Aktivitas yang erat kaitannya dengan pengambilan keputusan, namun berbeda, adalah pembuatan kebijakan. Terdapat perbedaan yang sangat tipis antara Decision Making dan Policy Making, dimana banyak orang gagal untuk membaginya. Selain karena kedua istilah sering kita dengar sehari-hari dalam berita atau sumber lainnya, kita juga tidak mengenal persis makna masing-masing istilah.

Kebijakan adalah rencana, tindakan atau prosedur yang dimaksudkan untuk mempengaruhi keputusan. Dengan demikian, satu sama lain merupakan bagian dari konteks pengambilan keputusan, yang seringkali memberikan asas panduan. Tapi pengambilan keputusan juga merupakan bagian dari pembuatan kebijakan dan keduanya memiliki hubungan satu dengan lainnya.

Kedua kegiatan ini berbeda terutama dalam tujuan mereka. Keputusan biasanya akan spesifik untuk suatu situasi, meskipun akan dikaitkan dengan keputusan lain dalam situasi lain. Namun sebuah kebijakan lebih berlaku umum. Mengapa perbedaan ini penting? Ini penting ketika sebuah keputusan dibuat dalam satu situasi  untuk menetapkan preseden yang mungkin bisa menjadi kebijakan ‘de facto’.

Prima facie, kita baru sadar bahwa istilah ini mewakili tanggung jawab penting atau kekuatan dalam pemerintahan. Sederhananya, kekuatan disini sering dikaitkan dengan penguasa kota, penguasa provinsi, menteri kabinet, termasuk presiden atau manajemen puncak dalam organisasi. Jadi, mari kita periksa bersama istilah Decision Making dan Policy Making bersama-sama.

Apa Itu Policy Making?

Sebelum melanjutkan untuk memahami makna policy making,  mari kita mulai arti kata ‘kebijakan‘. Istilah ‘kebijakan’ telah didefinisikan sebagai suatu prinsip tindakan yang diadopsi dan/ atau diusulkan oleh pemerintah atau eksekutif suatu negara atau oleh manajemen organisasi. Sederhananya, istilah policy making ini mengacu pada rencana atau strategi yang diusulkan terkait dengan negara atau organisasi. Berdasarkan definisi kebijakan, kita bisa memahami istilah policy making yang berarti pembuatan kebijakan atau semacam itu. Definisi lamanya, didefinisikan sebagai perumusan gagasan atau rencana yang digunakan oleh pemerintah atau organisasi. Ini juga mengacu pada tindakan atau proses perencanaan atau pengarahan tindakan tertentu yang harus diambil oleh pemerintah atau organisasi.

Pembuatan kebijakan oleh pemerintah pada tingkat tinggi juga memerlukan tindakan atau proses pembuatan undang-undang atau peraturan. Contohnya adalah saat eksekutif, membuat rancangan undang-undang tentang pelarangan kegiatan kriminal tertentu atau merokok. Tujuan di balik Pembuatan Kebijakan adalah untuk memastikan peningkatan kualitas hidup warga negara, mengatasi tantangan dan masalah sosial ekonomi, mengatur industri dan bisnis dan memastikan pembangunan negara. Pembuatan kebijakan adalah kekuatan yang dipegang oleh cabang eksekutif negara.

Apa itu Decision Making?

Decision Making adalah bagian integral dari kehidupan manusia sehari-hari  sehingga terkadang sulit untuk menjelaskan kapan pengambilan keputusan dimulai dan berakhir. Secara sederhana, Decision Making (Pengambilan Keputusan) mengacu pada tindakan atau proses pengambilan keputusan atau mencapai keputusan. Ini juga mencakup tekad yang dicapai setelah dilakukan banyak pertimbangan. Traditionally, bagaimanapun, ini didefinisikan sebagai proses berpikir (proses kognitif) untuk memilih pilihan logis atau tindakan dari satu set alternatif. Sebuah Keputusan menghasilkan sebuah keluaran (outcome). Keluaran ini mungkin diimplementasikan atau mungkin tidak diimplementasikan. Pengambilan Keputusan adalah proses yang terdiri dari beberapa tahap. Dimulai dari menetapkan tujuan, mengembangkan kriteria seleksi tertentu (misalnya biaya dan manfaat, kekuatan dan kelemahan), menimbang pro dan kontra dari setiap alternatif dan mengevaluasi hal yang sama terhadap kriteria seleksi, memeriksa kemungkinan hasil dari setiap alternatif dan setelah itu memilih alternatif yang sesuai.

Hasil Pengambilan Keputusan dianggap efektif bila alternatif yang dipilih sesuai dengan situasi atau masalah yang terjadi. Dalam konteks pemerintahan, Pengambilan Keputusan merupakan aspek penting dari tanggung jawab pemerintah. Ini adalah proses dimana pemerintah memilih tindakan-tindakan yang paling logis dan sesuai dengan situasi tertentu. Pengambilan Keputusan di pemerintahan biasanya melibatkan partisipasi Presiden, Perdana Menteri dan kabinet menteri.  DPR juga memiliki peran dalam proses Pengambilan Keputusan. Misalnya, tagihan pemerintah (government bill) hanya bisa diloloskan  dengan suara mayoritas di DPR.

Apa perbedaan antara Decision Making dan Policy Making?

  • Pembuatan Kebijakan mengacu pada pembuatan atau perumusan rencana atau tindakan tertentu oleh pemerintah atau organisasi.
  • Pengambilan Keputusan mengacu pada tindakan atau proses pemilihan rencana atau tindakan tertentu dari serangkaian alternatif. Jadi, misalnya, pemerintah dapat memilih rencana atau tindakan yang sesuai dari serangkaian rencana, rangkaian tindakan atau strategi yang telah dirumuskan.
  • Keputusan biasanya akan spesifik untuk suatu situasi, meskipun akan dikaitkan dengan keputusan lain dalam situasi lain. Namun sebuah kebijakan mungkin berlaku lebih umum.

Nah, sekian dulu, semoga bermanfaat.

Jangan lupa untuk baca materi menarik lainnya seperti:

Decision Making Theory (Pendahuluan)

Big Data Untuk Pengambilan Keputusan Bisnis