data
Pelaporan dan Evaluasi Penelitian

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian

Sumber: Creswell (2012)

3.4 Populasi dan Sampel

3.4.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2012:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, dipahami dan kemudian menghasilkan kesimpulan. Menurut Pasolong (2012:99) populasi merupakan penetapan jumlah dan karakteristik dari subjek dan objek yang ditetapkan oleh peneliti untuk ditarik kesimpulannya serta. Populasi dalam Penelitian ini berasal dari pengguna wifi Bandung Juara pada di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan cara memilih responden yang dianggap oleh peneliti memiliki informasi sesuai dengan yang dibutuhkan dan sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh peneliti. Karena populasi yang tidak diketahui maka untuk penentuan jumlah responden yang akan di ambil, peneliti akan menggunakan rumus Bernoulli (Sedarmayanti,2002:149).

n =   (Z^2. p . q)/e^2

Keterangan:

n             = Jumlah sampel yang di ambil

Z             = Nilai yang didapat dari tabel distribusi  normal standar dengan peluang Alpha/2

P             = Probabilitas populasi yang tidak diambil sebagai sampel

q             = Probabilitas populasi yang diambil sebagai sampel (1 – p)

e             = Tingkat kesalahan

Alpha   = Tingkat ketelitian

3.4.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2012:81) Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Ketika sebuah populasi yang besar peneliti tidak bisa mempelajari semua karakteristik dari populasi tersebut. Oleh karena itu peneliti menggunakan sampel yang diambil dari populasi terpilih dan bagi sampel terpilih yang berasal dari populasi tersebut harus mewakili secara keseluruhan.

Berdasarkan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan menggunakan tingkat ketelitian (  sebesar 95% yang berdasarkan tabel distribusi normal nilai Z = 1,96, nilai tingkat kesalahan (e) sebesar 5%, nilai probabilitas populasi yang tidak diambil sebagai sampel (p) sebesar 0,5 dan nilai probabilitas populasi yang diambil sebagai sampel (q) sebesar 0, apabila melakukan perhitungan menggunakan rumus Bernoulli maka diperoleh jumlah sampe minimum sebagai berikut:

n =   (Z^2. p . q)/e^2

n = (1.96^2. (0.5).(0.5))/(0.05^2)

n = 384,16

Berdasarkan perhitungan di atas jumlah sampel minimum responden yang diambil adalah sebesar 384 responden. Setelah melakukan perhitungan sampel menggunakan rumus Bernoulli, peneliti akan memilih 400 responden sebagai sampelnya. Dalam penelitian ini memiliki kriteria sampel yang akan dijadikan sebagai responden. Kriterianya itu orang yang pernah menggunakan Wifi Bandung Juara, baik pria ataupun wanita, memiliki rentang usia dibawah 18 tahun hingga di atas 30 tahun, dan orang yang memiliki pekerjaan maupun tidak.

3.5 Pengumpulan Data dan Sumber Data

Menurut Sangadji dan Sopiah (2010:170) sumber data penelitian terdiri dari:

  • Data Primer

Sumber data utama yang digunakan sebagai bahan untuk dianalisis dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner ini merupakan pengumpulan data dengan cara menyebarkan atau memberikan daftar pertanyaan dan pernyataan yang diberikan kepada responden.

  • Data Sekunder

Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi atau data yang diperoleh dari internet, studi pustaka, penelitian terdahulu dan informasi lain yang dianggap menunjang penelitian ini.

3.6 Validitas dan Reliabilitas

3.6.1 Validitas

Menurut Dantes (2012:85) kritera penelitian yang baik salah satunya adalah dengan memiliki validitas internal dan eksternal. Validitas internal ini maksudnya adalah menyangkuttingkat kualitas ketepatan pengendalian aspek fisik psikologis pelaksanaan penelitian dan pemilihan berbagai instrumen dalam pelaksanaan suatu penelitian. Sedangkan validitas eksternal maksudnya adalah sejauh  mana hasil penelitin dapat digeneralisasikan atau menyangkut tingkat kualitas kerepresentatifan hasil penelitian pada populasinya.

Prinsip utama pemilihan item dalam suatu variabel untuk memenuhi kriteria convergen validity adalah dengan mencari nilai koefisien korelasi yang setinggi mungkin dan membuang setiap item yang memiliki korelasi tinggi. Menurut Friedenberg dan Kaplan pada (indrawati, 2015:149) menyatakan bahwa nilai koefeisien korelasi itu memiliki nilai minimal sebesar 0,30. Untuk validitasnya akan dijelaskan pada pembahasan nanti, hal yang sudah dilakukan adalah face validity dan content validity. Menurut Marnat pada Sangadji dan Sopiah (2010), menjelaskan bahwa face validity (validitas rupa) merupakam indek validitas yang mendasar dengan menunjukan item-item dalam pengukuran sebuah konsep dan memberikan kesan untuk menafsirkan sebuah konsep. Menurut Sugiyono (2013:212), content validity (validitas isi) merupakan pengujian validitas dengan membandingkan materi yang sudah diketahui dengan isi sebuah instrumen.

3.6.2 Reliabilitas

Menurut Sumanto (2014:81), reliabilitas merupakan tingkatan yang konsisten terhadap pengukuran sebuah penelitian. Realibilitas ini berupa angka-angka dan terdapat koefisien yang tinggi menunjukan bahwa reliabilitasnya juga tinggi. Lalu reliabilitas ini dapat diterima dan ditentukan oleh  jenisnya itu sendiri. Menurut Hair et.al pada Indrawati (2015:155) menyatakan bahwa alpha-cronbach harus memiliki nilai minimal sebesar 0,70 untuk menunjukan bahwa kuesioner sebuah penelitian itu memiliki reliabilitas yang baik.

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data univariat. Dengan teknik analisis ini maka dapat memberikan gambaran bagaimana opini masyarakat terhadap Wifi Bandung Juara. Analisis data univariat ini adalah analisis terhadap satu jenis variable. Oleh karena itu jenis analisis ini dilakukan untuk penelitian berjenis penelitian deskriptif dengan menggunakan statistik deskriptif dan penyajian data dalam penelitian ini berbentuk tabel, chart dan garis kontinum.

Menurut Sugiyono (2010:92), terdapat skala pengukuran terhadap penelitian yaitu, skala Likert, skala Guttman, Rating Scale, dan  Sematic Deferential. Pada penelitian ini yang digunakan adalah skala Likert. Skala Likert ini adalah skala pengukuran penelitian yang digunakan untuk mengetahui persepsi, pendapat dan perilaku seseorang atau kelompok terhadap objek. Penelitian dengan skala Likert ini digunakan untuk menilai keberhasilan suatu kebijakan atau program, dan mengetahui kepuasan stakeholder terhadap pelaksanaan suatu kebijakan atau program yang dijalankan. Skala ini menilai sikap atau tingkah laku dengan cara mengajukan pertanyaan kepada responden yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. Responden menjawab pertanyaan yang diberikan dengan skala ukur yang telah ditentukan, misalnya sangat setuju (skor 5), setuju (skor 4), ragu-ragu (skor 3), tidak setuju (skor 2) dan sangat tidak setuju (skor 1).

Hal selanjutnya yang dilakukan adalah menganalisis setiap pertanyaan atau indikator, hitung frekuensi jawaban setiap kategori (pilihan jawaban) lalu menjumlahkannya. Setelah indikator mempunyai jumlah, selanjunya peneliti membuat garis kontinum yang akan dijelaskan pada Gambar 3.2 berikut:

Gambar 3.2 Garis Kontinum

Sumber: Narimawari (2008:24)

Pada Gambar 3.2, skor yang dimiliki oleh sebuah pertanyaan dari kuesioner akan memiliki tempat di dalam garis kontinum dan mengetahui posisi objek akan berada dimana. Akan tetapi hal yang harus dilakukan sebelumnya dalah membuat interval untuk garis kontinum dengan menggunakan rumus nilai jenjang interval yang dikemukakan oleh Sudjana (2005:79) sebagai berikut:

NJI(Nilai Jenjang Interval)=(Nilai Tertinggi-Nilai Terendah )/(Jumlah Kriteria Pertanyaan)

Contoh PERHITUNGAN:

Jumlah responden sebesar 400

Terdapat 6 pertanyaan pada variabel tersebut,

maka nilai kumulatif tertinggi adalah 400 x 5 x 6 = 12.000
nilai kumulatif terendah adalah 400 x 1 x 6 = 2.400
NJI(Nilai Jenjang Interval)=(12.000 – 2.400 )/5
NJI(Nilai Jenjang Interval)=1.920
Maka garis kontinum dengan interval 1.920

Tanda di atas adalah contoh posisi ketika total skor yang dimiliki adalah sebesar 9.121 yang berarti pada garis kontinum .

Diambil dari SKRIPSI karya Robi Gustia: Rangkuman SKRIPSI

 

Kumpulan Penelitian Mengenai Smart City Bandung