Hallo shareaddict, sedang meneliti tentang Smart City juga, jangan lupa buat baca rangkaian penelitian Smart City kota Bandung berikut ini yah.

Apa itu Smart City?

Smart City menjadi salah satu inovasi yang kini gencar dibangun di Indonesia sebagai salah satu langkah modernisasi dan adopsi teknologi ke sektor yang lebih luas. Konsep Smart City sejatinya muncul karena pergeseran dramatis dari jumlah populasi yang ada di daerah perkotaan yang mendorong warga, perencana kota, pelaku bisnis, dan pemerintah untuk melihat sebuah visi baru, kota pintar (Priambada, 2015). Menurut Ardisasmita (2015), Smart City adalah kota yang mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek. Salah satu kota di Indonesia yang menjadi kandidat kuat sebagai kota Smart City pertama di tanah air adalah Bandung.

Apa itu Smart City Bandung?

Merujuk pada misi tersebut, Bandung Smart City merupakan salah satu program Ridwan Kamil. Adapun kategori Bandung Smart City yang diusung berdasarkan sepuluh prioritas area (Kamil, 2015) yaitu (1) Government (Smart Government); (2) Education (Smart Education); (3) Transportation (Smart Transportation, Smart Parking); (4) Health (Smart Health);  (5) Energy (Smart Grid/ Smart Energy); (6) Security (Smart Surveillance); (7) Environment (Smart Environment); (8) Community/ Social (Smart Society, Smart Reporting); (9) Finance (Smart Payment), dan (10) Trading (Smart Commerce).

Beberapa Program Bandung Smart City diantaranya adalah Bandung Commad Center, 10.000 Free Wifi Access Point, 300 City Apps pada tahun 2016, Open Government (City Budget Online), Open Communication (Social Media), Open Communication (Government YouTube Channel), Citizen Complaint Online, Sistem Informasi Penilaian Bandung Juara, School Admission Online, Smart Healthcare Service, Smart Digital Class in 2015, Bandung Creative and SmartHub, Bandung Digital Valley (untuk bisnis start up), Bandung Digital Public Place (Movie Park), Kota Bandung mulai membeli lebih dari 100 area untuk Smart Green Space, Smart and Green Building Law tahun 2015, Smart Parking System tahun 2015, Bandung Smart Card tahun 2016, dan program-program lainnya (Kamil, 2015).

Pada tahun 2016, Ridwan Kamil  mengklaim bahwa 70 persen permasalahan di Kota Bandung telah terselesaikan dengan konsep smart city melalui ragam pemanfaatan teknologi informatika atau aplikasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Aplikasi layanan aduan masyarakat (Lapor!) dan aplikasi pelayanan masyarakat berbasis online serta e-budgeting lainnya menjadi satu dari sekitar 300 perangkat lunak yang telah dibuat Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung menyelesaikan permasalahan baik di lingkungan masyarakat maupun di internal birokrasi.

Sumber:

Ardisasmita, A. (2015, Agustus 3). Langkah Bandung dalam Mengimplementasikan Smart City. id.techinasia [online]. Tersedia: https://id.techinasia.com/bandung-smart-city/ [17 September 2015]

Kamil, Ridwan. (2014) Press Release Bandung Smart City. Bandung

Priambada, A. (2015, Maret). Smart City Bukan Cuma Urusan Pemerintah. dailysocial.net [online]. Tersedia: https://dailysocial.net/post/smart-city-pemerintah [17 September 2015]

Oia definisi SMART CITY yang lebih mudah dipahami, bisa kalian dapatkan di:

Cuplikan Buku: Smart City Menuju Smart Nation

Nah setelah paham apa itu Smart City Bandung, ini dia rangkaian kumpulan penelitian Smart City nya:

Measuring The Effectiveness Of Government Communication On Bandung Smart City (The Study On @Ridwankamil Twitter Account During The Period Of 16 September 2013 To 31 July 2015)

Penulis: Novi Yolanda Nadapdap, Dini Turipanam Alamanda , Fajar S A Prabowo, Hani Gita Ayuningtyas

Sitasi (APA Style): Nadapdap, N. Y., Alamanda, D. T., Prabowo, F. S., & Ayuningtyas, H. G. (2016). Measuring The Effectiveness Of Government Communication On Bandung Smart City (The Study On @Ridwankamil Twitter Account During The Period Of 16 September 2013 To 31 July 2015). IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 21(4), 72-79.

Manajemen kota memiliki peran penting ditengah permasalahan dan tantangan kota saat ini. Smart City merupakan konsep manajemen kota berbasis teknologi. Peran pemimpin sangat mempengaruhi keberhasilan penerapan Smart City, oleh karena itu Ridwan Kamil mempengaruhi keberhasilan Bandung Smart City. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kinerja Ridwan Kamil dalam menerapkan Bandung Smart City. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data Tweet @RidwanKamil periode 16 September 2013 hingga 31 Juli 2015. Adapun hasil yang dideskripsikan dalam penelitian yaitu sebanyak 38 program telah dikomunikasikan oleh Ridwan Kamil, 76 % program kerja telah berjalan dan 24 % program kerja belum berjalan. Program-program yang paling banyak dikomunikasikan adalah Free Wifi, sosial media di SKPD, Bandung Teknopolis, PPDB Online, dan Monorail sedangkan program-program yang paling sedikit dikomunikasikan adalah PPID, LPSE, Smart Mading, Smart Digital Class, Bandung Creative and Smart Hub, E puskesmas, Bandung Digital Valley, Plug and Play, dan Paperless school. Kategori high priorities pada Bandung Smart City adalah area Government, Community/Social, dan Trade. Selanjutnya, moderate priorities adalah area Transportation, Environment, Education, dan Security. Sedangkan Low priorities adalah area Finance, Health, dan Energy. Kolaborasi yang dibangun Ridwan Kamil adalah dengan membuka komunikasi dua arah yang aktif dengan masyarakat. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi gambaran dan masukan kepada Ridwan Kamil terkait kinerja selama ini dilihat dari komunikasi beliau di Twitter dalam penerapan program Bandung Smart City.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut? silahkan download fullpapernya disini. 

Actor Identification that Affects Ridwan Kamil’s Work Program for Smart City Using Social Network Analysis

Penulis: Dini Turipanam Alamanda, Baiq Yuliasmi Nirwana Aulia Lastini, Khairunnisa, Husni Amani

Sitasi (APA Style):  Alamanda, D. T., Lastini, B. N., Khairunnisa, & Amani, H. (2016). Actor Identification that Affects Ridwan Kamil’s Work Program for Smart City Using Social Network Analysis. IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM), 18(4), 48-53.

Perkembangan telekomunikasi dan informatika (IT) sudah begitu pesat sehingga teknologi membuat jarak tak lagi jadi masalah dalam berkomunikasi dan internet menjadi salah satu medianya. Perkembangan inilah yang mempermudah penyebaran informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktor yang paling berperan dalam mendukung program kerja Ridwan Kamil untuk Strategi Smart City di media sosial Twitter @ridwankamil. Pengumpulan data menggunakan data online, di dapatkan dari interaksi antara Ridwan Kamil dengan masyarakat selama periode 16 Juli 2013 – 31 Juli 2015 dengan membatasi pengambilan data menggunakan keyword yang berkaitan dengan Smart City berupa tweet, reply dan retweet, lalu melakukan perhitungan nilai dan peringkat Degree Centrality, Closeness Centrality, Betweenness Centrality, dan Eigenvector Centrality. Data tersebut kemudian diolah dengan pendekatan Social Network Analysis. Software yang digunakan untuk menghitung dan memvisualisasikan hasil analisis adalah Gephi. Hasil penelitian pada Twitter Ridwan Kamil terdapat 1.886 nodes (akun) yang terlibat dengan 2.814 edges (interaksi) yang terjadi di network tersebut. Diperoleh kesimpulan bahwa aktor (node) yang paling berpengaruh dalam network didominasi oleh infobdg, DiskominfoBdg, relawan_bdg, ClickBandung, bdg_juara, infobandung, dan PemkotBandung.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut? silahkan download fullpapernya disini.

Study of Entrepreneurship Programs in Bandung Based on Ridwan Kamil’s Twitter Account (@ridwankamil)

Penulis: Yuliawati Cahyaningrum, Dini Turipanam Alamanda, Arif Partono Prasetio, Sisca Eka Fitria

Sitasi (APA Style):  Cahyaningrum, Y., Alamanda, D. T., Prasetio, P. A., & Fitria, S. E. (2016). Study of Entrepreneurship Programs in Bandung Based on Ridwan Kamil’s Twitter Account (@ridwankamil). IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM), 18(4), 76-80.

Ekonomi sebagai salah satu aspek penting dari sebuah kota yang memiliki hubungan yang erat dengan berwirausaha. Pengembangan wirausaha terkait dengan konsep smart city, yang menjadi bagian dari program pemerintah untuk mewujudkan visinya “Kota Bandung Juara”. Bisnis di Bandung telah meningkat secara signifikan terutama pada industri kuliner, pariwisata dan kreatif yang menunjukkan keuntungan yang sangat besar. Fenomena ini sebagian disebabkan oleh munculnya wirausahawan kreatif muda yang menyumbangkan ide agar Bandung menjadi lebih menarik seperti saat ini. Kewirausahaan membutuhkan dukungan dari pemerintah dalam hal pengembangan program yang dapat menopang pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Program Kewirausahaan di Bandung berdasarkan tweet, reply, dan retweet Ridwal Kamil di Twitter antara 16 September 2013 – 31 Juli 2015. Penelitian ini menggunakan analisis isi dan teknik konstan komparatif untuk menganalisis kesenjangan antara Kewirausahaan. Program dan kebutuhan warga di Bandung. Hasilnya menunjukkan ada 15 program kewirausahaan yang telah dikomunikasikan ke Twitter Ridwan Kamil (@ridwankamil). Selanjutnya, 73,3% Program Kewirausahaan Bandung telah melaksanakan dan sudah menjawab 87,5% kebutuhan masyarakat. Analisis komparatif menunjukkan ada kesenjangan antara kebutuhan dan program pemerintah. Salah satu alasan yang menyebabkan kesenjangan adalah bahwa informasi dari akun Twitter Ridwan Kamil tidak terganggu atau dibagikan dengan baik. Hal ini membuat warga Bandung tidak memiliki informasi yang tepat mengenai Program Pemerintah Kota Bandung atau paling tidak mereka hanya mendengar atau mengetahui versi informasi yang terbatas.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut? silahkan download fullpapernya disini

The Roles of M2M Technology On The Realization Of Bandung Smart City

Penulis:  Dini Turipanam Alamanda,  Fajar S A Prabowo, Shelly Eka Agustina, Lia Yuldinawati

Sitasi (APA Style):Alamanda, D. T., Prabowo, F. A., Agustina, S. E., & Yuldinawati, L. (20xx). The Roles of M2M Technology On The Realization Of Bandung Smart City . Int. J. Business and Globalisation. [Masih proses publikasi]

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di kota-kota besar adalah dengan menerapkan konsep Smart City melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, seperti solusi Machine-to-Machine (M2M). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk program M2M Ridwan Kamil dan saran tentang apa yang telah diimplementasikan serta merekomendasikan kemungkinan lain untuk diimplementasikan di kota Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data dari twitter @ridwankamil selama periode 16 September 2013 sampai 31 Juli 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 117 permasalahan yang dikeluhkan kepada Ridwan Kamil melalui twitter dengan 606 tweet dimana Smart Environment ditemukan memiliki sejumlah besar isu populer (8 isu), dan  isu Smart Transportation memiliki jumlah tweets tertinggi (176 tweets). Bandung telah menghasilkan 329 aplikasi dan akan terus berkembang untuk digunakan di semua kantor administrasi baik untuk layanan publik maupun perbaikan kinerja internal. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi Ridwan Kamil dalam memecahkan permasalahan yang dikeluhkan oleh banyak netizens via twitter dengan menerapkan solusi M2M yang efektif dan berorientasi pada target sesuai dengan kebutuhan dan prioritas penduduk kota Bandung khususnya dan pecinta Bandung umumnya.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut? silahkan download fullpapernya disini.

Technological Adoption For The Online System Of Public Aspirations And Complaints Service (LAPOR) In Bandung City

Penulis: Helga Meizhura, Dini Turipanam Alamanda, Fajar Sidiq Adi Prabowo

Sitasi (APA Style): Meizhura, H., Alamanda, D. T., & Prabowo, F. S. (2017). Technological Adoption For The Online System Of Public Aspirations And Complaints Service (Lapor) In Bandung City. AFEBI Management and Business Review (AMBR), 2(1), 62-79. Retrieved from http://journal.afebi.org/index.php/ambr/article/view/57/35

Pemerintah Kota Bandung berupaya menyelesaikan masalah perkotaan dengan solusi yang kreatif melalui pemanfaatan ICT di mana hal tersebut dikenal dengan Smart City. Salah satu program pada sektor smart government yang dijalankan yaitu implementasi layanan penyampaian aspirasi dan pengaduan rakyat secara online melalui sistem aplikasi yang diberi nama LAPOR. Sejauh penerapannya, aplikasi dinilai cukup efektif dalam melibatkan partisipasi publik, namun hal tersebut kontradiktif dengan banyaknya komentar negatif yang diberikan oleh para pengguna. Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu gambaran penerimaan sistem LAPOR di masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan perilaku penggunaan sistem tersebut dapat diidentifikasi dengan model UTAUT 2 yang dikembangkan oleh Venkatesh et al. pada tahun 2012. Penelitian ini mengumpulkan data dengan kuesioner yang disebarkan kepada 405 responden dengan kriteria warga yang berdomisili di Kota Bandung, baik pengguna aplikasi LAPOR maupun yang belum menggunakan sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap minat menggunakan sistem LAPOR adalah Harga. Hal ini menunjukkan masyarakat menginginkan manfaat yang sebanding dari pengeluaran biaya atas penggunaan sistem tersebut. Faktor selanjutnya yang berpengaruh yaitu Hedonic Motivation, Social Influence, Habit, dan Facilitating Condition. Oleh karena itu, temuan ini memungkinkan praktisi untuk mendapatkan informasi dalam meningkatkan kesuksesan implementasi program pemerintahan berbasis teknologi.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut? silahkan download fullpapernya disini.

Technology Adoption On System Information Assessment Application Bandung Juara (SIP Bdg Juara) Using Modified UTAUT 2 Model In Bandung

Penulis: Zati Woro Shabrina, Dini Turipanam Alamanda, Fajar Sidiq Adi Prabowo

Sitasi (APA Style): Shabrina, Z.W., Alamanda, D. T., & Prabowo, F. S. (2017). Technology Adoption On System Information Assessment Application Bandung Juara (SIP Bdg Juara) Using Modified UTAUT 2 Model In Bandung. AFEBI Management and Business Review (AMBR). [Proses Publikasi]

Pemanfaatan TIK di Kota Bandung menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkot dalam mengatasi permasalahan perkotaan yang dikenal dengan konsep Smart City. Di sektor smart government ada banyak program yang telah diimplementasikan di Bandung, salah satunya adalah layanan Sistem Informasi Pengkajian Bandung Juara atau yang dikenal dengan SIP Bdg Juara. Namun harapan dan prestasi yang telah didapat dari kehadiran SIP Bdg Juara masih tergolong rendah, dimana masih ada faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat Bandung dalam mengadopsi SIP Bdg Juara belum cukup dipahami. Makanya, penting untuk mengetahui penerimaan website ini.
Penelitian ini menggunakan model modifikasi UTAUT 2 yang diturunkan dari UTAUT 2 Theory oleh Venkatesh et al. (2012), dengan variabel utama yang terdiri dari Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facillitating Condition, Hedonic Motivation, Price value, dan Habit , serta dua variabel moderator yaitu Umur dan Jenis Kelamin. Penelitian ini menggunakan metode SEM-PLS dengan software SmartPLS 3.0. Untuk pengumpulan data, penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 400 responden dengan kriteria penduduk yang tinggal di Kota Bandung, dengan screening question apakah mereka sudah atau belum pernah berpartisipasi dalam website ini. Hasilnya, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi minat menggunakan situs SIP Bdg Juara adalah Harga, diikuti oleh Motivasi Hedonik, kemudian Kebiasaan, dimana ketiga faktor tersebut berpengaruh positif pada kedua jenis variabel laten. Sedangkan variabel yang mempengaruhi User Behavior terkait penggunaan website pelayanan publik SIP Bdg Juara adalah Kebiasaan dan Perilaku. Semoga temuan ini diharapkan dapat memungkinkan praktisi untuk mendapatkan lebih banyak informasi dalam meningkatkan keberhasilan penerapan program tata pemerintahan berbasis TIK.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut? silahkan download fullpapernya AEFBI ZATI.

Studi Persepsi Masyarakat Terhadap Program Wifi Bandung Juara

Penulis: Robby Gustia

Pembimbing: Dini Turipanam Alamanda

Sitasi (APA Style): Gustia, R. (2016).  Studi Persepsi Masyarakat Terhadap Program Wifi Bandung Juara (SKRIPSI, Telkom University, 2016). Retrieved from https://repository.telkomuniversity.ac.id/home/catalog/id/114926/slug/studi-persepsi-masyarakat-terhadap-program-wifi-bandung-juara-berdasarkan-atribut-akses-internet.html

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Wifi Bandung Juara periode 2013-2015. Dalam penelitian ini terdapat atribut Wifi Bandung Juara yang digunakan untuk mengetahui persepsi masyarakat yang terdiri dari jasa akses internet, alat akses internet, biaya akses internet, waktu akses internet dan paket layanan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling sehingga menghasilkan 400 responden yang menjawab kuesioner penelitian ini. Teknik analisis data penelitian ini adalah teknik analisis data univariat. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara keseluruhan persepsi masyarakat terhadap Wifi Bandung Juara ini baik. Akan tetapi perlu dilakukan perbaikan pada salah satu atribut yaitu, paket layanan dengan cara memperbaiki kecepatan dan kestabilan internet yang dimiliki Wifi Bandung Juara.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut? silahkan download rangkumannya disini atau lengkapnya di SKRIPSI.

Strategi Badan Pelayanan Dan Perizinan Terpadu Kota Bandung Dalam Mengefektifkan Hay.U Bandung

Penulis: Muhammad Arief

Pembimbing: Dini Turipanam Alamanda 

Sitasi (APA Style): Arief, M. (2016). Strategi Badan Pelayanan Dan Perizinan Terpadu Kota Bandung Dalam Mengefektifkan Hay.U Bandung.  (SKRIPSI, Telkom University, 2016).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kerja yang dilakukan BPPT Kota Bandung dalam mengefektifkan pelayanan perizinan melalui Hay.U Bandung. Faktor dari penelitian ini menggunakan analisis PIECES, yang terdiri dari performance, information, efficiency, control, economy, dan service. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara keseluruhan Hay.U dapat menunjang kinerja user maupun karyawan.Namun, Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu harus fokus memberikan kemudahan ketika user menginput data, user masih disulitkan ketika menginput data karena banyak yang harus dilampirkan. Lalu peningkatan keakuratan informasi yang dapat meningkatkan efektifitas sistem perizinan online melalui Hay.U Bandung.

Tertarik untuk membaca lebih lanjut? silahkan download jurnalnya disini.

Nah lumayan banyak kan, semoga bermanfaat yah dan tunggu versi publikasinya untuk dua judul terakhir diatas. Jangan lupa untuk baca kumpulan penelitian menarik lainnya seperti:

Kumpulan Penelitian Mengenai Drama Theory dan Resolusi Konflik di Indonesia

Kumpulan Penelitian Mengenai Kelompok Usaha Bersama Zocha, UKM Akar Wangi Garut