Hallo shareaddict, kali ini kita belajar tentang Sistem Pengendalian Manajemen yuk. Sebagai materi pertama, saya akan menyajikan mengenai apa itu Manajemen dan Pengendalian. Selamat membaca.

Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan. Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaan/ organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Dalam hal ini “dianggap baik” berarti mampu menerjemahkan hal-hal berikut:

  1. Tolok ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan/ organisasi berjalan secara efisien, efektif, dan produktif;
  2. Kebijakan dalam menentukan tolok ukur pada poin 1);
  3. Apresiasi terhadap sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi

Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian manajemen, makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks. Pengendalian manajemen bersifat menyeluruh dan terpadu, artinya lebih mengarah ke berbagai upaya yang dilakukan manajemen agar tujuan organisasi terpenuhi.

Secara umum, sistem pengendalian manajemen (SPM) mengacu pada desain, instalasi dan operasi dari perencanaan manajemen dan sistem kontrol.  Sistem sendiri mempunyai arti suatu cara tertentu yang dilakukan berulang-ulang untuk melaksanakan satu atau beberapa aktivitas. Sedangkan pengendalian dapat diartikan sebagai proses penetapan standar agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Berikut adalah beberapa pengertian Sistem Pengendalian Manajemen:

  1. Horngreen, Datar dan Foster (2008) menyebutkan sistem pengendalian manajemen merupakan sarana pengumpulan dan penggunaan informasi untuk membantu dan mengkoordinasikan proses pembuatan perencanaan;
  2. Anthony dan Govindarajan (2004) menyatakan bahwa sistem pengendalian manajemen merupakan proses untuk merencanakan, mengkoordinasikan, mengomunikasikan, mengevaluasi, memutuskan, dan memengaruhi anggotanya dalam menjalankan tujuan perusahaan
  3. Sandino (2007) mengemukakan pula bahwa sistem pengendalian manajemen bukan hanya digunakan untuk mengawasi pengeluaran perusahaan yang berdasarkan pada perencanaan.

Selain itu juga membantu pengendalian keputusan organisasi serta untuk memandu perilaku manajer dan karyawan. Tujuan dari sistem pengendalian manajemen adalah untuk meningkatkan keputusan kolektif dalam sebuah organisasi dengan cara yang ekonomis. Dengan tingkatan manajer yang berbeda maka tanggung jawab yang ditanggung pun berbeda dalam sebuah organisasi, Karena itu berbagai jenis informasi dibutuhkan oleh mereka untuk mengelola kegiatan di daerah masing-masing.

Sifat-Sifat SPM

Sistem pengendalian manajemen mempunyai beberapa ciri penting, antara lain:

  1. Sistem pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan seluruh organisasi, termasuk pengendalian terhadap seluruh sumber daya yang digunakan, baik manusia, alat-alat dan teknologi, maupun hasil yang diperoleh organisasi, sehingga proses pencapaian tujuan organisasi dapat berjalan lancar;
  2. Pengendalian manajemen bertolak dari strategi dan teknik evaluasi yang berintegrasi dan menyeluruh, serta kurang bersifat perhitungan yang pasti dalam mengevaluasi sesuatu;
  3. Pengendalian manajemen lebih berorientasi pada manusia, karena pengendalian manajemen lebih ditujukan untuk membantu manager mencapai strategi organisasi dan bukan untuk memperbaiki detail catatan

Faktor-Faktor SPM

Terdapat beberapa faktor yang dapat berpengaruh dalam berjalannya sistem pengendalian manajemen, antara lain:

  1. Ukuran dan Penyebaran Enterprise. Ukuran dan penyebaran perusahaan besar pasti akan berbeda dibandingkan dengan perusahaan kecil. Hal ini tentu akan menentukan isi dan sifat dari sistem kontrol untuk setiap organisasi.
  2. Struktur Organisasi, Delegasi dan Desentralisasi. Anggaran Dasar dan konvensi mengatur struktur organisasi, dan sejauh mana desentralisasi dan delegasi di semua perusahaan.
  3. Sifat dan Pembagian Operasi. Sifat dan pembagian operasi mereka harus mempengaruhi sistem pengendalian manajemen.
  4. Jenis Pusat Tanggung Jawab. Sistem kontrol yang berbeda diperlukan untuk berbagai pusat tanggung jawab atau sub-sistem dalam sebuah organisasi. Apakah kinerja pusat tanggung jawab harus diukur dari segi biaya atau keuntungan atau laba atas investasi tergantung pada jenis pusat tanggung jawab.
  5. Orang dan Persepsi Mereka. Persepsi orang di organisasi tentang dampak yang mungkin dari sistem kontrol pada hidup mereka kerja, kepuasan kerja, keamanan kerja, promosi dan kesejahteraan umum dapat berbeda di seluruh organisasi. Pertimbangan ini secara signifikan akan mempengaruhi sifat dan isi dari sistem pengendalian manajemen yang diperlukan dalam organisasi dan harus sepatutnya dipertimbangkan saat merancang sistem pengendalian manajemen.

Elemen-Elemen SPM

Sistem Pengendalian Manajemen, mempunyai elemen-elemen sebagai berikut:

  1. Pelacak (detector), memberikan informasi mengenai apa yang sedang terjadi.
  2. Penilai (assessor), melakukan perbandingan informasi tersebut dengan keadaan yang diinginkan.
  3. Efektor (effector), melakukan koreksi terhadap perbedaan signifikan antara keadaan aktual dengan keadaan yang diinginkan.
  4. Jaringan Komunikasi (communicator), perangkat yang meneruskan informasi dari detektor ke asesor

Elemen-elemen ini satu sama lain saling berhubungan dan membentuk suatu proses kerja. Proses yang terjadi berawal ketika detector mencari informasi tentang aktivitas. Detector ini dapat berupa sistem informasi baik formal maupun informasi, yang menyediakan informasi kepada pimpinan mengenai apa yang terjadi di dalam suatu aktivitas. Setelah informasi diperoleh, aktivitas yang terekam didalamnya dibandingkan dengan standar atau patokan berupa kriteria mengenai apa yang seharusnya dilaksanakan dan seberapa jauh perlunya pembenaran. Proses perbaikan dilaksanakan oleh efektif, sehingga penyimpanan-penyimpanan diubah agar kegiatan kembali mengikuti kriteria yang telah ditetapkan. Begitulah proses pengendalian manajemen, dinamis dan berkelanjutan.

Proses Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen formal merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri dari proses:

  • Pemrograman (Programming). Dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang akan dilaksanakan dan memperkirakan sumber daya yang akan alokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.
  • Penganggaran (Budgeting). Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara terinci, dinyatakan dalam satu moneter untuk suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Anggaran ini berdasarkan pada kumpulan anggaran-anggaran dari pusat pertanggungjawaban.
  • Operasi dan Akuntansi (Operating and Accounting). Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber daya yang digunakan dan penerimaan-penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya tersebut digolongkan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan pusat-pusat tanggungjawabnya. Penggolongan yang sesuai program dipakai sebagai dasar untuk pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan penggolongan yang sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan untuk mengukur kinerja para manajer.
  • Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis). Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban akuntansi dapat dikumpulkan.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, share yuk pengetahuan rekan-rekan tentang kasus-kasus kekinian karena kesalahan pengendalian manajemen. Ditunggu yah.