Coopetition atau co-opetition (kadang-kadang disebut coopertition atau co-opertition) adalah neologisme yang diciptakan untuk menggambarkan kompetisi kooperatif. Coopetition adalah kolaborasi dan kompetisi, yang menekankan “petisi” -seperti sifat kerja sama. Prinsip dasar struktur co-opetitive telah dijelaskan dalam teori permainan, yaitu dalam Theory of Games and Economic Behavior  John Forbes Nash (1944) pada permainan non-kooperatif.

Dalam bahasa Indonesia, Coopetition diterjemahkan menjadi Koopetisi. Yaitu strategi perusahaan modern yang menggabungkan kompetisi dan kerjasama dimana dua atau lebih organisasi bersaing dan bekerjasama untuk menciptakan nilai sekaligus bersaing untuk mendapatkan nilai yang lebih besar (Brandeburger dan Nalebuff, 1997:18). Padula dan Dagnino (2007) dalam Rusko (2008) memperkenalkan gagasan koopetisi sebagai sintesis dua paradigma : “Gangguan persaingan dalam Struktur permainan kooperasi ” yang mengklaim bahwa koopetisi memberikan pandangan yang lebih realistis dari terungkapnya hubungan kerjasama (kooperasi).

Koopetisi adalah strategi bisnis berbasis pada kombinasi kerja sama dan kompetisi, berasal dari pemahaman bahwa pesaing bisnis bisa mendapatkan keuntungan dan menciptakan nilai-nilai ketika mereka bekerja bersama-sama. Model bisnis koopetisi didasarkan pada teori permainan, yang merupakan pendekatan ilmiah (dikembangkan selama Perang Dunia Kedua) untuk memahami berbagai strategi dan hasil melalui permainan yang dirancang secara khusus. (Mongkhonvanit, 2012:85)

Lado, Boyd dan Hanlon (1997) dalam Yami et al (2010:44) menjelaskan koopetisi sebagai hubungan antara dua perusahaan berdasarkan kerjasama untuk mengembangkan produk baru dan menciptakan nilai dan kemudian kompetisi untuk mendapatkan bagian dari memasarkan dan mendistribusikan kembali nilai yang telah dibuat.

Bengston dan Kock (2000) berpendapat bahwa satu hubungan tunggal dapat terdiri dari kerjasama dan kompetisi dimana perusahaan dapat bersaing dan bekerja sama secara bersamaan. Jika kedua unsur kerjasama dan kompetisi dapat terlihat, hubungan antara pesaing dikatakan sebagai koopetisi. Lebih lanjut Bengston dan Kock (2000) mengemukakan tiga tipe hubungan yang bersifat koopetisi yaitu: cooperation-dominated relationship, equal-dominated relationship, dan competition-dominated relationship. Menurut Bigliardi et al (2011) koopetisi memiliki empat keuntungan dan manfaat sebagai berikut:

Synergistic Effect (Efek Sinergis)

Kerjasama antara perusahaan besar dan kecil dapat membangun jaringan strategis sehingga mencapai efek sinergi terkait pengetahuan produksi. Manfaat sinergi sering menjadi dasar keunggulan kompetitif yang dapat diperoleh hanya melalui berbagi pengalaman, keterampilan kewirausahaan dan manajemen, budaya dan semangat inisiatif, pengetahuan, proses produksi yang efisien atau jaringan distribusi.

Specialization (Spesialisasi)

Model koopetisi menyediakan perusahaan dengan manajemen khusus, keterampilan pemasaran, serta memfasilitasi akses ke teknologi dan penerapan paten dan merek dagang.

Advantage of Scales (Keuntungan Skala)

Ketika sebuah organisasi telah mencapai supremasi dari waktu ke waktu atas pesaingnya, organisasi dapat mengambil manfaat dari keuntungan biaya melalui skala ekonomi, kekuatan pasar dan manfaat yang diperoleh dari pengalaman perusahaan.

Risk Reduction (Pengurangan Resiko)

Banyak perusahaan mengembangkan aliansi dan jaringan untuk mengurangi ancaman yang dibuat oleh pesaing lainnya dalam proses untuk mencapai diversifikasi sumber daya dan pasar. Untuk menghilangkan ancaman itu, perusahaan dapat bekerja sama untuk menyebar risiko.

Bradenburger dan Nalebuff (1997) menggambarkan koopetisi sebagai bagian permainan bisnis yang berkaitan dengan penciptaan dan pemberdayaan nilai. Secara skematis keseluruhan skenario permainan bisnis digambarkan dalam sebuah alat yang dinamakan jaring nilai (value net).

Materi Coopetition bisa didownload di Materi 5

Sekian dulu pembahasan mengenai Coopetitionnya, jangan lupa untuk membaca contoh kasus Coopetition berikut ini:

Koopetisi (Coopetition) dan Cara Mengaplikasikannya pada Kasus

Kumpulan Penelitian Mengenai Kelompok Usaha Bersama Zocha, UKM Akar Wangi Garut