Hallo shareaddict, kali ini yuk kita mengenal tokoh-tokoh dunia. Kali ini, shareaddict Manda akan membahas seorang Ilmuwan terkenal dari negeri Paman Sam yang bernama John Nash.

Siapakah John Nash?

John Nash atau lengkapnya bernama John Forbes Nash Jr. adalah matematikawan Amerika Serikat yang berkarya di bidang teori permainan, geometri diferensial, dan persamaan diferensial parsial yang telah membuka jalan bagi ilmuwan untuk mempelajari faktor-faktor yang mengatur kemungkinan dan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Nash adalah seorang yang jenius yang juga berhasil menciptakan konsep ekonomi yang kini dijadikan sebagai dasar dari teori ekonomi kontemporer, di mana pada saat itu, teori yang dicetuskan oleh Nash ini bertentangan dengan teori Bapak ekonomi modern dunia, Adam Smith. Konsep inilah yang dikenal dengan teori keseimbangan, yang pada akhirnya mengantarkannya meraih gelar doktor, dan sekaligus membuat Nash diterima untuk menjadi peneliti dan pengajar di MIT. Pada usia 66 tahun Nash meraih penghargaan Nobel atas karyanya dalam bidang Ekonomi. Pada tahun 2015, tepatnya pada saat usianya yang ke 86 tahun, Nash meninggal akibat kecelakaan mobil.

Profil Kehidupan dan Pendidikan John Nash

Lahir pada 13 Juni 1928 di Bluefield, West Virginia.  John dibesarkan di keluarga yang penuh kasih sayang  Kejeniusannya sudah terlihat sejak kecil. Orangtuanyapun sangat mendukung dengan memberikan pendidikan yang baik.  Dia dikenal sebagai eksentrik di sekolahnya,  sadar akan keunggulan intelektual atas rekan-rekannya dan  dicap sombong di sekolahnya.

Nash memenangkan beasiswa Westinghouse yang sangat bergensi.  Dia menempuh Institut Teknologi Carnegie, di mana ia menerima gelar sarjana dan gelar master pada 1948. Dari Pittsburgh, Nash melanjutkan studi ke Universitas Princeton di mana ia berkarya dalam teori kesetimbangannya. ia menerima gelar Ph.D. pada 1950 pada usia 22 tahun dengan disertasi permainan non-kooperasi. Tesis ini, yang ditulis di bawah pengawasan Albert W. Tucker, memuat definisi dan sifat dari apa yang kemudian disebut kesetimbangannya Nash. Tucker menulis sebuah rekomendasi dengan berkata “Orang ini adalah seorang jenius”..

Prestasi besarnya di Princeton adalah  mengembangkan teori yang dikenal dengan “Nash Equilibrium“, yang diterapkan pada Teori Permainan. Nash dapat menciptakan permainan yang merupakan kombinasi dari permainan Go dan Kriegspiel yang diberi nama, oleh kalangan kampus, Nash. Permainan ini merupakan perombakan Nash terhadap teori permainan (game theory) yang diciptakan oleh von Neumann. Sebelum teorinya berkembang, banyak yang  beranggapan bahwa dalam teori permainan dan kompetisi adalah teori dimana semua orang berjuang untuk kepentingan mereka sendiri. Nash mengembangkan gagasan bahwa untuk setiap pemain dalam sebuah permainan, ada solusi yang ideal yang dikaitkan dengan tindakan pemain lain.  Nash  jarang menghadiri kelas, bersikeras bahwa hal itu akan merusak orisinalitas nya. Dia terus-menerus mencari cara untuk membangun dirinya dalam bidang matematika untuk menjadi manusia terbesar di dunia matematika.

Setelah ia lulus dengan Ph.D, John pindah ke Boston, dimana ia menjadi staf pengajar di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia disebut “anak profesor” oleh para mahasiswa sejak ia masih sangat muda, tapi Nash menganggap dirinya sangat elit. Banyak rekannya yang merasa terganggu dengan kesombongannya, tetapi mereka mentolerir  karena kegeniusannya. Nash banyak membuat penemuan besar dalam matematika terutama geometri dan persamaan diferensial parsial. Pada 1958, ia tampil dalam Fortune Magazine sebagai salah satu bintang cemerlang di bidang matematika. Namun, ia masih menganggap dirinya gagal karena ia belum mencapai medali Field, penghargaan tertinggi dalam matematika.

Karir dan Perang
RAND adalah singkatan dari Research And Development, yaitu ‘perusahaan’ yang didirikan untuk mengkaji perang, dan tentunya demi kemenangan perang. Para pakar dari ilmu-ilmu murni (fisika, matematika) bercampur dengan ilmu ekonomi harus berkolaborasi untuk menentukan cara atau alat yang mampu membuat perang makin ‘efisien’ dan ‘efektif.’ Tidaklah mengherankan apabila rudal antar-benua (ICBM) atau Radar tercipta dari ‘perusahaan’ ini. Paul Samuelson adalah seorang pakar ekonomi dan pemenang Nobel ekonomi awalnya juga bernaung di bawah RAND. Teori permainan dikembangkan lebih lanjut dengan memberi kondisi kompromi bukan kondisi menang-kalah (zero-sum-game) yang menjadi ciri teori permainan von Neumann. Tidak lama di RAND, pecah perang Korea (1950-1951), dan Nash wajib milisi karena umurnya masih di antara 21 – 26 tahun. Nash, termasuk kedua orang tuanya, merasa kuatir dengan kewajiban ikut perang ini dan Nash berusaha menghindar dengan menyebut bahwa dia pernah kerja di RAND dalam rangka proyek militer dan meminta dukungan Princeton bahwa dirinya lebih berharga sebagai ilmuwan dibandingkan sebagai prajurit di lapangan. Cara itu manjur dan Nash tidak ikut milisi. Lingkungan RAND yang sudah tidak kondusif lagi mulai ditinggalkan oleh para pakar-pakarnya. Nash juga ikut ke luar dan kembali ke Princeton.

Nash Equlibrium

Keseimbangan Nash adalah situasi dimana semua pelaku ekonomi yang berinteraksi satu sama lain, masing-masing memilih strategi terbaik bagi mereka sendiri dengan mempertimbangkan strategi-strategi yang telah dipilih oleh pihak lain.

Tidak ada satu pemainpun yang memiliki insentif untuk mengubah strategi, terhadap pilihan pemain lainnya. Apabila keduanya mengaku, maka titik keseimbangan tercapai yang disebut sebagai Nash Equilibrium. Apabila keduanya tidak mengaku, maka tidak dapat dikategorikan sebagai Nash Equilibrium, karena sejatinya pesaing akan selalu ingin melawan atau memberontak.

Nash dalam Film A Beautiful Mind

(diambil dari http://novel.id/t/review-film-a-beautiful-mind/136)

Film A Beautiful Mind, adalah film karya dari sutradara Ron Howard yang diadaptasi dari novel biografi karya Sylvia Nasar. Baik dalam buku ataupun film A Beautiful Mind, diceritakan bahwa Nash adalah tokoh sentral.  Film A Beautiful Mind dibuka dengan Nash muda di tahun 1948 yang memulai hari-hari pertama kuliahnya di Universitas ternama, Princeton University. Nash adalah sosok yang sederhana, jenius, penyendiri, pemalu, rendah diri, introvert, sekaligus aneh. Di samping itu, sosok Nash juga dikenalkan sebagai pribadi yang arogan karena kepandaian yang dia miliki. Hal ini ditujukan ketika Nash lebih memilih untuk meninggalkan kelas dan belajar di luar kelas sendiri, Nash beranggapan bahwa dengan dia mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas, maka hal itu akan membuat otaknya tumpul dan dapat menghilangkan ide orisinal yang dia miliki. Hal inilah yang membuat dia juga tertinggal dari teman-temannya untuk menerbitkan jurnal-jurnal untuk bidang ilmu yang mereka tekuni, karena dia menganggap untuk sekedar menerbitkan sebuah jurnal maka ide yang diangkat untuk menjadi jurnal itu haruslah ide orisinal yang lahir dari pemikiran sendiri, tidak dipengaruhi oleh gaya berpikir tokoh lain.

Di saat kondisi Nash semakin terhimpit karena dia belum juga menemukan ide orisinal untuk laporan disertasinya, di saat itulah Nash bertemu dengan Charles Herman yang tak lain adalah teman sekamar Nash (pada pertengahan cerita diketahui bahwa sosok Charles ini hanyalah delusi yang dialami oleh Nash). Obsesi Nash untuk menciptakan sebuah teori baru digambarkan dari kegiatannya yang suka sekali menulis rumus-rumus persamaan di jendela kamarnya, selain itu Nash juga mencari inspirasi untuk teorinya dari hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Setelah Nash akhirnya dapat meraih gelar doktornya, Nash mengajar di MIT. Dan pada saat itulah Nash diminta untuk datang ke Pentagon untuk memecahkan sandi rahasia yang dikirimkan tentara Sovyet. Kemudian Nash bertemu dengan agen rahasia William Parcher. Oleh Parcher, Nash diberikan tugas untuk memecahkan sandi-sandi lainnya yang bisa ditemukan dari beberapa surat kabar, sekaligus menjadi mata-mata. Pekerjaan baru Nash inilah yang akhirnya membuat Nash terobsesi dan mengesampingkan hubungannya dengan orang lain di sekitarnya, Nash lebih berfokus dan sibuk dengan dunianya sendiri.

Kisah Nash mencapai klimaks ketika dia sedang mengisi sebuah seminar di Harvard. Di mana dia saat itu bertemu dengan sahabat lamanya, yaitu Charles. Namun pada saat itu Charles tidak datang sendiri, Charles datang bersama dengan anak gadis kecil—Marcee, yang tak lain adalah keponakan Charles yang dititipkan kepadanya karena orang tua Marcee meninggalkan Marcee. Di tengah acara saat Nash mengisi seminar, Nash merasa ketakutan saat dia melihat tiga orang berbaju hitam sedang memperhatikan setiap geriknya, yang mana menurut Nash orang-orang inilah yang akhir-akhir ini selalu meneror kehidupannya. Nash berpikiran bahwa orang-orang ini adalah mata-mata pemerintahan Sovyet yang tak akan segan-segan untuk membunuhnya. Dan diketahui setelah pengejaran akan Nash ini, ternyata orang-orang ini adalah anak buah Dr. Rosen—seorang ahli jiwa. Kehadiran Dr. Rosen inilah yang nantinya memberikan jawaban atas kehadiran Charles, Marcee, dan Parcher—yang ternyata ketiga tokoh itu adalah delusi yang dialami oleh Nash.

Akhir cerita dari film ini diperlihatkan ketika Nash mendapatkan penghargaan nobel dalam bidang ekonomi pada tahun 1994, meskipun pada awalnya Nash berpikiran bahwa orang seperti dirinya tidak mungkin mendapatkan penghargaan bergengsi seperti itu.

Demikian cerita biografi seorang jenius bernama John Nash. Jangan lupa untuk baca cerita tentang tokoh dunia lainnya seperti:

Mengenal Tokoh Populer Ilmu Populer