Belajar teori Decision Making dan Consumer Behavior kalau nggak di implementasikan di kehidupan sehari-hari itu percuma yaaa… yukk kita cobain pada aplikasi memilih menu sarapan sehat, untuk diri sendiri dulu, trus buat keluarga, trus jadikan gaya hidup sehat, semua akan merasakan manfaatnya.

Berawal dari 

Need Recognition & Problem Awareness : Untuk bagian ini, gampangnya … seberapa sadar kalau kalian sebagai makhluk hidup ingin tetap sehat dan mencegah penyakit mampir di tubuh kalian dengan memilih makanan sehat yang akan kalian konsumsi ??

Information Search : Yuukk mulai deh mencari berbagai informasi yang bisa kamu gunakan, baik cara browsing, atau diskusi dengan ahli gizi atau dengan mereka yang kalian kenal selalu mengkonsumsi makanan dengan menu sehat, dan kalian lihat juga memang tubuh mereka pun sehat dan bugar serta selalu bersemangat.

Evaluation of Alternatives : Pada level ini, saya ngajak kalian mulai cerda mengevaluasi pada setiap jawaban rasa lapar yang kalian miliki. Sebab.. kata Rasulullah juga, makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang tu bener banget loooh. Karena saat kita makan ketika tubuh merasa sangat lapar, atau kata orang Sunda mah… “Salatri” makan akan cenderung kalap, dan fokus pada kuantitas, bukan pada kualitas, yang ada… kalian makan untuk mencari arti kenyang, bukan untuk menjawab memberi nutrisi pada tubuh. Mulailah dari sekarang memikirkan alternative makanan pilihan yang bisa kalian konsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehat pada tubuh. Apakah itu sayur, buah, makanan berat, dan ringan… laaah informasinya banyak kannn di internet. Motivasi untuk melakukan evaluasi ini harus denga niat baik bahwa, kalau kita konsumsi makanan sehat, maka dampak memiliki tubuh sehat pun akan menjadi “goal” kita.

Purchase : Eiiiytssss… sebelum sampai ke meja kasir… coba dehhh lihat bahan makanan yang masuk ke trolley… ada berapa makanan yang memang makanan sehat, atau junk food ?? Logikanya.. saat dalam membeli kita sebagai konsumen pasti ingin harga jujur kan yaaaa. Belilah sesuatu yang jujur, dalam kata lain, makanan yang ingin kita beli itu memang memiliki “nutrition fact” yang jujur untuk tubuh kita, bukan artificial, atau hanya perasa sintetis. Gampangnya… kalau ingin rasa strawberry, yaaa beli buah strawberry. Pengen makan buah mangga, yaa beli buah mangga. Ingin makan keju yaaa beli keju yaaa. Jangan tergiur dengan makanan dan minuman perasa buatan. Misalkan… minuman rasa strawberry, rasa anggur, rasa ini dan rasa itu, karena…. dengan kemajuan teknologi pangan, industry mampu memproduksi artificial taste yang memberikan stimuli pada otak untuk mengkategorikan “lezat” pada makanan. Simpulannya… “seberapa jujur kita untuk membeli dan membayar makanan dan minuman yang kita konsumsi adalah  yang sehat bagi kita”

Post Purchase Evaluation  : Pada tahapan ini, ada baiknya lingkari kalender kalian, hitung dengan seksama sambil bahagia. Sejak mula mengkonsumsi makanan sehat hingga H+ berapa kalian akan merasakan perubahan pada tubuh kalian. Naahhh… evaluasi dengan hati senang dan akal sehat ini.. perlu kalian share yaa ke teman dekat, handai taulan dan utamanya ke keluarga. Saat kita berhasil memberikan “keputusan cerdas akan menu makanan dan minuman” yang akan kita suguhkan kepada orang-orang yang kita cintai maka akan menjadi ladang amal dan kebaikan untuk keluarga kita. Yaaa gaaa siiiyh…

Sekali lagi ini hanya sharing dari Eka yaaa… yang bukan ahli gizi haha, hanya saja udah merasakan nikmatnya sehat bersemangat dengan mengatur pola konsumsi makanan sehat untuk keluarga. Semoga bermanfaat yaaaa.

 

Oya niiyh.. Eka share pilihan sarapan pagi nya yaaa

Hari ini sarapan apa ?
Keluarlah menu pilihan di otak sadar kita:
1. Bubur Ayam, Ati Ampela, Telur Pindang, Emping, WOW
2. Lontong Kari, Lontong lembut, potongan daging sapi, gurih berlemak plus kerupuk, dan sambal, NYESS
3. Bubur Ketan hitam, lembut legit plus kuah santan, NYAM
4. Lontong Padang, kuah panas, plus sambal, MENGGODA
5. Nasi Kuning, Telur Balado, Tempe Orek, Plus Sambal, YUMMY
6. Nasi Uduk, Telur Dadar, Ayam Opor, Krupuk, MAKNYOS
7. Nasi Gudeg, Pindang Telur, Krecek Cabe, Krupuk, OMG

Daaaan.. seterusnya, dari 1 sampai 7 ini menu pilihan sarapan pagi yang hits banget di Kota Bandung, bahkan di berbagai kota di Indonesia looh, dan bisa di pastikan kalau kita search di Instagram untuk #makanpagi #sarapanpagi langsung memenuhi timeline, nahh dari situ kita bisa mempelajari perilaku pilikan konsumsi sarapan pagi orang Indonesia. Full carbohydrate, ga ada yang salah dengan menu tersebut, di samping memang ezat dan nikmat, tapiiii… komposisi karbohidrat dan lemaknya tidak berimbang.

Naah.. saya bukan ahli gizi yaa… catet itu, hanya saja dalam 2 minggu terakhir ini, saya coba menu sarapan saya dengan menu yang sangat tinggi protein, serat dan rendah karbohidrat.

Efek yang saya rasakan :
1. Lebih fit
2. Lebih bersemangat
3. Ga gampang lapar – yang biasanya jam 10 gitu dah pengen
ngemil, dan bahaya banget kalau ada bala-bala haneut plus
cengek. WOW
4. Tubuh menerima makanan dengan baik, badan nggak berasa
kekenyangan tapi ngak kelaparan.

Saya share menu saya yaaa, kalau mau di ikuti silahkan, enggak juga nggak apa, tapi saya yakin pasti bermanfaat :

Brokoli Organik + Telur Ayam Organik + Keju
200 Gram Brokoli segar taburi garam, rebus dan sebentar sehingga masih hijau segar and crunchy, tiriskan. Campur dengan 2 sendok makan olive oil, aduk rata.
Rebus 2 butir telur ayam, 5 menit di air mendidih
Keju 2 lembar, merk sesuai selera. Bisa di makan dalam keadaan hangat atau dingin yaaaa
Waktu persiapan nggak sampai 10 menit untuk bikin sarapan ini looh

99210CT175

Butternut Pumpkin + Eggs + Olive Oil

Ahhaa.. ini foto hasil jepretan temen yaa, bagus kan, dan emang menggiurkan. Jujur aja, Eka juga bikin menu ini karena ngikutin dia.

Waluh or Labu or Butternut Pumpkin ini banyak di jual di pasar dan supermarket, harganya murah, rasanya enak, dan bergizi. Cukup di potong sesuai selera, baluri olive oil, dan panggang sebentar sekitar 10 menit. Oya jangan lupa keruk bagian bijinya dan isi deh dengan telur organik, trus siap dehhh di nikmati. Supaya lebih sedap yaaa beri sedikit taburan garam, thyme, dan rosemarry, di jamin sarapan kalian pasti akan luar biasa

Ingredients
  1. 1 butternut squash
  2. 2 teaspoon coconut oil, 1 teaspoon for each half
  3. 2 eggs
  4. 1 teaspoon garlic powder
  5. 1 teaspoon dried basil or parsley
  6. Dash of salt and pepper
Instructions
  1. Cut butternut squash in half, length wise
  2. Scoop out seeds
  3. Coat the butternut squash lightly with coconut oil, dash of salt and pepper and other herbs and spices
  4. Bake at 350 for 30 minutes
  5. Crack an egg into into the top of the squash
  6. Bake for another 8-10 minutes
  7. Serve and enjoy!

Sebetulnya masih ada banyak lagi menu lain yang mau saya share di sini… ntar aja bersambung pas ada fotonya yaaaaa.

Sharing addicted, sharing is caring, sharing is fun.

Yuuk kita selalu share info yang bermanfaat buat semua orang. Hingga kelak saat kita akan meninggalkan mereka… adalah manfaat yang tak akan berhenti mengalir pada generasi selanjutnya.

 

Have a nice day