Pendekatan GRAPH MODEL

Analisis Resolusi Konflik Pada Kasus Pailit PT TX Menggunakan Metode Graph Model For Conflict Resolution (GMCR)

Penulis: Albie Rivaldi Putra, Dini Turipanam Alamanda

Format Sitasi: [APA Style] Putra, A. R., & Alamanda, D. T. (2017). Analisis Resolusi Konflik Pada Kasus Pailit PT Tx Menggunakan Metode Graph Model For Conflict Resolution (GMCR). Bina Ekonomi, 21(1), 67-78.

Penelitian mengenai konflik pada kasus pailit Telkomsel pernah dilakukan oleh Alamanda dan Prasetio (2014) dengan menggunakan pendekatan Drama Theory. Belum terciptanya suatu win-win solution bagi seluruh pihak yang terlibat mendorong peneliti untuk mengangkat kembali kasus pailit Telkomsel sebagai objek penelitian, namun tentunya dengan menggunakan metode pendekatan yang berbeda dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Selain objek penelitian yang menarik, alasan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini karena masih jarangnya penelitian bertemakan manajemen strategi yang menggunakan metode penelitian Graph Model for Conflict Resolution (GMCR) di Indonesia. Padahal, metode GMCR merupakan metode pendekatan yang baik untuk digunakan dalam kegiatan pengambilan keputusan yang merupakan hal vital bagi seluruh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

Tujuan penelitian ini antara lain untuk menggambarkan kondisi konflik dari kasus pailit Telkomsel, menganalisis skenario yang muncul dari kasus pailit Telkomsel serta menganalisis solusi ekuilibrium yang muncul dari kasus pailit Telkomsel. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat dapat memberikan gambaran mengenai pengaplikasian Graph Model for Conflict Resolution (GMCR) dalam resolusi konflik bisnis telekomunikasi di Indonesia dan menjadi referensi solusi bagi Perusahaan yang mengalami kasus pailit sejenis Telkomsel.

Silahkan untuk download paper lengkapnya disini, dan jangan lupa untuk disitasi yah sesuai format di atas

Conflict Resolution Using Graph Model for Conflict Resolution Case Study on Majalaya’s Textile Industries Waste Pollution

Penulis: Dini Turipanam Alamanda, Husni Amani, Hani Gita Ayuningtyas, Deden Syarif Hidayatullah, Tito Raddy  Perdana

Format Sitasi: [APA Style] Alamanda, D. T., Ayuningtyas, H. G., Amani, H., Hidayatullah, D. S., & Perdana, T. R. (2016). Conflict Resolution Using Graph Model for Conflict Resolution Case Study on Majalaya’s Textile Industries Waste Pollution. ISCLO-15. Yogyakarta: Atlantis Press. doi:10.2991/isclo-15.2016.29

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resolusi konflik dengan menggunakan pendekatan Graph Model for Conflict Resolution (GMCR) dan yang menjadi objek penelitian adalah pencemaran limbah oleh industri tekstil Majalaya pada hulu DAS Citarum di Kabupaten Bandung. GMCR digunakan untuk menggambarkan solusi yang optimal yang akan diperoleh pada konflik pencemaran limbah industri tekstil Majalaya pada hulu DAS Citarum, dilihat dari preferensi masing-masing pihak yang terlibat dalam konflik ini yaitu pemerintah provinsi Jawa Barat, warga Desa Majalaya, Industri Tekstil dan pakar lingkungan independen di kota Bandung.

Dari hasil analisis stabilitas ditemukan bahwa hanya ada dua skenario yang stabil (ekuilibrium) bagi seluruh pihak, yaitu skenario 6 (happy ending) dan 9 (bad ending). Skenario 9 disebut sebagai skenario bad ending, karena pada akhirnya warga tetap demo pada industri tekstil karena pemerintah tidak memberikan sanksi tegas pada industri tekstil yang melakukan pencemaran limbah karena tidak memaksimalkan fungsi IPAL –nya, sehingga menganggu kegiatan operasional pada industri tekstil. Sedangkan skenario 6 disebut sebagai skenario happy ending karena pada akhirnya industri tekstil memaksimalkan fungsi IPAL-nya dan masyarakat tidak melakukan demo serta pakar lingkungan tidak melakukan publikasi negatif tentang industri tekstil.

Sehingga kesimpulannya berdasarkan analisis sensitivitas adalah skenario 6 lebih diharapkan terjadi oleh PT Nirwana selaku pihak industri tekstil sebagai resolusi konflik pada pencemaran limbah industri tekstil Majalaya. Namun, untuk mencapai skenario 6 ada beberapa kompensasi yang sebaiknya diberikan oleh pihak lain ke warga Majalaya dan pakar lingkungan independen. Jika kompensasi tersebut tidak diberikan maka kemungkinan besar yang terjadi adalah skenario 9 yang akan menjadi resolusi konflik pada pencemaran limbah industri tekstil Majalaya.

Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat. Sungai ini membentang sepanjang 297 kilometer dari Gunung Wayang di bagian selatan Kota Bandung hingga ke utara dan berakhir di Laut Jawa yang bermuara di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Sungai ini menjadi sumber air bagi sembilan kabupaten dan tiga kota di Jawa Barat, diantaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kota Bekasi. Luas daerah aliran sungai Citarum mencapai 6.614 kilometer persegi. Dari sungai ini sekitar 25 juta orang di sembilan kabupaten dan tiga kota tersebut menggantungkan nasibnya. Ironisnya, kondisi sungai Citarum saat ini sangat memprihatinkan. Sungai Citarum dinobatkan sebagai sungai paling tercemar di dunia. Sering terjadi banjir seakan menjadi hal yang sudah tidak asing lagi bagi warga di sekitar bantaran sungai Citarum. Ada sekitar 500 pabrik yang berdiri di beberapa daerah hulu Citarum, mayoritas diantaranya adalah pabrik tekstil. Dari seluruh pabrik yang berdiri hanya 20 persen yang mengolah limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sisanya dibuang ke sub-sub DAS yang larinya ke Citarum. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) pernah mendampingi tiga kasus pencemaran serius di Rancaekek, Majalaya dan Saguling. Namun tidak ada satu pun kasus itu yang masuk pengadilan. Hal ini menunjukkan bahwa penegakan hukum pada pihak-pihak yang melakukan pencemaran terhadap DAS Citarum ini sangat lemah.

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya  disini. Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Conflict Resolution Analysis Of Waste-Based Power Generation Construction Plan’s Conflict In Gedebage, Bandung City Using Graph Model For Conflict Resolution (GMCR)

Penulis: A.Ihdalhusnayain, Dini Turipanam Alamanda

Format Sitasi: [APA Style] Ihdalhusnayain, A., & Alamanda, D. T. (521-535). Conflict Resolution Analysis Of Waste-Based Power Generation Construction Plan’s Conflict In Gedebage, Bandung City Using Graph Model For Conflict Resolution (GMCR). Emerging Trends In Academic Research 2014. 1. Denpasar: Global Illuminator.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resolusi konflik pada rencana pembangunan PLTSa di Gedebage dengan menggunakan pendekatan Graph Model for Conflict Resolution (GMCR). Konflik ini dilatarbelakangi oleh rencana pemerintah kota Bandung untuk membangun PLTSa dalam mengatasi masalah sampah di kota Bandung. Namun, rencana tersebut belum disetujui oleh berbagai pihak sehingga menghasilkan konflik. Jenis penelitian ini merupakan eksploratori yang dilakukan untuk mengklarifikasi dan mendefinisikan suatu masalah sehingga dapat membantu memformulasikan masalah secara lebih cepat. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner dan studi pustaka. Informan penelitian ini adalah pihak yang terlibat konflik yaitu PT Cempaka Arumpermai Estate, pemerintah kota Bandung, warga Griya Cempaka Arum, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dan pakar lingkungan.

Walaupun rencana pembangunan PLTSa menuai protes dari berbagai pihak, tetapi Pemkot Bandung tetap akan melanjutkan rencana tersebut. Bukti keseriusan dalam pembangunan PLTSa yaitu pemkot Bandung menyiapkan panitia khusus (Pansus) V DPRD kota Bandung untuk menangani masalah PLTSa. Pemkot Bandung juga menjamin bahwa PLTSa aman digunakan karena berlandaskan hasil uji kelayakan (feasibility study) yang dilakukan oleh tim Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2007 (http://www.bandung.go.id diakses pada tanggal 17 November 2013).

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya  ETAR-14-285.  Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Conflict Resolution Analysis Using Graph Model For Conflict Resolution (GMCR) Approach (A Case Study In Conflict And Cooperation Agreement Between IDT and IDMT)

Penulis: Chintya Faradita Putria, Dini Turipanam Alamanda

Format Sitasi: [APA Style] Putri, C. F., & Alamanda, D. T. (2015). Conflict Resolution Analysis Using Graph Model For Conflict Resolution (GMCR) Approach (A Case Study In Conflict And Cooperation Agreement Between IDT And IDMT). European Journal of Economics and Management, 2(1), 38-48

Penelitian ini menggunakan pendekatan Graph Model for Conflict Resolution (GMCR) yang bertujuan menggambarkan solusi optimal yang diperoleh pada konflik perjanjian kerjasama Indosat dan IM2 atas penggunaan pita frekuensi 2,1 milik Indosat oleh IM2. Players utama dalam konflik yaitu Indosat bersama anak perusahaannya IM2 disertai players lain diantaranya LSM KTI, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kejaksaan Agung serta Lembaga Pemangku Kebijakan (Menkominfo dan PTUN). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif serta yang menggunakan studi pustaka sebagai teknik alat bantu pengumpulan data.
Berdasarkan hasil analisis stabilitas, ditunjukkan bahwa skenario yang ekuilibrium atau stabil secara nash bagi semua pihak pada frame I dan frame II adalah skenario 1 yaitu ketika LSM KTI melaporkan dugaan penyalahgunaan jaringan bergerak seluler frekuensi 2,1 GHz/3G yang dilakukan Indosat dan IM2, kemudian Indosat dan IM2 melaporkan pemerasan oleh LSM KTI, serta Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menetapkan LSM KTI bersalah, Kejaksaan Agung menetapkan Indosat dan IM2 sebagai tersangka, dan Lembaga Pemangku Kebijakan yang membela Indosat dan IM2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat kesesuian antara solusi yang stabil (ekuilibrium) yang dihasilkan melalui pendekatan GMCR dan kondisi ketika konflik ini terjadi hingga selesai saat ini berdasarkan opsi yang diambil oleh players di dunia nyata dilihat dari pemberitaan pada portal berita online.

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya  di sini.  Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Trans Metro Bandung Conflict Resolution Using Graph Model for Conflict Resolution and Value Net Of Coopetition

Penulis: Pri Hermawan, Dini Turipanam Alamanda, Utomo Sarjono Putro, Dhanan Sarwo Utomo

Format Sitasi: [APA Style] Hermawan, P., Alamanda, D. T., Putro, U. S., & Utomo, D. S. (2010). Trans Metro Bandung Conflict Resolution Using Graph Model for Conflict Resolution and Value Net Of Coopetition. Pan-Pacific Conference XXVII. Denpasar.

Trans Metro Bandung (TMB) merupakan moda transportasi massal yang dibangun sebagai solusi masalah kemacetan dan solusi masalah polusi kota Bandung. Namun, TMB menjadi sumber konflik social karena keberadaannya menimbulkan bentrokan kepentingan antara berbagai pihak. Dinas perhubungan (Dishub) kota Bandung sebagai pelaksana manajemen TMB, dianggap sebagai pihak yang harus bertanggung jawab menyelesaikan konflik, karena pihak-pihak lain menganggap bahwa Dishub belum bisa menjalankan fungsinya dengan baik sehingga konflik terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan frame terbaik dengan skenario yang dapat menjadi resolusi bagi konflik TMB serta meningkatkan total manfaat dari sudut pandang Dishub. Upaya ini dilakukan dengan menggabungkan jarring nilai ko-opetisi, Graph Model for Conflict Resolution (GMCR), dan Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART). Jaring nilai ko-opetisi digunakan untuk membangun frame keadaan terkini berdasarkan sudut pandang pakar transportasi dan peneliti, dimana Dishub menjadi inti jaring nilai tersebut. Dengan menggunakan analisa stabilitas dapat diketahui skenario yang berpotensi menjadi resolusi bagi konflik TMB pada masing-masing frame. Hasil analisa stabilitas pada setiap frame kemudian dibandingkan dalam rangka mengetahui frame yang dapat memberikan skenario dengan manfaat tertinggi bagi Dishub dalam menyelesaikan konflik TMB. Penggabungan GMCR dan SMART ini dinamakn Graph Model with Multiple-attribute Rating (GMMR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skenario terbaik yang dapat diambil oleh Dishub Bandungadalah mencoba memotivasi masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi dalam bermobilitas yang rute nya dilewati TMB serta melakukan Dishub merger dengan DAMRI sehingga sumber daya keunggulan dari masing-masing pihak bisa digabungkan untuk menghasilkan moda transportasi massal kota Bandung yang memuaskan mobilitas masyarakat. Skenario terbaik ini memberikan peningkatan nilai total manfaat sebesar 10.96% dari existing condition.

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya  Pan-Pacific_TMB.  Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Model Grafik dengan Rating Multi Atribut (GMMR) dalam Resolusi Konflik Trans Metro Bandung

Penulis: Dini Turipanam Alamanda Utomo Sarjono Putro Pri Hermawan, Dhanan Sarwo Utomo

Format Sitasi: [APA Style] Alamanda, D. T., Putro, U. S., Hermawan, P., & Utomo, D. S. (2010). Model Grafik dengan Rating Multi Atribut (GMMR) dalam Resolusi Konflik Trans Metro Bandung. Jurnal Manajemen Teknologi, 9(2).

Penelitian ini bertujuan untuk memberi rekomendasi pada Dishub kota Bandungdalam rangka menyelesaikan konflik pada pengoperasian Trans Metro Bandung. Pada penelitian ini dikombinasikan pendekatan jaring nilai ko-opetisi, Graph Model for Conflict Resolution (GMCR) dan Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). Hasil penggabungan antara GMCR dan SMART kemudian disebut sebagai Graph Model with Multi-attribute Rating (GMMR). GMMR dapat secara kuantitatif mengukur peningkatan keuntungan yang diperoleh seorang aktor kala ia memilih suatu skenario resolusi tertentu. Dengan menggabungkan GMMR dan jaring nilai ko-opetisi, dapat dibandingkan perbedaan keuntungan antar skenario resolusi pada frame yang berbeda, sedemikian hingga dapat dipilih frame yang memiliki skenario resolusi dengan keuntungan yang lebih tinggi. Dishub perlu frame yang menghasilkan kondisi ekuilibrium yang lebih baik dari kondisi saat ini, karena kondisi saat ini tidak menguntungkan citra Dishub dimata semua pihak. Melalui penelitian ini dapat direkomendasikan frame dan skenario resolusi dengan peningkatan keuntungan yang optimal bagi Dishub dalam menyelesaikan konflik TMB

Paper ini merupakan lanjutan dan kelengkapan dari hasil paper sebelumnya di atas. Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya  di sini.  Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Pemodelan Matematika Berbasis Grafik Untuk Menganalisis Konflik Bisnis Perkotaan. Studi Kasus: Manajemen Pedagang Kaki Lima Bandung

Penulis: Dini Turipanam Alamanda

Format Sitasi: [APA Style] Alamanda, D. T. (2011). Pemodelan Matematika Berbasis Grafik Untuk Menganalisis Konflik Bisnis Perkotaan. Studi Kasus: Manajemen Pedagang Kaki Lima Bandung. Forum Manajemen Indonesia ke-3. Bandung.

Tujuan utama makalah ini adalah untuk memodelkan konflik antara PKL) Bandung dengan beberapa pihak, yaitu Pemerintah Kota Bandung (Pemkot), dan Preman. Graph Model for Conflict Resolution (GMCR) digunakan untuk menciptakan pemahaman tentang posisi konflik PKL dalam sebuah strategi.
Konflik tersebut terjadi sehubungan dengan implementasi K3 (Kebersihan, Ketertiban, Keindahan) dan penegakan area 7 titik tanpa PKL. Pendekatan pemodelan matematika berbasis grafik dipilih karena dianggap tepat untuk menjelaskan mengapa usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengekang PKL belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal. Dengan asumsi bahwa semua pihak dalam konflik berpikir rasional dan menggunakan dua konsep Nash dan stabilitas sekuensial, hasil pemodelan ini menunjukkan bahwa kondisi saat ini bukanlah kondisi yang paling stabil yang bisa diterima oleh semua pihak. Pemerintah sebagai regulator harus bisa membawa semua pihak yang terlibat untuk berpikir dengan kerangka lain yang lebih stabil daripada kondisi saat ini untuk menciptakan kolaborasi bisnis perkotaan yang saling menguntungkan.

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya  Full Paper Alamanda PKL.  Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Aplikasi GMCR Untuk Resolusi Konflik (Studi Kasus: Perang Diponegoro (The Java War / De Java Oorlog))

Penulis: Ubaidillah Zuhdi, Pri Hermawan, Utomo Sarjono Putro, Dhanan Sarwo Utomo, Dini Turipanam Alamanda

Format Sitasi: [APA Style] Zuhdi, U., Hermawan, P., Putro, U. S., Utomo, D. S., & Alamanda, D. T. (2010). Aplikasi GMCR Untuk Resolusi Konflik (Studi Kasus: Perang Diponegoro (The Java War / De Java Oorlog)) . Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 2(2), 75-94.

Pada saat Indonesia masih dijajah oleh pihak asing, terjadi banyak peperangan di bumi Indonesia. Sebagian besar dari peperangan yang terjadi tersebut dilakukan agar Indonesia bisa lepas dari cengekeraman penjajah. Salah satu contoh dari sekian banyak perang yang pernah terjadi Indonesia yang bertujuan melepaskan diri dari cengkeraman penjajah adalah perang Diponegoro. Perang Diponegoro adalah sebuah perang besar yang pernah terjadi di Pulau Jawa. Pihak-pihak yang berseteru dalam perang ini adalah Pangeran Diponegoro beserta pasukannya dan pasukan kolonial Belanda. Perang tersebut terjadi pada tahun 1825 hingga 1830. Dalam bahasa asing, perang ini dikenal dengan sebutan “The Java War” atau “De Java Oorlog”.

GMCR adalah prosedur yang komprehensif untuk mempelajari secara sistemik perselisihan di dunia nyata. Perang Diponegoro adalah perang besar yang pernah terjadi di Indonesia dan merupakan sebuah perselisihan yang terjadi di dunia nyata. Oleh karena itu, GMCR dapat dipakai sebagai metode untuk mempelajari perang Diponegoro. Penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan dan menganalisis perang Diponegoro dengan menggunakan metode GMCR. Hal-hal yang ingin dijabarkan dan dianalisis dari perang Diponegoro di penelitian ini adalah seperti apa dinamika perang yang terjadi pada perang tersebut dan usulan / masukan seperti apa yang dapat diberikan pada jalannya perang Diponegoro agar Pangeran Diponegoro dan pasukannya meraih kemenangan di perang tersebut. Contoh dinamika perang yang tergambar dari hasil penelitian adalah pergantian opsi yang terjadi dari satu fase ke fase berikutnya dan penyebab pergantian opsi tersebut. Usulan / masukan yang dapat diberikan adalah memperketat penyaringan mata-mata Belanda dan melobi kerajaan-kerajaan pribumi yang pro terhadap Belanda.

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya di sini.  Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Pendekatan COOPETITION

The Analysis Of Coopetition Strategy Of Joint Venture Zocha In Garut Indonesia Using Value Net

Penulis: Ayu Ardhillah Yuliartha, Dini Turipanam Alamanda

Referensi: (APA Style):  Yuliartha, A. A., & Alamanda, D. T. (2015). The Analysis Of Coopetition Strategy Of Joint Venture Zocha In Garut Indonesia Using Value Net. 2nd International Conference on Innovation on Global Trends In Academic Research (GTAR 20-21 April 2015).Bandung: GlobalIlluminators Publishing.

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan nilai  Zocha (dalam value net) dan memberikan desain strategi coopetition menggunakan PARTSsehingga dapat menciptakan new value co-creation. Jenis penelitiannya adalah metode kualitatif yang melibatkan banyak UKM di kota Garut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara kepada lima stakeholder (sampel) yang memiliki kriteria sebagai informan tentang proses bisnis Zocha yang menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya. Dari analisis  ditemukan bahwa dalam menerapkan new co-creation , elemen yang mengalami perubahan PARTS adalah Player, Added Value,Tactics and Scope sedangkan Rules tetap sama dengan kondisi value co-creation yang ada. Penelitian ini memberi implikasi dalam meningkatkan peran Zocha sebagai co-creator nilai di kota Garut sekaligus menjadi acuan dalam menggabungkan potensi UKM untuk menciptakan nilai bisnis yang lebih besar dalam bentuk kolaborasi, baik untuk kota Garut maupun kota lainnya.

Lengkapnya bisa didownload di sini (here)

Pendekatan DRAMA THEORY

Analysis of “Drama Theory” in the Bankruptcy Scenario of the Biggest Indonesia Cellular Telecommunication Business

Penulis: Dini Turipanam Alamanda, Arif Partono Prasetio

Format Sitasi: [APA Style] Alamanda, D. T. & Prasetio A. P. (2014). Analysis of “Drama Theory” in the Bankruptcy Scenario of the Biggest Indonesia Cellular Telecommunication Business. International Journal of Science and Research (IJSR), 3, 5.

Studi ini menghadirkan “teori drama” dalam skenario kebangkrutan PT Telkomsel. Drama terbagi dalam 3 tahap. Tahap pertama adalah ketika Local Commercial Court (LCC) mengumumkan kebangkrutan PT Telkomsel sampai PT Telkomsel mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Tahap kedua adalah ketika PT Telkomsel dan SSS menolak membayar biaya Kurator dan tahap ketiga adalah saat MA memberi sanksi kepada LCC. Data tentang kebangkrutan PT Telkomsel dipetakan ke dalam kerangka referensi umum dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan teori drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari frame pertama ke frame ketiga, terdapat 13 dilema yang dihadapi oleh semua pihak yang terlibat dalam kasus kebangkrutan PT Telkomsel. Fase pertama dan kedua terdiri dari dilema penolakan, ancaman dan persuasi. Pada frame ketiga, masih terdapat dilema penolakan terjadi baik MA maupun kurator. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan, menggunakan data sekunder yang berasal dari situs berita online yang memenuhi syarat antara periode 3 Agustus 2012 – 16 Oktober 2013. Hasilnya menunjukkan bagaimana perusahaan  raksasa hampir jatuh, dan menjelaskan dilema apa yang telah dilepas sehingga masalah bisa dipecahkan.

Konflik Telkomsel pailit  adalah konflik penting yang harus dipelajari, meningat PT Telkomsel merupakan perusahaan seluler terbesar di Indonesia, dan juga merupakan anak perusahaan Telkom yang merupakan salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia. Hal menarik lainnya adalah konflik ini bisa menimbulkan dampak sistemik bagi industri telekomunikasi Indonesia (Roy Suryo, Anggota DPR, 10 Oktober 2012) karena bisa menyebabkan kerugian besar bagi negara.

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya Analysis_of_Drama_Theory_in_the_Bankrupt (1). Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Analysis Of Dilemma In A Conflict By Using Drama Theory Approach (Case Study On Conflict Of Indosat’s Frequency Abuse By IM2 Year 2011-2013)

Penulis: Dini Turipanam Alamanda, Ni Ketut Putri Lidya, Husni Amani

Format Sitasi: [APA Style] Alamanda, D. T., Lydia, I. P., & Amani, H. (2015). Analysis Of Dilemma In A Conflict By Using Drama Theory Approach (Study Case On Conflict Of Indosat’s Frequency Abuse By IM2 Year 2011-2013). The 6th Seminar & Conference on Business & Technology in ICT Industry. Bandung.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi konflik, mengetahui dilema-dilema yang muncul dan yang hilang saat konflik penyalahgunaan frekuensi Indosat oleh IM2 selesai dengan menggunakan pendekatan teori drama. Konflik dibagi dalam 3 frame. Frame pertama adalah ketika LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (LKTI) melakukan pemerasan terhadap pihak Indosat bersama dengan IM2. Sebelumnya, LKTI melaporkan perjanjian kerjasama Indosat dan IM2 yang menduga ada tindakan korupsi yang terjadi ke Kejaksaan. Frame kedua adalah ketika IM2 secara korporasi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Sedangkan pada frame ketiga adalah ketika muncul Mahkamah Agung sebagai players baru untuk menyelesaikan konflik ini. Data mengenai konflik ini dipetakan ke dalam common reference frame dan dianalisis menggunakan confrontation manager software. Hasilnya menunjukkan bahwa dari frame pertama hingga frame ketiga terdapat tujuh dilema yang dihadapi oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik. Pada frame pertama dan frame kedua terdiri dari Rejection, Threat dan Persuasion Dilemmas. Sedangka pada frame ketiga terdapat Rejection Dilemma yang dihadapi baik oleh Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung. Penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari beberapa media berita online periode Oktober 2011 – Juli 2013. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana perjanjian kerjasama antar dua perusahaan ini dianggap menyalahi aturan dan menggambarkan dilema apa saja yang hilang sehingga konflik dapat terselesaikan.

Konflik perjanjian kerjasama Indosat dan IM2 yang merupakan anak perusahaan dari Indosat berawal dari saat LSM Konsumen Telekomunikasi Indonesia (LKTI) melaporkan penyalahgunaan pita frekuensi 2,1 Ghz/3G oleh Indosat dan IM2. Korupsi ini diduga merugikan negara Rp 3,8 triliun. Untuk menindaklanjutinya, Kejaksaan Agung Republik Indonesia memerintahkan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi dalam penyalahgunaan frekuensi radio 2.1 GHz oleh IM2 dengan tersangka mantan Direktur Utama IM2 (www.tempo.co, 18 Februari 2015).

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya SCBTII 2015_DRAMA THEORY Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.

Analisis Dilema Dengan Drama Theory Sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan dalam Sebuah Konflik

Penulis: Dini Turipanam Alamanda, Abdullah Ramdani, Yudi Agung Firmansyah

Format Sitasi: [APA Style] lamanda, D. T., Ramdani, A., & Firmansyah, Y. A. (2010). Analisis Dilema Dengan Drama Theory Sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan dalam Sebuah Konflik. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 2(2), 55-64.

Contoh kasus yang menarik mengenai masih minimnya kesadaran pengusaha kecil terhadap lingkungan yaitu kasus yang terjadi pada sentra industri kecil (SIK) kerajinan kulit di Desa Sukaregang, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Guriansyah, 2009). Pencemaran lingkungan yang menghawatirkan akibat limbah pabrik kulit tentu saja mengundang konflik antara masyarakat setempat dengan pihak perusahaan, karena masyarakat merasa dirugikan dengan adanya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pabrik kulit Sukaregang Garut. Namun pihak dari masyarakat sendiri tidak bisa melakukan suatu tindakan nyata, karena tidak adanya dukungan dari pihak pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan perusahaan pabrik kulit lebih berkuasa terutama dalam masalah keuangan, akibatnya konflik yang terjadi hanya menjadi dilema bagi masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan kondisi konflik Sukaregang, mengetahui dilema-dilema yang muncul pada konflik Sukaregang. Drama theory sebagai cabang dari game theory digunakan untuk menganalisis dilema dalam kasus pabrik kulit Sukaregang ini.

Tertarik membaca lebih lanjut? Silahkan download paper lengkapnya di sini.  Jangan lupa untuk disitasi sesuai format di atas yah.